Review: Intip Perbedaan Honda Scoopy Lama dengan Generasi yang Baru

Verenicha · 29 Des, 2020 17:00

All New Honda Scoopy 2021 akhirnya hadir dengan generasi terbaru. Kini dirinya sudah masuk generasi kelima. Banyak ubahan yang dilakukan pada Scoopy anyar. Hampir di semua sektor mendapat update. Harga jualnya mulai dari Rp 19.950.000 OTR Jakarta. Lantas apa perbedaan All New Scoopy 2021 lama dengan yang baru? Simak ulasan kami:

Review: Intip Perbedaan Honda Scoopy Lama dengan Generasi yang Baru 01

1. Desain Makin Kental Nuansa Retro

Desainnya jadi bagian paling disorot. Meski konsepnya masih sama, kini ia tampil lebih retro. Hal itu diwujudkan dengan bodinya yang semakin membulat. Paling kentara ada di bagian depan. Tameng bodinya mencerminkan motor lawas. Headlamp ovalnya dibuat makin pipih, agar kesan bundarnya makin terasa. Beda dengan model sebelumnya yaitu letak dan bentuk lampu seinnya. Kini terpisah dan dibuat dinamis, selaras dengan fasadnya. Untuk teknologinya masih mengadopsi LED proyektor lengkap dengan imbuhan DRL.

Review: Intip Perbedaan Honda Scoopy Lama dengan Generasi yang Baru 02

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Motor_Article_Middle_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649915521138-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649915521138-0'); });

Bagian belakang juga tidak luput dari penyegaran. Model mika stop lamp dibuat benar-benar bulat, serta terpisah dengan lampu sein. Sangat berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung menempel dengan stoplight. Alhasil, menguatkan kesan retro.

Area bodi samping sesungguhnya tidak terlalu banyak berubah, masih mengadopsi garis bodi S (shape). Hanya ada koreksi sedikit pada lekukan desainnya. Tetap menunjukkan kesan modern dan unik. Masih di area yang sama, ubahan mencolok terlihat pada pijakan kaki penumpang. Kini didesain secara dinamis, alias bisa dilipat jika tidak digunakan. Secara estetika jadi semakin baik.

Model sepatbor juga selaras dengan bodinya, membulat. Namun sekarang ditambahkan tiga lubang di sisi kanan tameng depan. Pabrikan sepertinya ingin menyisipkan kesan sporty pada Scoopy. Sementara desain pelek 12 inci yang sekarang lebih apik. Terdapat bilah-bilah di setiap palang, menyempurnakan tampilan yang kian retro.

Sisanya soal pengemasan. Scoopy terbaru sekarang punya empat varian dengan total 8 warna. Dikategorikan sesuai dengan tema dan kelengkapan fitur. Varian terbawah diisi oleh Sporty dan Fashion. Kelas atasnya ada seri Stylish dan Prestige. Mereka membawa kelengkapan fitur baru, smart key system. Masing-masing disediakan dengan dua kelir yang menarik.

2. Panel Instrumen

Beranjak ke bagian kokpit. Meski masih mengadopsi analog-digital, kini tampilan makin modern. Bentuknya masih sama, cuma isinya sedikit berbeda dengan model lawas. Terlihat pada format angka, grafis dan bentuk layar LCD-nya. Layar kecil di bawah spidometer kini mampu menampilkan informasi lebih komplet.

Review: Intip Perbedaan Honda Scoopy Lama dengan Generasi yang Baru 01

Scoopy generasi baru kini menampilkan konsumsi bahan bakar rata-rata dan real time, membantu pengendara mengetahui perilaku berkendaranya. Ada juga informasi Oil Change, yang memberi tahu kapan saatnya untuk ganti oli dan indikator baterai (khusus tipe tertinggi). Tak lupa juga dengan Indikator ECO yang dapat menjadi panduan untuk mengemudi secara ekonomis.

3. Kerangka eSAF

Tidak seperti model sebelumnya, kini Scoopy baru pakai teknologi rangka eSAF. Frame model itu sebenarnya sudah diaplikasikan lebih dulu ke Genio dan Beat. Bentuk kerangka underbone dari depan sampai bagian belakang dibuat lebih ramping. Dirancang menggunakan pelat yang ditekuk dan dipres, sehingga bentuknya tidak lagi membulat. Rangkanya ini dibuat dengan proses produksi press dan laser welding.

Keuntungan lain menggunakan teknologi rangka baru ini adalah proses pengerjaan lebih cepat dan mudah. Dalam hal pengelasan, sangat cepat karena menggunakan las laser dan sistem produksi sasis model begini hanya butuh satu orang. Jelas, bisa memotong alur produksi dan tidak banyak butuh orang, jadinya biayanya lebih murah. Menurut pihak Honda, sasis atau rangka seperti ini pertama kali digunakan di kendaraan roda dua di Indonesia.

