Apakah Nissan X-Trail Bisa Kompetitif Dengan Mesin Kecil Dari China?

Alex · 14 Mar, 2021 12:00

Apakah Nissan X-Trail Bisa Kompetitif Dengan Mesin Kecil Dari China? 01

Nissan X-Trail, namanya seakan kian tenggelam di pasar otomotif Indonesia. Persaingan di kelas medium SUV yang cukup panas, membuat produk andalan Nissan Indonesia ini harus berjibaku merebut hati konsumen. Padahal modal fitur, teknologi dan mesinnya sangat menarik.

Masalah harga yang tampak kurang kompetitif, jika tak mau disebut murah, dan ketertinggalan di sisi purna jual dibanding Honda atau Wuling mungkin masih jadi tantangan tersendiri bagi X-Trail untuk bersaing. Salah satu jalan keluarnya bisa jadi adalah pengenalan produk baru Nissan X-Trail!

Wujud Nissan X-Trail Generasi Baru di China

Bagi penggemar X-Trail, ada satu kabar menarik dari mancanegara. Bukan cuma karena Nissan global telah merilis tampilan utuh Nissan Rogue (X-Trail versi global) pada Juni 2020 lalu, namun unit versi China belum lama ini juga terungkap wujudnya.

Apakah Nissan X-Trail Bisa Kompetitif Dengan Mesin Kecil Dari China? 02

Pada Nissan X-Trail versi China yang disinyalir akan segera debut tersebut yang menarik justru adalah mesinnya. Sebab dikabarkan mesin yang digunakan berkubikasi kecil.

Jika Nissan Rogue X-Trail dikabarkan akan mengusung mesin berkode PR25DD dengan mesin 4-silinder  berkapasitas 2.500 cc, maka X-Trail baru versi China mesinnya justru lebih kecil. Dari informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, SUV tersebut kemungkinan akan bermesin 1.500 cc plus turbocharger namun hanya 3-silinder. 

Kendati hanya berkonfigurasi 3-silinder namun pencapaian tenaga tertingginya kabarnya justru bisa lebih tinggi dari X-Trail yang dijual di Tanah Air. Mesin 3-silinder tersebut disinyalir dapat merilis tenaga hingga 204 PS dan torsi mencapai 300 Nm yang dipasangkan dengan transmisi berteknologi CVT.

Apakah Mesin Kecil Cocok Untuk X-Trail Indonesia?

Kabarnya Nissan yang juga bekerjasama dengan Dongfeng akan merilis Nissan X-Trail terbaru itu di China pada 19 April 2021 pada ajang Shanghai Auto Show 2021.

Pertanyaan praktis yang mungkin langsung terlintas di benak Anda adalah; Apakah mungkin Nissan X-Trail versi China tadi akan hadir di Indonesia?

Apakah Nissan X-Trail Bisa Kompetitif Dengan Mesin Kecil Dari China? 03

Tentu yang bisa menjawab saat ini adalah pihak Nissan Indonesia sendiri. Namun menarik jika kita lihat dari sisi trend dan persaingan di kelas yang dihuni oleh Nissan X-Trail.

Saat ini Nissan X-Trail bisa dibilang sedang babak belur dalam pertarungan melawan Honda CR-V Turbo, DFSK Glory 580 dan Wuling Almaz. Dari sini mungkin mesin kecil tadi bisa menjadi penyelamat.

Seharusnya Nissan Indonesia tak perlu ragu untuk mempertimbangkannya. Apa yang dilakukan Honda pada CR-V bisa dijadikan contoh yang baik. Pada beberapa tahun menawarkan CR-V dengan mesin 2.000 cc dan dengan percaya diri muncul generasi barunya dengan opsi mesin 1.500 cc yang pakai turbo di tahun 2017.

Tak pelak penjualan yang cukup laris diraup Honda Indonesia. Honda CR-V turbo baru mulai terusik dengan debut Wuling Almaz yang menawarkan harga ekonomis namun berlimpah fitur ketimbang CR-V. 

Apakah Nissan X-Trail Bisa Kompetitif Dengan Mesin Kecil Dari China? 04

Sebenarnya pada 2019 lalu Nissan Indonesia melakukan penyegaran pada X-Trail namun tampaknya hingga hari ini tak ada gema kesuksesannya yang terdengar. Mungkin saatnya sekarang menjejali X-Trail dengan mesin kecil yang harusnya bisa menawarkan efisiensi bahan bakar sekaligus tenaga yang lebih besar. 

Sebagai informasi, medium SUV bermesin turbo tak cuma CR-V saja di Indonesia namun ada juga Glory 580. Naik kelas sedikit, juga ada satu model SUV Eropa yang terang-terangan mengusung mesin kecil, yakni BMW X3 yang dipersenjatai mesin 1.500 cc tiga silinder.

Tak ada yang salah dengan mesin tiga silinder pada medium SUV seperti X-Trail, namun dengan catatan, dapur pacu tersebut harus minim getaran dan powerful seperti yang dapat kita rasakan pada X3.

Tak ada kata tidak kompetitif pada mesin 3 silinder milik X-Trail versi China. Tenaga yang lebih besar dari X-Trail versi Indonesia, pajak yang harusnya bisa lebih bersahabat hingga potensinya menjadi tambahan varian tentu menjadikannya sebagai potensi untuk mengembalikan tingkat kompetitif X-Trail di Tanah Air. 

Bagaimana? Berani, Nissan Indonesia?
 

Komentar