Cukup Disayangkan, Ini 5 Kekurangan Wuling Air ev yang Menyita Perhatian

Enda · 22 Sep, 2022 17:30

Kekurangan Wuling Air ev

Beberapa waktu lalu kami diberi kesempatan oleh Wuling Motors Indonesia untuk menjajali secara langsung berkendara menggunakan Wuling Air ev. Sebagai mobil listrik pertamanya yang dibuat di Cikarang, Bekasi - Jawa Barat, menurut kami Air ev sangat ‘worth it’ digunakan berkendara sehari-hari di kota besar.

Memiliki kandungan lokal sebesar 40%, untuk varian Standard Range sendiri jarak tempuhya hingga 200 km dan tipe Long Range mencapai 300 km. Melalui kegiatan drive Wuling Air ev Green Mobility Experience, kami diberi kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana mengemudikan mobil listrik Wuling ini.

Dengan total jarak tempuh di odometer Air ev Long Range sejauh 66,7 km, menggunakan gaya berkendara kombinasi, kami menghabiskan daya penggunaan listrik sebesar 36%. Sebelum memulai keberangkatan, untuk status baterainya sendiri berada di angka 99%.

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Article_Middle_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649907777923-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649907777923-0'); });

Dirasa sangat cocok digunakan di kota-kota besar, berikut 5 kekurangan Wuling Air ev yang cukup menyita perhatian kami.

Baca juga: Paling Banyak Dibeli Via Kredit, Cicilan Wuling Air ev Mulai Rp6 Jutaan Setiap Bulannya

1. Pemasangan Seat Belt Cukup Merepotkan

Kekurangan Wuling Air ev

Seat belt Wuling Air ev

Untuk pilar A ke B nya Wuling Air ev mempunyai jarak yang cukup panjang. Hal ini sebenarnya dilakukan guna memudahkan penumpang baris kedua saat ingin keluar masuk kabin. Ketika posisi seat belt tergantung pada pilar B nya dan tidak masuk melalui rel di jok depan, pengemudi maupun penumpang depan terasa agak sulit ketika meraih pengait saat ingin memasangkan seat belt.

2. Tuas Lampu dan Wiper Terkesan Ringkih

Kekurangan Wuling Air ev

Tuas lampu Wuling Air ev

Kekurangan berikutnya yang ada di Wuling Air ev menurut kami adalah tuas pengaturan lampu dan wiper yang terkesan ringkih berkat material yang digunakan. Selain itu tuasnya juga memiliki tekstur yang kasar sehingga menurut kami kurang begitu pas ketika digunakan

3. Speaker Terkesan Murahan

Kekurangan Wuling Air ev

Speaker Wuling Air ev

Sistem infotaimentnya Wuling Air ev Long Range menggunakan head unit layar sentuh berukuran 10,25 inci dengan dilengkapi beragam fitur yang dapat diakses oleh pengguna. Seperti yang bisa dilihat didalamnya telah mendukung format pengaturan AC, radio, musik, dan kontrol kendaraan.

Selain itu, layar yang lebar ini juga berfungsi untuk menampilkan citra Rear Parking Camera dengan garis bantuan untuk memudahkan pengguna saat parkir. Bicara mengenai head unit, terdapat pula menu navigasi sebagai penunjuk arah dan pusat daya untuk mengetahui penggunaan baterai dan jarak tempuh. 

Guna memberikan kenyamanan selama berkendara, head unit yang ada di varian teratas Wuling Air ev sendiri telah dipadukan dengan empat buah speaker. Namun cukup disayangkan untuk suara yang dihasilkan speakernya tersebut terdengar biasa saja menurut kami.

Baca juga: Ini Alasan 85% Konsumen Pilih Wuling Air ev Long Range Untuk Dipinang, Fiturnya Gokil Sih

4. Pandangan ke Belakang Lewat Spion Kurang Luas

Kekurangan Wuling Air ev

Spion tengah mungil

Guna mengetahui kondisi belakang mobil baik sedang berjalan maupun parkir, kami kerap kali menggunakannya supaya berkendara tetap aman dan nyaman.

Namun untuk spion tengahnya tersebut kami merasa bahwa visibilitas ke belakang terasa terbatas berkat ukurannya yang mungil. Guna melihat kondisi belakang supaya lebih aman, pada akhirnya kami juga banyak mengandalkan spion samping dengan memperoleh pandangan yang lebih leluasa.

5. Terasa Goyang Saat Melaju 90 Km/Jam

Kekurangan Wuling Air ev

Wuling Air ev terasa goyang ketika dipacu kecepatan tinggi

Pada dasarnya Wuling Air ev diciptakan untuk berajalan di dalam kota dengan kondisi santai. Saat perjalanan menuju destinasi yang telah ditentukan, kami diarahkan untuk melaju di jalan tol. Ketika suatu kesempatan kami menambah kecepatan mobil hingga angka pada odometer berada di 90 km/jam. Disaat itu juga mobil ini terasa goyang ketika jalan lurus dan berpindah lajur secara perlahan.

Setelah merasakan hal tersebut kami mencoba menurunkan kecepatan supaya berkendara tetap dalam kondisi aman dan nyaman.

Sebagai bentuk inovasi modern dari Wuling kepada Air ev dalam rangka menunjang kemudahan pengguna pada saat berkendara maupun mengakses berbagai fitur yang ada pada mobil listriknya, pihaknya juga telah menyematkan fitur WIND (Wuling Indonesian Command). Fitur perintah suara dengan Bahasa Indonesia dalam pengoperasian tersebut dapat dilakukan dengan cukup mudah.

Pengguna hanya cukup mengucapkan ‘Halo Wuling’ atau menekan tombol sisi kanan pada lingkar kemudi untuk mengaktifkannya. Berbagai pengaturan fungsi kendaraan dapat diakses melalui perintah suara ini, meliputi radio, AC, jendela, telepon, aplikasi online, volume, waktu sampai dengan musik.

Perlu diketahui juga Wuling Air ev Long Range sudah dilengkapi dengan Wuling Remote Control App via Internet of Vehicle (IoV). Fasilitas ini memungkinkan pengguna untuk mengakses kendaraan dan fiturnya melalui aplikasi MyWuling+ yang terpasang pada smartphone. Dengan IoV, pengguna dapat menyalakan kendaraan, membuka atau mengunci pintu, hingga mendinginkan kabin melalui gawai yang sudah disediakan. Selain itu juga dapat memantau status pengisian daya dan sisa daya baterai Air ev melalui layar utama aplikasi tersebut.

Baca juga: Penjualan Wuling Air ev Langsung Jauh Tinggalkan Hyundai IONIQ 5 di Periode Agustus 2022

 

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Article_Bottom_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649907953835-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649907953835-0'); });

Enda

Reporter

Seorang pengagum otomotif sejak kecil, yang suka mengoprek kendaraan di akhir pekan, membuat penulis semakin cinta pada dunia otomotif. Yang pada akhirnya hoby tersebut membawanya ke dalam dunia pekerjaanya sebagai penulis hingga saat ini.

Komentar

Mobil Terbaru