Rp TBC
Pembayaran Tahun Pertama
193.000,00
Tahun Kedua
193.000,00
Tahun Ketiga
193.000,00
Tahun Keempat
193.000,00
Tahun Kelima
Pilih Mobil

Silakan pilih model

Harga Mobil
FAQ Pajak
Pengenalan Pajak

Pengenalan Pajak Kendaraan di Indonesia

Wajib hukumnya bagi setiap pemilik kendaraan bermotor membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di tiap tahunnya. Pajak dari kendaraan bermotor tentunya akan memberikan pendapatan untuk negara yang nantinya digunakan sebagai pembangunan negara khususnya infrastruktur yang lebih baik. Kita pun bisa melakukan cek pajak mobil yang akan dibayarkan.

Pajak kendaraan bermotor sendiri diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi. Undang-Undang mengenai pajak kendaraan bermotor lebih lengkapnya diatur dalam pasal 3 sampai pasal 8. Di dalam Undang-Undang ini mengatur secara jelas mengenai pajak kendaraan mulai dari objek pajak, subjek pajak dan perhitungan pajak serta keterlambatannya. Kendaraan bermotor yang dimaksud yaitu jenis kendaraan beroda beserta gandengannya yang digunakan di semua jenis jalan di darat dan digerakkan oleh tenaga motor.

Cara perhitungan Pajak Kendaraan 

Komposisi yang diperhitungkan: 

1. Dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor 

  •  Nilai jual kendaraan bermotor
  •  Bobot yang mencerminkan secara relatif tingkat kerusakan jalan dan/atau pencemaran lingkungan akibat pengunaan kendaraan bermotor

2. Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas atau yang biasa disebut (SWDKLLJ) ini untuk sepeda motor dikenakan Rp32.000. Untuk kendaraan roda empat dikenakan Rp100.000.

Kita ambil contoh Daihatsu Xenia lansiran 2010 dengan TNKB yang terdaftar di samsat wilayah Jawa Barat. Pajaknya untuk saat ini sebesar Rp1.708.900 dan mengalami keterlambatan selama 1 tahun.
Dengan begitu untuk denda pajak selama satu tahun Rp1.708.900 x 25% x 12/12 + Rp100.000 = Rp527.225.

Cara Mengecek Pajak Kendaraan

  • Mengecek pajak kendaraan lewat website
  • Mengecek pajak kendaraan melalui aplikasi smartphone
  • Mengecek pajak kendaraan melalui pesan singkat SMS

Selain Kalkulator Asuransi Mobil, Anda juga dapat menemukan kalkulator mobil berguna lainnya di Indonesia seperti Kalkulator Kredit Mobil, Kalkulator Pajak di AutoFun.id| Alat setelah Anda menemukan mobil yang sempurna!

Bayar Pajak Mobil 2021 Sebaiknya via Online

Pembayaran pajak kendaraan bisa dilakukan secara online, yaitu melalui Samsat Online Nasional (Samolnas), e-Samsat atau ATM. Sementara untuk wilayah DKI Jakarta bisa memakai e-Samsat atau langsung dari ATM untuk pembayaran pajak kendaraan tahunan.

Caranya adalah dengan datang langsung ke ATM bank yang sudah bekerjasama seperti Bank DKI, BRI, BNI, BTN, Bukopin dan Maybank. Sebagai catatan, pembayaran pajak secara online ini hanya untuk pajak tahunan, bukan yang ganti plat lima tahunan. 

Di sisi lain, pembayaran pajak motor atau mobil yang dilakukan secara online dinilai bisa menghemat waktu bagi pemilik kendaraan yang sedang sibuk. Untuk pengesahannya, kita tetap harus datang ke kantor SAMSAT guna mencetak lembar pajak dan stempel pengesahan di STNK. 

Pihak SAMSAT memberikan jeda waktu pengesahan selama 30 hari setelah pembayaran pajak kendaraan secara online. Kita bisa melakukannya di hari Sabtu atau waktu hari kerja saat kita sempat datang ke SAMSAT.

1. Bayar Pajak Online 2021 Bisa di Mana Saja
Pembayaran pajak kendaraan yang bisa dilakukan melalui SAMSAT online di Jakarta dan provinsi lainnya hanyalah untuk pajak tahunan. Sementara itu, perpanjangan STNK lima tahunan tidak bisa dilayani, begitu juga dengan denda untuk kendaraan yang terlambat membayar pajak.

Berikut ini persyaratan untuk bayar pajak kendaraan bermotor melalui SAMSAT online:

  • Kendaraan bermotor keadaan pengesahaan STNK 1 Tahun.
  • Kendaraan bermotor keadaan tidak ganti STNK.
  • Kendaraan bermotor keadaan disertai dengan BPKB, KTP pemilik asli dan STNK.
  • Kendaraan bermotor keadaan tak terlambat lebih dari 1 Tahun.
  • Kendaraan bermotor tidak berkeadaan hilang atau rusak, lapor jual, laka dan kriminal.
  • Pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui transfer ATM atau mobile banking mensyaratkan untuk identitas di rekening tabungan harus sama dengan KTP, STNK, BPKB Identitas Pemilik Kendaraan Bermotor. Selain itu, nomor ponsel yang digunakan untuk akses mobile banking datanya juga harus teregistrasi sama seperti dengan yang ada di KTP.

