Ini 5 Penyebab Sistem Kemudi Mobil Mudah Rusak!

Dhoni · 27 Jan 2021 20:00

Permasalahan pada sistem kemudi tidak hanya terjadi pada mobil lama, namun juga sangat mungkin terjadi pada mobil yang baru saja keluar dari dealer. Masalah pada sistem kemudi mobil bukan masalah sepele. Jika tidak ditanggapi dengan benar dapat beresiko besar. Untuk produsen mobil, pasti harus langsung mengakui dan menangani permsalahan pada sistem kemudi mobil.

5 hal penyebab sistem kemudi rusak

Jika memang Anda belum mendapatkan permasalahan pada sistem kemudi, maka Anda wajib untuk melakukan perawatan dan menjaga kondisinya agar tetap normal. Layaknya pada komponen lainnya di mobil, sistem kemudi juga dapat rusak. Dan ada juga unsur disengaja atau tidak yang membuat piranti pada sistem kemudi mengalami kerusakan.

Komponen pada sistem kemudi mobil

Hal apa saja yang mungkin dapat membuat sistem kemudi rusak, berikut lima penyebab yang dapat menyebabkan kerusakan pada sistem kemudi:

1. Kerap melibas jalan berlubang dan gundukan

Pada piranti sistem kemudi terdapat komponen yang terdiri dari pinion, rack, lower arms, tie rods, ball joints, dan CV joints. Seluruh join atau sendi persambungan pada sistem kemudi tersebut sangat rentan untuk mengalami kerusakan.

Sambungan atau join pada sistem kemudi mungkin saja dapat bertahan pada gundukan kecil seperti pada speedbump yang tidak membahayakan. Tetapi gundukan besar seperti halnya polisi tidur yang dilalui secara berulang dan dalam kecepatan tinggi, tentu dapat menimbulkan kerusakan serius.

jalan berlubang penyebab kerusakan pada sistem kemudi mobil

Kemungkinan yang terjadi pada sistem kemudi Anda adalah bagian dalam tie rods dan lower arm terlepas, atau hal terburuk ada komponen yang patah. Saat  mengalami kejadian ini, dapat dipastikan roda depan bergerak tidak menentu dan menimbulkan suara besar seperti dua besi saling diadu. Selain itu kemudi mobil akan terasa bergetar.

Kerusakan pada tie rod

Pastikan Anda selalu dapat menghindari lubang dan melalui polisi tidur dengan kecepatan rendah. Jangan menganggap roda kemudi terbuat dari material kuat sehingga tak akan merasakan kendala pada sistem kemudi.

2. Melalui jalan menyiku berkecepatan tinggi

Jalan menyiku yang kami maksud adalah jalan dengan bagian ujung yang memiliki sudut seperti turunan atau tanjakan dengan bagian jalan yang rata atau sebaliknya. Jalan seperti ini biasanya dapat ditemui di ramp gedung parkir atau justru di jalan masuk ke rumah atau kantor Anda.

Pada prinsipnya hampir sama saat melalui jalan berlubang atau gundukan. Memaksakan melewatinya dengan kecepatan tinggi untuk melalui jalan menyiku bukan hal yang terpuji.

Permukaan jalan yang menyiku dapat membuat sistem kemudi rusak

Sangat mungkin komponen sistem kemudi mengalami kerusakan parah akibat hantaman dari permukaan jalan. Lalui jalan tersebut dengan kecepatan rendah demi menjaga komponen mobil anda.

Kerusakan pada komponen sistem kemudi mobil

3. Mengerakan kemudi tanpa mobil bergerak

Ada yang berpendapat bahwa memutar atau menggerakan kemudi saat mobil tidak bergerak dapat menimbulkan masalah pada sistem kemudi. Pasti pernah ada yang melarang Anda untuk tidak melakukan hal ini karena berbahaya atau malah sebaliknya yang merasa hal ini tidak berbahaya.

Pada kenyataannya, jika Anda terpaksa menggerakan kemudi, lakukanlah tanpa menginjak rem, sehingga tidak menghasilkan masalah pada sistem kemudi. Paling tidak tanpa rem yang terkunci, maka akan ada gaya fleksibel pada mobil.

Berbeda dengan kemudi yang dipaksa digerakan tetapi rem mobil sedang diinjak sehingga persendian pada sistem kemudi yang menjadi korbannya. Memang bukan kendala besar, jika harus melakukannya sesekali karena hanya menimbulkan kerusakan sistem kemudi yang minimal. Namun jika kerap dilakukan, ban mobil juga akan terkena dampak utama sehingga akan terjadi ‘habisnya kembangan ban atau "gundul".

4. Sistem kemudi jarang dirawat

Seluruh komponen mobil akan mengalami keausan seiring dengan pemakaian, begitu pula dengan piranti pada sistem kemudi mobil. Bahkan lower arm juga dapat mengalami korosi atau karat. Begitu pula komponen lainnya pada sistem kemudi mobil.

Pada rack steer dan pinion, memang rack steer terdapat seal yang membungkus rack steer dengan tie rod. Namun posisi rack steer yang dekat dengan ruang mesin dapat aus akibat terkena panas secara terus menerus.

Komponen sistem mobil yang rusak

Tentu saja dapat membuat seal rusak sehingga pelumas (oli power steering) dapat bocor. Anda harus selalu memastikan tidak ada kerusakan pada seal dan selalu perhatikan ketinggian dari oli power steering. Komponen lainnya juga membutuhkan perhatian anda.

Berbeda pada rack steering dengan EPS (Electronic power steering) yang memang membutuhkan pelumas tetapi bukan hal yang harus Anda service.

5. Melakukan putaran penuh hingga terkunci

Maksud dari melakukan putaran penuh hingga terkunci adalah memutar kemudi sampai ‘mentok’ dan mengunci . Hal ini sering dianggap berbahaya pada sistem kemudi model power steering, walau juga berlaku pada mobil yang masih manual (tanpa power steering). Saat memutar kemudi sampai mentok maka dapat mengunci kemudi dan akan terjadi tekanan mekanis tambahan sehingga sistem hidrolik pada power steering dapat berlubang.

Berbeda dengan sistem kemudi yang telah mengadopsi sistem Electronic power steering (EPS) karena prinsip kerjanya berbeda. Terdapat bantuan tenaga yang langsung dirasakan pada roda tidak melalui rack. Jadi tidak akan terjadi ‘mentok’

Ingat selalu untuk melakukan pemeriksaan pada sistem kemudi maupun komponen lainnya pada mobil Anda. Berkendara tanpa harus memaksakan kinerja mobil. Selalu menjaga sistem kemudi dan berkendara dengan mengutamakan keselamatan.

Komentar