Dari 2012 Hingga 2016, Ini Sejarah Panjang Perjalanan Honda Brio Di Indonesia!

Anissa · 13 Des 2020 16:00

Masyarakat di Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Honda Brio. Honda Brio memang merupakan salah satu mobil LCGC yang sudah sangat umum digunakan di indonesia.

Bicara soal kiprahnya, mobil pabrikan Honda yang satu ini juga sudah cukup lama bersaing di kancah otomotif Indonesia. Honda Brio ini cukup populer karena selain harganya yang cukup terjangkau, efisiensi bahan bakarnya juga sangat tinggi. Karenanya, Honda Brio ini bersaing di segmen LCGC dengan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

Tetapi bukan hanya bersaing pada segmen tersebut, Honda Brio juga bersaing dalam segmen small hatchback melawan Suzuki Ignis, Mitsubishi Mirage, Nissan March, Suzuki Splash, Daihatsu Sirion, Kia Picanto, Hyundai i10, dan Toyota Etios Valco. Sekarang, mari kita lihat perjalanan Honda Brio sejak pertama kali datang hingga tahun 2016.

Perjalanan Honda Brio

Honda Brio pertama kali meluncur pada bualn Agustus 2012 di Thailand. Ketika itu, mobil Honda Brio ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi, yakni kisaran Rp170 jutaan. Pada saat pertama kali hadir di Thailand, Honda Brio ini memang tidak dimaksudkan untuk menjadi mobil LCGC. Tetapi akibat tren mobil LCGC yang mulai merebak pada tahun 2013 di Indonesia, mobil yang satu ini kemudian didatangkan ke Indonesia dan digolongkan menjadi LCGC.

Memiliki desain yang sporty, Honda Brio ini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia terutama dari kalangan konsumen muda. Tidak hanya untuk penggunaan transportasi sehari-hari, Honda Brio ini juga banyak digunakan untuk keperluan modifikasi. Tidak hanya penampilannya, mesinnya yang cukup bertenaga pun menjadi salah satu daya tarik utama dari Honda Brio.

Honda Brio di Tahun 2012

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Honda Brio pertama diluncurkan pada tahun 2012. Mobil ini mengusung slogan “Dare To Handle More?” ketika pertama kali diluncurkan di Thailand.

Honda Brio kemudian didatangkan ke Tanah Air dengan status CBU. Ketika itu, Honda Brio menggunakan mesin 1.3 liter i-VTEC bertenaga 100 PS yang juga digunakan pada Honda Jazz di Jepang, berbeda dengan Honda Brio yang diluncurkan di Thailand dan India. Honda Brio yang diluncurkan di kedua negara tersebut masih menggunakan mesin 1.2 liter i-VTEC bertenaga 88 PS. Tidak hanya di Indonesia, mesin 1.3 liter ini juga digunakan di Filipina.

Meskipun hal ini merupakan keunggulan yang dimiliki Honda Brio yang diluncurkan di Indonesia, tetapi penggunaan mesin dengan kapasitas dan tenaga keluaran yang lebih besar ini tentu berpengaruh pada harga jualnya. Penggunaan mesin ini membuat harga Honda Brio yang pertama kali diluncurkan mencapai Rp170 jutaan untuk Honda Brio tipe E AT.

Bicara soal desain eksteriornya, Honda Brio pertama ini memang memiliki bagian belakang yang cukup unik, dimana tidak ada pintu bagasi, melainkan kaca belakang yang bisa dibuka. Desain semacam ini juga pernah digunakan pada unit Honda Civic Wonder.

Banyak konsumen yang berspekulasi bahwa desain seperti ini digunakan untuk menekan harga jual dari Honda Brio. Tetapi terlepas dari hal itu, desain Honda Brio secara keseluruhan memang terlihat sederhana, tetapi kental dengan kesan sporty.

Kesederhanaan yang dimiliki Honda Brio ini membuatnya cocok menjadi mobil yang enak untuk dimodifikasi. Tidak heran jika kemudian mobil Honda Brio ini banyak digunakan untuk dimodifikasi.

