5 Alasan Kenapa Honda Jazz GE8 Cocok Sebagai Mobil Untuk Mudik, Bukan Hatchback Kaleng-kaleng!

Yongki Sanjaya · 13 Apr, 2022 14:30

5 Alasan Kenapa Honda Jazz GE8 Cocok Sebagai Mobil Untuk Mudik, Bukan Hatchback Kaleng-kaleng! 01

Siapa bilang hatchback cuma bisa buat gaya-gayaan atau dipakai berkendara dalam kota? Sekalipun ukurannya kompak, Honda Jazz jadi pilihan menarik untuk dipakai mudik merayakan hari raya Idul Fitri. Ini karena Honda Jazz GE8 ini menjadi generasi paling sukses dari sisi spesifikasi. 

Hatchback terlaris Honda ini penjualannya cukup laris di pasar mobil bekas. Dari sekian banyak generasi, Honda Jazz GE8 ini cukup banyak dicari jelang hari Lebaran. 

Karena desainnya yang sporty dan sparepart cukup mudah ditemukan, membuat harga Jazz GE8 masih tinggi dan cukup stabil. Jazz generasi kedua ini harga pasaran bekasnya berkisar antara Rp90 juta sampai dengan Rp150 jutaan. 

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Article_Middle_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649907777923-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649907777923-0'); });

Lantas, apa keunggulan Honda Jazz GE8 kalau dipakai untuk mudik Lebaran? Berikut ini ulasannya. 

1. Honda Jazz GE8 Punya Kabin Luas

5 Alasan Kenapa Honda Jazz GE8 Cocok Sebagai Mobil Untuk Mudik, Bukan Hatchback Kaleng-kaleng! 01

Sebagai city car, Honda Jazz memiliki akomodasi interior yang luas meski secara dimensi relatif kecil. Ini karena posisi tangki bensin yang berada di dek kursi depan sehingga membuat bagian kursi belakang lebih lapang. Jazz memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan pada mobil perkotaan modern dengan menggabungkan performa mumpuni, lincah, irit, namun tetap fungsional dari sisi utilitas penyimpanan.

Dengan harga yang kini relatif terjangkau, Honda Jazz menjadi alternatif favorit kaum urban yang mencari kendaraan serba bisa untuk aktivitas sehari-hari. Interior yang lega dan fleksibel soal layout kursi dengan Ultra Seat-nya. 

Utilitas kabinnya yang lega dan fitur ultra seat yang fleksibel dapat dimanfaatkan untuk membawa barang ukuran besar. Generasi kedua ini lebih besar dimensinya dari generasi pertama, sehingga ruang kabinnya pun terasa semakin lapang.

Kursi belakang bisa dilipat rata sehingga memaksimalkan volume kargo saat butuh membawa banyak barang. Soal penyimpanan barang bukan menjadi masalah bagi Jazz, karena si perancang telah mempersiapkan Interior fleksibel untuk kebutuhan masyarakat perkotaan. 

2. Performa Mesin Honda Jazz GE8 Cukup Bertenaga Untuk Cruising Jarak Jauh

5 Alasan Kenapa Honda Jazz GE8 Cocok Sebagai Mobil Untuk Mudik, Bukan Hatchback Kaleng-kaleng! 02

Hal lain yang membuat Honda Jazz GE8 cukup oke untuk perjalanan antar kota ialah dari sisi performa yang oke. Honda Jazz generasi kedua ini sudah menggunakan teknologi mesin i-VTEC. 

Walau mesin Jazz GE8 masih menggunakan SOHC, namun tenaga yang dihasilkan lumayan besar. Mesin L15A berteknologi i-VTEC punya output sebesar 120 ps pada 6.600 rpm dan torsi 145 Nm di 4.800 rpm.

Performa yang cukup bertenaga ala Jazz makin menyenangkan karena dipadukan sedikit sensasi lincah ala mobil sport saat dipacu di jalan bebas hambatan. Selain itu, konsumsi bahan bakarnya juga tergolong hemat apalagi bila digunakan untuk perjalanan luar kota. 

3. Honda Jazz GE8, Hatchback Modern yang Bandel dan Mudah Perawatannya

5 Alasan Kenapa Honda Jazz GE8 Cocok Sebagai Mobil Untuk Mudik, Bukan Hatchback Kaleng-kaleng! 03

Sebagai mobil keluaran era 2007-2014, Jazz GE8 ini kami nilai sebagai mobil yang bersahabat soal perawatan. Sebab teknologi yang diusungnya gado-gado, kombinasi antara fitur modern dan teknologi konvensional yang bandel. 

Sebagai contoh, Honda Jazz GE8 sudah menggunakan rem cakram pada keempat rodanya. Jelas lebih oke ketimbang generasi selajutnya yaitu Jazz GK5 sudah tidak menggunakan lagi rem cakram pada roda belakangnya. 

Tidak cuma unggul soal pengereman, sistem transmisi yang digunakan juga tidak rumit karena memakai matic konvensional. Gearbox otomatisnya menggunakan teknologi torque-converter yang tangguh dan responsif untuk performa. 

Ketersediaan spare part-nya pun masih banyak, dengan perawatan yang relatif mudah untuk bengkel umum. Dengan demikian, tak perlu khawatir bila harus melakukan penggantian part di kota kecil.

4. Handling Lincah dan Fun To Drive Khas Honda Jazz

5 Alasan Kenapa Honda Jazz GE8 Cocok Sebagai Mobil Untuk Mudik, Bukan Hatchback Kaleng-kaleng! 04

Honda menyuguhkan suatu solusi kebutuhan kaum urban melalui Honda Jazz. Performa bertenaga berpadu pada karakter setir yang ringan membuat hatchback ini mampu bermanuver lincah di segala situasi, baik kepadatan lalu lintas atau saat dipacu di jalan tol. 

Tak kalah menarik, Jazz GE8 juga dilengkapi dengan tuas padel-shift dibalik setir. Kinerja perpindahan giginya jelas lebih responsif, membuat feel mengemudi Jazz GE8 semakin sporty. 

Sistem penggereman menggunakan cakram berventilasi ditambah dengan
fitur keamanan ABS, EBD dan DA pada setiap rodanya. Hal ini membuat percaya diri saat kita berkendara. 

5. Fitur Kenyamanan dan Hiburan yang Modern, Anti Bosan

5 Alasan Kenapa Honda Jazz GE8 Cocok Sebagai Mobil Untuk Mudik, Bukan Hatchback Kaleng-kaleng! 05

Honda Jazz termasuk city car komplit yang cukup nyaman untuk perjalanan jarak dekat atau menengah karena adanya system audio dengan fitur lengkap. Fitur hiburannya juga paling oke pada masa itu karena sudah memakai head unit 2DIN dengan layar sentuh. 

Konektivitas tentu lebih lengkap karena bisa terkoneksi Bluetooth dan AUX. Dengan begini, penumpang atau pengemudi tidak merasakan bosan selama di jalan.

Kesimpulan

Boleh dibilang, Jazz ini adalah hatchback dengan kelengkapan mirip MPV. Dengan beragam keunggulan yang dimiliki, Honda Jazz GE8 bekas ini masih layak bila dijadikan mobil untuk mudik Lebaran di kalangan keluarga kecil. 

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Article_Bottom_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649907953835-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649907953835-0'); });

Yongki Sanjaya

Editor

Berpengalaman di beberapa media online. Bermula menjadi reporter otomotif di situs yang lain hingga kini menjadi Editor di Autofun Indonesia. Penghobi mobil lawas dan anak 90-an banget. FB:Yongki Sanjaya Putra

Komentar

Mobil Terbaru