window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_breadcrumb_above_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685614302872-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685614302872-0'); });

Receh Tapi Berdampak Besar, Ini Daftar Kerusakan Motor Yang Baiknya Langsung Ditangani

Ilham · 8 Nov, 2021 19:00

Bagi banyak orang, sepeda motor sudah menjadi sebuah kebutuhan dalam mendukung mobilitas harian. Sayangnya karena kesibukan atau kurangnya perhatian dalam perawatan motornya, tak jarang beberapa komponen yang harusnya sudah diganti, justru tetap digunakan.

Memang sekilas kondisi motor tak terasa berbeda dari saat normal. Namun begitu dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, kerusakan justru merembet ke berbagai komponen yang ujungnya malah menambah biaya perbaikan.

Receh Tapi Berdampak Besar, Ini Daftar Kerusakan Motor Yang Baiknya Langsung Ditangani 01

Berkendara dengan kondisi motor tak terawat bakal menghadirkan biaya tambahan

Ada baiknya untuk rutin memeriksa beberapa komponen berikut, yang bukan hanya bersifat fast moving tapi juga slow moving (rentang waktu pergantian lama). Apa saja masalah 'receh' tersebut? Yuk, kita bahas.

Baca Juga: Tips: Empat Langkah Merawat Kopling Honda Monkey

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_fourthp_under_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685613563107-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685613563107-0'); });

Tekanan Angin Ban

Kesibukan dengan waktu yang padat kerap membuat pengguna motor tidak sempat mengecek tekanan angin pada bannya. Sehingga hanya berpatok pada feeling. Alhasil, kondisi ban baru dicek setelah motor dirasa tidak enak.

Disebutkan oleh Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk. tekanan angin ban yang kurang akan berdampak pada kenyamanan berkendara.

Receh Tapi Berdampak Besar, Ini Daftar Kerusakan Motor Yang Baiknya Langsung Ditangani 01

Tekanan angin maksimal bisa dicek di dinding ban

Seperti tarikan yang terasa lambat, atau motor yang goyang-goyang saat dipakai berjalan. "Bensin pun lebih boros. Bahkan jika dibiarkan kurang angin dan dipaksa membawa beban berat, ban bisa benjol," katanya.

Pun demikian jika tekanan angin terlalu besar. Bantingan motor terasa keras dan tidak nyaman, terutama saat melewati jalanan yang berlubang. Pelek pun bisa rusak jika terus memakai ban dengan kondisi angin yang kurang. Hal ini malah membutuhkan biaya lebih besar untuk menggantinya.

Efektifnya, tekanan angin disesuaikan dengan data yang biasanya terdapat pada stiker peringatan di motor. Di mana rata-rata tekanan angin pada motor sekitar 29-33 psi. Kondisi tersebut dapat dicek secara rutin setiap 2 minggu sekali.

Baca Juga: Jangan Pakai Jas Hujan Ponco! Ini Tips Berkendara Aman Saat Musim Hujan

Lupa Mengganti Minyak Rem

Bisa disebut, jika semua motor baru yang dijual di Indonesia saat ini sudah dibekali peranti rem cakram. Minimal untuk bagian depannya, namun tak sedikit pula rem cakram dipergunakan pada roda belakang.

Banyak pengguna motor yang hanya fokus pada pergantian kampas remnya saja. Sedangkan sektor minyak remnya absen diganti. Memang secara usia pakai, minyak rem lebih panjang dari kampas rem. Di mana rentang pemakaiannya dapat mencapai 20.000-25.000 km atau 2 tahun. Tetapi usahakan ganti jika sudah menyentuh batas tersebut.

Receh Tapi Berdampak Besar, Ini Daftar Kerusakan Motor Yang Baiknya Langsung Ditangani 02

Meski umur pakainya panjang, jangan lupa tetap rutin mengganti minyak rem

Pasalnya kinerja pengereman akan jauh berkurang saat minyak rem melewati usia dan jarak pakainya. Taqwa Suryo Swasono dari Garden Speed menjelaskan, jika minyak rem terlalu lama dipakai akan mengandung air. Alhasil titik didihnya berkurang, padahal kinerja rem terbilang panas. Kondisi tersebut yang akan berpengaruh ke performa rem cakram.

"Dengan kandungan air sebanyak 3%, titik didih cairan rem akan turun hingga lebih dari 100°C. Jika titik didih cairan rem tersebut terlewati, maka rem akan rentan untuk blong,” wanti Taqwa. Sehingga jika kecelakaan, bisa dibayangkan berapa biaya yang akan keluar untuk perbaikan dan biaya berobat pengendaranya.

Baca Juga: Viral Video Motor Kopling Gagal Nanjak, Begini Tips Amannya Supaya Kuat di Tanjakan

Suspensi Bocor

Selanjutnya, tak sedikit pengguna motor enggan mengganti komponen peredam kejut yang sudah bocor. Ciri untuk mengenalinya mudah. Cukup dengan melihat adanya rembesan oli di sekitar suspensi, maka dapat dipastikan komponen tersebut sudah rusak. Hal serupa berlaku di bagian depan, yakni dengan adanya sisa oli pada komponen sulingannya.

Akibat dari bocornya suspensi terasa di bantingan motor yang makin keras. Yudo Handoko selaku Head Operation TDR Technology Center yang menjual suspensi merek YSS menyatakan jika dibiarkan, masalah ini bisa berefek ke kesehatan pengendara.

Receh Tapi Berdampak Besar, Ini Daftar Kerusakan Motor Yang Baiknya Langsung Ditangani 03

Ciri sokbreker rusak bisa dilihat dari rembesan oli di sekitarnya

"Suspensi yang tidak bekerja dengan baik membawa efek pada kesehatan pengendara. Yaitu masalah di tulang ekor dan belakang hingga syaraf terjepit. Karena peredaman yang tidak berfungsi baik, tulang akan menjadi tumpuan beban saat melalui jalan jelek," urainya. Pengobatan tulang tersebut tentu memakan biaya tak sedikit.

Solusinya, jika sudah terlihat rembesan oli pada suspensi belakang, dapat langsung diganti. Sedangkan untuk suspensi depan dapat diservis dengan mengganti sil dan olinya saja.

So, masih suka cuekin masalah receh di motor?

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_relatedmodel_above_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685613589386-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685613589386-0'); });
window._taboola = window._taboola || []; _taboola.push({ mode: 'thumbnails-stream-2x2-desk', container: 'taboola-stream-widget-thumbnails-desktop', placement: 'Stream Widget Thumbnails Desktop', target_type: 'mix' });