Honda Brio memiliki ground clearance yang rendah, membuatnya memiliki kestabilan yang baik. Tetapi sayangnya ground clearance yang rendah ini tentu menghambat ketika kita berkendara di jalan bergelombang dan rawan banjir.

Kemudian untuk bagian interiornya sendiri, Honda Brio ini memiliki desain yang didominasi oleh tiga warna berbeda. Bagian dashboard-nya menggunakan warna hitam dan coklat, bagian glovebox-nya berwarna beige, joknya berwarna beige dan coklat, sedangkan door trim-nya pun berwarna beige dan coklat. Ada aksen warna silver yang terlihat pada bagian knob AC dan kemudinya. Sementara pada kisi AC berbentuk bulatnya dilapisi dengan aksen chrome.

Khusus untuk Tipe E, Honda Brio mengandalkan head unit 2DIN yang lengkap dengan fitur pemutar CD/MP3, serta port USB, iPod, dan AUX. Head unit ini dipadukan dengan kehadiran empat buah speaker yang menghasilkan suara yang cukup mantap, bass-nya pun lebih terasa. Sementara untuk pengaturan AC-nya sendiri masih sederhana, hanya menyediakan pengaturan arah hembusan anginnya.

Untuk Honda Brio pertama ini, terdapat lima cup holder, cukum baik untuk mobil sekelasnya. Dan meskipun Honda Brio ini sudah menggunakan power window, power window-nya ini masih belum menggunakan Auto Up, dan pembukaan bagasi pun masih harus menggunakan kunci atau handle yang terletak di sisi pengemudi.

Tetapi bicara soal leg room dan head room, mobil Honda Brio ini cukup mumpuni, meskipun dari luar mobil ini terlihat kecil. Joknya cukup nyaman untuk pengendaraan jarak jauh. Tetapi sayangnya, bagasinya cukup sempit, sehingga tidak bisa membawa terlalu banyak barang.

Lalu bicara soal fiturnya, Honda Brio pertama ini memang cukup minim. Mobil yang satu ini belum dilengkapi dengan wiper belakang, defogger, fog lamps, dan lain-lain. Tetapi mobil ini menghadirkan dua pilihan transmisi, yakni transmisi manual 5 percepatan, dan transmisi otomatis 5 percepatan, seperti yang juga digunakan pada Honda Jazz GE, Honda City GM, dan Honda Freed.

Soal fitur keselamatannya, Honda Brio pertama ini bisa dibilang memiliki fitur keselamatan yang cukup mumpuni pada masanya. Mobil Honda Brio ini hadir standar dengan Dual SRS Airbag, Anti lock Braking System, Electronic Brake Distribution, Pretensioner Seatbelt, serta rangka GCON + ACE.

Honda Brio Tahun 2013

Pada tahun 2013, peraturan LCGC mulai diberlakukan di Indonesia, dan Honda pun menyiapkan Honda Brio sebagai jagoannya. Honda Brio tahun 2013 ini menggunakan mesin 1.2 liter i-VTEC yang menghasilkan tenaga sebesar 88 PS. Dan karena mobil Honda Brio ini sudah mulai diproduksi di Indonesia, harga jualnya pun menjadi lebih terjangkau dibandingkan dengan versi pertamanya.

Honda Brio yang hadir pada tahun 2013 ini mengusung slogan “More Choices, More Excitement”. Ketika itu, Honda Brio hadir dengan beberapa varian, yakni Honda New Brio Satya, Honda New Brio, dan Honda New Brio Sports. Lalu untuk harganya sendiri, Honda Brio Satya A dibanderol dengan harga Rp106 jutaan, Honda Brio Satya S Rp111 jutaan, dan Honda Brio Satya E Rp117 jutaan. Sedangkan Honda New Brio S dibanderol dengan harga Rp138 jutaan, dan tipe E dibanderol dengan harga Rp146 jutaan.