2.Bayar Pajak Kendaraan Secara Online Mudahkan Pemilik Mobil Saat Diperantauan

Pembayaran via online ini juga mengakomodir kalian yang sedang berada di luar kota. Hal ini tentunya membuat kamu bisa tetap melaksanakan kewajiban bayar pajak kendaraan sekalipun di perantauan. Syaratnya, kota atau provinsi di mana kamu tinggal juga harus memakai sistem e-SAMSAT sehingga bisa saling terintegrasi.

Hal yang perlu diperhatikan, kamu hanya bisa membuka alamat web e-SAMSAT sesuai dangan kota asal dari alamat yang tercantum di STNK.  Misalnya saja kamu dengan KTP dan STNK asal Maospati (Magetan) sedang dinas di Jakarta, maka tetap mengakses e-SAMSAT Jawa Timur, bukan DKI Jakarta.

Kalau ingin bayar pajak secara online, kita bisa mengunduh aplikasi Samsat Online Nasional di Playstore Android atau membuka situs resmi Korlantas. Bila bingung atau ogah repot harus bolak balik ke SAMSAT, kamu bisa datang membayar pajak di gerai-gerai SAMSAT yang sudah ada.

3.Cara Bayar Pajak Kendaraan Secara Online 2021, Sudah Terintegrasi Antar Provinsi

Kalian akan mendapatkan balasan berupa “kode bayar” yang akan digunakan untuk menyelesaikan pembayaran melalui beberapa bank yaitu Bank DKI, BJB, BNI, BRI, dan BCA.

Berikut ini contoh pembayaran melalui ATM BNI:

  • Masukkan Kartu ATM dan input ATM Anda
  • Pilih Menu Lain.
  • Pilih Menu Pembayaran.
  • Pilih Menu Pajak/Penerimaan Negara.
  • Pilih Menu e-Samsat.
  • Ketik 4 digit Kode Institusi Samsat Nasional (1500) + Kode Bayar, contoh : 150031234242526.
  • Setelah tagihan muncul dan keterangannya sesuai dengan data kendaraan berikut identitas pemilik, kamu dapat melanjutkan dengan melakukan pembayaran. Simpan bukti transaksi dan bawa bukti pembayaran ke Kantor Samsat terdekat untuk melakukan pengesahan STNK dan pengambilan lembar pajak.

4. Melakukan Pengesahan Lembar Pajak Online di SAMSAT

Batas waktu penukaran struk pembayaran untuk pengesahan dari ATM maksimal 30 hari setelah pembayaran via transfer dilakukan. Bila melebihi tanggal yang ditentukan dan tidak melakukan pengesahan STNK, maka kendaraan dinyatakan tidak sah secara operasional.

Perlu diingat bahwa pada saat melakukan pengesahan di SAMSAT, kamu harus membawa bukti pembayaran, KTP dan STNK yang asli untuk diserahkan ke loket pembayaran. Petugas akan melakukan verifikasi dengan mencocokkan data dari KTP berikut STNK dengan data yang ada saat mencetak lembar pajak kendaraan. 

Setelah verifikasi, petugas akan mencetak lembar pajak yang baru sekaligus membubuhi stempel berikut paraf pengesahan di lembar STNK. Untuk mencetak lembar pajak dan pengesahan STNK ini bisa kamu lakukan di SAMSAT terdekat, jadi tidak perlu pulang ke kota asal. 

Perhitungan denda akibat keterlambatan membayar pajak kendaraan

Berbicara soal pajak kendaraan bermotor, masalah utama kerap kali timbul dari sang pemilik yang berspekulasi lupa melaksanakan kewajiban membayar pajak setiap tahunnya. Kebiasan ini seringkali membuat pemilik memilih untuk menunda membayar pajak.

Padahal setiap hari besaran dari denda pajak kendaraan bermotor terus bertambah. Dengan begitu, tak heran bila akhirnya pemilik menjual kendaraanya dengan kondisi apa adanya di bawah pasaran alih-alih dikurangi pembayaran pajak yang terlewatkan.

Kalian yang tergiur akan kendaraan murah karena pajak mati dan untuk menghidupkan tidak begitu mahal, jangan langsung percaya begitu saja. Karena besaran denda yang dikenakan mencapai 25 persen dan dipastikan terus meningkat.

  • Terlambat membayar pajak kendaraan bermotor 2 hari sampai 1 bulan maka denda dikenakan sebesar 25%.
  • Terlambat membayar pajak kendaraan bermotor 2 bulan maka PKB x 25% x 2/12 + denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)
  • Terlambat membayar pajak kendaraan 6 bulan maka PKB x 25% x 6/12 + denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)
  • Terlambat membayar pajak kendaraan 1 tahun maka PKB x 25% x 12/12 + denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)
  • Terlambat membayar pajak kendaraan 2 tahun maka 2 x PKB x 25% x 12/12 + denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

 

Berita Terkait