Mobil dengan transmisi manual masih banyak jadi pilihan masyarakat di Indonesia. Alasannya, perawatan transmisi manual dinilai lebih mudah walau kadang merepotkan dari sisi pemakaian. Untuk itu kalian perlu tahu kebiasaan berkendara yang bikin transmisi manual ini tetap awet.
Mengendarai mobil manual awalnya memang cukup merepotkan, karena kaki kiri dan kanan harus lincah dan aktif saat mengimbangi gas dan kopling. Jenis transmisi ini membuat insting berkendara akan lebih terasah saat kita mengendarai mobil. Untuk perjalanan jarak jauh yang lalu lintasnya lancar, jenis transmisi manual ini memberikan sensasi berkendara yang lebih responsif dan menyenangkan.
Baca juga:
Gunakan Rem Parkir Saat Macet Panjang di Jalan Menanjak, Hindari Kebiasaan Buruk Setengah Kopling!
Bagi sebagian orang yang ogah makin repot, kadang mereka memperlakukan transmisi manual asal-asalan. Akibatnya, kampas kopling cepat gosong atau habis serta mungkin saja sinkromesh di tuas transmisi juga ikut bermasalah. Supaya hal tersebut tak terjadi, berikut ini perilaku berkendara yang dapat memperpanjang usia pakai transmisi manual.
1. Posisikan Tuas Transmisi Manual Mobil Dalam Keadaan Netral Saat Berhenti di Lampu Merah
Beberapa pengendara ada yang memiliki kebiasaan malas memindahkan tuas transmisi ke posisi netral (N) saat berhenti di lampu merah. Bahkan posisi kaki masih menginjak pedal kopling dan rem.
Kebiasaan ini tentunya akan membuat otot kaki pengendara menjadi lebih cepat lelah. Cara ini juga berisiko mobil loncat atau nyelonong akibat injakan di pedal kopling yang melemah.
Guna faktor keselamatan, menghindari kelelahan sekaligus menjaga komponen kopling agar lebih awet, sebaiknya pengemudi memindahkan tuas transmisi ke posisi netral dan menggunakan rem tangan saat posisi mobil dalam keadaan diam.
2. Hindari Kebiasaan Tangan Bersandar di Tuas Transmisi
Beberapa pengendara memiliki kebiasaan seperti meletakkan tangannya di bagian tuas transmisi ketika mengemudi. Kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari karena akan berpengaruh kepada kesigapan pengendara dan juga keawetan komponen di dalam tuas transmisi. Jika posisi tangan selalu berada di tuas transmisi, maka akan terjadi tekanan terhadap selector fork yang membuatnya saling bergesekan.
Bagaimanapun, tuas transmisi tidak di desain sebagai sandaran tangan. Dalam berkemudi yang aman, posisi kedua tangan haruslah terletak pada lingkar kemudi atau bersandar di hand rest yang tersedia.
Hindari Sering Setengah Kopling Saat Tanjakan
Saat mobil berhenti di tanjakan, banyak pengemudi menginjak pedal kopling setengah untuk menghindari posisi mobil tidak mundur ke belakang. Padahal kebiasaan ini justru merugikan karena akan membuat gesekan berlebih pada kampas kopling. Dampaknya, kampas kopling gosong dan cepat aus.
Jika kalian dalam kondisi yang mengharuskan berhenti di tanjakan, lebih aman untuk menggunakan rem tangan agar mobil tidak bergerak mundur. Dengan meninggalkan kebiasaan setengah kopling, berkendara pun jadi lebih aman dan kampas kopling pun lebih awet.
Komentar