Lalu apa bedanya Honda Brio 2013 ini dengan generasi pertamanya? Pada Honda Brio 2013 ini, terdapat fitur fog lamps dan rear wiper, meskipun baru tersedia untuk Honda Brio Satya E, Honda New Brio E, dan Honda Brio Sports. Khusus untuk Honda Brio Sports, bagian eksteriornya memiliki stiker stripping standar yang tiap warnanya memiliki stiker yang berbeda, serta dilengkapi dengan rear defogger.

Fitur Tilt Steering sudah tersedia untuk Honda Brio Satya, Honda New Brio, dan Honda Brio Sports varian E. Secara keseluruhan, bisa dibilang bahwa spesifikasi Honda Brio Satya dan Honda New Brio untuk tipe yang sama memang sama, kecuali pada bagian garnish belakang, sistem pengereman ABS dan EBD, Security Alarm, transmisi dan peredam mesin.

Honda Brio di Tahun 2014

Sebenarnya tidak banyak yang bisa diceritakan dari Honda Brio tahun 2014, karena pada tahun ini, ubahan yang dilakukan pada Honda Brio bisa dibilang cukup minim. Honda Brio Satya E sudah mendapatkan Security Alarm.

Jika sebelumnya Honda Brio Satya menggunakan dashboard dan door trim campuran hitam-coklat, pada versi tahun 2014 ini, Honda Brio mengganti semua aksen berwarna cokelat tersebut menjadi warna hitam. Tetapi untuk interiornya secara keseluruhan, jok dan pilarnya masih menggunakan warna beige.

Pada Honda New Brio, interiornya menggunakan warna hitam, termasuk pada bagian joknya. Bagian atap kabinnya menggunakan warna abu-abu dan door trim-nya menggunakan warna hitam. Secara tampilan interior, Honda New Brio ini memang terlihat lebih eksklusif, tetapi interiornya jadi terasa gelap.

Honda Brio di Tahun 2016

Tahun 2016 ini adalah tahun dimana Honda Brio kembali mendapatkan facelift. Pada facelift kali ini, Honda Brio juga menghentikan produksi Honda Brio Sports, sehingga hanya menyisakan Honda Brio Satya yang tersedia dalam pilihan transmisi manual dan CVT, serta Honda New Brio yang berubah menjadi Honda Brio RS.

Ubahan yang dimiliki Honda Brio pada masa ini cukup banyak. Mobil ini menggunakan wajah dan grille baru yang lebih modern. Velg-nya pun mendapatkan pembaruan. Pada lampu belakangnya, terdapat aksen berwarna merah yang terasa lebih elegan.

Khusus untuk Honda Brio RS, headlampnya menggunakan headlamp yang juga disematkan pada Honda Mobilio RS lama yang memiliki desain atraktif, sehingga memberikan tampilan wajah baru yang segar. Ada body kit yang ditambahkan di bagian samping, serta garnish di kaca belakang yang hadir standar untuk Honda Brio RS.

Pada bagian dashboard-nya, Honda Brio memiliki dashboard yang sama dengan Honda Mobilio dan Honda BR-V. Khusus untuk Honda Brio Satya, bagian interiornya berwarna ivory alias putih tulang. Sementara untuk Honda Brio RS masih didominasi dengan warna hitam, dengan sedikit aksen oranye.

Pengaturan AC-nya sendiri sudah menggunakan AC digital untuk Honda Brio Satya. Fitur Audio Steering Switch juga sudah disematkan pada Honda Brio Satya E dan Honda Brio RS. Kedua model ini juga sudah tersedia dalam pilihan transmisi manual dan CVT dengan Earth Dreams Technology. Mesin yang digendongnya pun memiliki keluaran tenaga yang lebih besar, yakni sebesar 90 PS.

Saat ini, Honda Brio hanya menawarkan tiga model saja, yakni Honda Brio Satya S, Honda Brio Satya E, dan Honda Brio RS. Untuk tipe S hanya tersedia dalam pilihan transmisi manual, sementara yang lainnya masih tersedia dalam pilihan transmisi manual dan CVT.

Komentar

Mobil Terbaru