Pabrikan mengklaim rangka model ini lebih ringan 8 persen dibanding rangka model lama. Efeknya berhasil membuat bobot Scoopy berkurang. Tadinya hampir 100 kg, sekarang tipe standar hanya 95 kg dan yang pakai smart key 94 kg. Karena bobotnya sangat ringan, hasilnya Scoopy lebih mudah bermanuver di tikungan sempit, bahkan untuk wanita sekalipun.

Review: Intip Perbedaan Honda Scoopy Lama dengan Generasi yang Baru 02

Keunggulan lain rangka eSAF yakni lebih kuat karena memiliki daya tahan yang baik dibandingkan rangka pipa. Berdasarkan uji internal, sasis lebih tahan dari defleksi (pembengkokan) saat dikendarai. Rangka lebih kaku dan kuat. Karena bentuknya lebih pipih, maka kapasitas tangki dan bagasi jadi meningkat. Ruang penyimpanan di bawah jok sekarang 12 liter. Penampung bensin yang sebelumya 4 liter menjadi 4,2 liter.

4. Upgrade Fitur

Terdapat pembaruan di bagian pengisi daya atau power outlet. Kini diberikan model jenis soket USB. Jadi penggunanya tidak lagi mengeluarkan budget lebih untuk membeli konektor tambahan. Tentu memudahkan para pemakainya kala kehabisan daya smartphone. Tinggal aplikasikan lewat kabel bawaan ponsel saja.

Khusus varian Sporty dan Fashion mendapat remote anti-theft dan answer back system. Tapi pengoperasian motor masih menggunakan kunci konvesnional. Di lain sisi, untuk membuka bagasi tetap menggunakan tombol di samping rumah kunci.

Sementara tipe tertinggi (Stylish dan Prestige) sudah menggunakan Smart Key System. Teknologi untuk menghidupkan mesin sebagai pengganti kunci konvensional. Tingkat kemanan makin meningkat, dan bisa meminimalisir pencurian. Cara kerjanya sama seperti dengan yang ada di Honda Vario. Tinggal mengaktifkan kenop untuk menyalakan mesin, sementara remote bisa dikantongi.

Scoopy model anyar diberikan Multi Function Hook. Bermanfaat untuk menggantungkan barang bawaan. Didesain secara praktis karena dapat ditutup bila tidak digunakan. Kemudian pijakan kaki untuk pembonceng kini terintegrasi dengan bodi. Memeberikan nuansa berbeda dan secara estetika jadi lebih baik.

5. Mesin Generasi Baru

Mesinnya pakai generasi terbaru dan termutakhir. Spesifikasinya, 110 cc 4-langkah SOHC eSP, pendingin udara dengan sistem pembakaran injeksi PGM-FI. Ada perbedaan pada ukuran bore x stroke, kini dibuat 47,0 x 63,1 mm dan rasio kompresi 10,0:1. Langkah pistonnya dibuat lebih panjang untuk mengejar akselerasi. Apalagi ditambah dengan bobot yang ringan, motor jadi lebih responsif.

Review: Intip Perbedaan Honda Scoopy Lama dengan Generasi yang Baru 03

Output tenaga Scoopy anyar ada diangka 6,6 kW (9,0 PS) pada 7.500 rpm dengan torsi mencapai 9,3 Nm / 5.500 rpm. Bisa dibilang powernya berkurang sedikit dibanding Scoopy lama. Walau begitu, Honda mengklaim konsumsi bahan bakarnya irit. Berdasarkan data internal Honda, konsumsi bahan bakar Genio mencapai 59 km/liter (ISS on).

Skutik ini ini menawarkan konsumsi bahan bakar yang lebih ekonomis, karena telah didukung oleh teknologi eSP dan PGM-FI. Teknologi eSP terintegrasi dengan ACG Starter, untuk menghidupkan mesin lebih halus tanpa suara, serta menjadi dasar pengaplikasian fitur canggih Idling Stop System (ISS). Membuat mesin Scoopy dapat mati secara otomatis ketika berhenti selama lebih dari 3 detik. Anda cukup menarik tuas gas, maka mesin hidup kembali.

6. Varian dan Harga

Ada tambahan varian di All New Scoopy 2021 terbaru. Kalau sebelumnya cuma dua, kini menjadi empat. Sekarang tersaji Sporty, Fashion, Stylish dan Prestige. Total ada 8 warna yang disediakan. Masing-masing dibedakan dengan grafis dan kelengkapan fiturnya. Untuk varian terbawah (Sporty dan Fashion) dibanderol Rp 19.950.000 dan seri tertinggi (Stylish dan Prestige) dijual Rp 20.750.000 OTR Jakarta. 

 

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Motor_Article_Bottom_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649915591388-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649915591388-0'); });
window._taboola = window._taboola || []; _taboola.push({ mode: 'thumbnails-stream-2x2-desk', container: 'taboola-stream-widget-thumbnails-desktop', placement: 'Stream Widget Thumbnails Desktop', target_type: 'mix' });

Komentar

Motor Terbaru