Ini 6 Penyebab Mobil Terbakar dan Bagaimana Menghindarinya

Dhoni · 22 Jan 2021 20:00

Sebuah mobil premium tiba-tiba terbakar saat melintasi jalan bebas hambatan, Padahal mobil tersebut lansiran paling anyar yang tentu saja komponennya terbilang lebih muda dibanding mobil tua. Namun jangan salah, mobil terbakar dapat menimpa seluruh jenis mobil dan tak terbatas usianya. Termasuk mobil dengan harga milyaran rupiah.

Sebenarnya apa penyebab mobil terbakar dan bagaimana cara menghindarinya?

Kasus mobil terbakar memiliki banyak aspek yang menjadi penyebabnya, mulai dari faktor kesalahan sang pemilik hingga masalah teknis pada mobil tersebut. Paling tidak ada 6 hal yang dapat menjadi penyebab mobil terbakar.

Setidaknya ada 7 penyebab mobil terbakar

1. Sistem kelistrikan

Jangan menyalahkan tikus sebagai hewan pengerat yang merusak sistem kelistrikan pada mobil sehingga mobil terbakar. Soket sambungan kabel yang kendur juga dapat menjadi penyebab mobil terbakar. Arus listrik yang tidak stabil dapat menimbulkan percikan api dan berujung membakar bahan mudah terbakar pada mobil anda.

Pastikan soket-soket terpasang dengan rapat

Aki atau baterai pada mobil yang bermasalah bukan hanya membuat mobil susah dihidupkan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kebakaran. Aki mobil yang bermasalah dapat menghasilkan gas hidrogen di ruang mesin, tentunya sangat berbahaya saat kemudian terkena percikan api.

2. Meninggalkan barang mudah terbakar

Cukup banyak barang yang berpotensi menimbulkan kebakaran pada mobil seperti minyak wangi (mengandung alcohol) maupun powerbank. Bahkan powerbank dianggap berbahaya saat dibawa di dalam pesawat terbang. Baterai di dalam powerbank dapat meledak ketika terkena panas berlebih sehingga kebakaran mobil dapat terjadi.

Meninggalkan kain perca setelah ‘mengoprek’ mesin juga cukup berbahaya, kain yang semakin lama akan mengering di dalam ruang mesin. Jika kemudian terkena panas dalam ruang mesin atau saluran knalpot maka kain dapat terbakar.

3. Mesin Overheat

Tidak melakukan perawatan rutin pada mobil sehingga oli tidak mengalami penggantian. Tentunya keadaan ini membuat kekentalan oli atau pelumas pada mesin mobil menjadi lebih encer. Mesin pun akan mudah panas dan berujung menjadi kebakaran pada mobil atau minimal mesin mobil jadi rusak parah.

Mesin overheat dapat berakibat mobil terbakar

4. Kebocoran sistem saluran bahan bakar

Kerusakan atau kebocoran pada saluran bahan bakar sangat berbahaya. Bahan bakar yang bocor dapat dengan mudah tersambar percikan api. Api yang ditimbulkan karena saluran bahan bakar bocor tidak hanya menimpa mobil tersebut, sangat mungkin tetesan bahan bakar di jalan ikut terbakar sehingga kendaraan lainnya memiliki resiko yang sama.

5. Memodifikasi mobil berlebihan

Tidak ada yang salah dengan memodifikasi mobil agar terlihat lebih berbeda dan tampil ciamik. Namun melakukan modifikasi mobil yang salah dapat menimbulkan kebakaran. Biasanya sistem kelistrikan yang akan diserang karena memaksakan menggunakan audio dengan spesifikasi berlebihan.

Pastikan modifikasi dilakukan dengan benar dan tak berlebihan

Mengganti komponen mobil yang tidak sesuai peruntukannya juga dapat menimbulkan kebakaran pada mobil. Seperti mengganti lampu utama (headlamp) dengan watt yang lebih besar akan menguras kapasitas aki dan menimbulkan panas sehingga berujung mobil terbakar. Pastikan anda melakukan modifikasi sesuai spesifikasi dari bawaan pabrik.

6. Kecelakaan mobil

Kecelakaan dapat menjadi penyebab mobil terbakar

Mobil yang mengalami kecelakaan sangat berpotensi menimbulkan kebakaran, tabrakan keras maupun terbalik dapat membuat kerusakan pada berbagai komponen, termasuk saluran bahan bakar sehingga bahan bakar keluar dan saat terkena percikan api mobil langsung terbakar.

Cara Menghindari mobil terbakar

Untuk terhindar dari kebakaran pada mobil, caranya sangat mudah. Melakukan perawatan rutin dengan mengganti pelumas dan memeriksa kondisi kelistrikan mobil menjadi langkah yang harus dilakukan agar terhindar potensi mobil terbakar. Selain itu, selalu periksa saluran bahan bakar maupun kabel kelistrikan. Jika memang ada permasalahan, jangan ragu untuk langsung menggantinya atau memperbaikinya.

Pastikan juga tidak menyimpan barang bawaan yang memiliki potensi kebakaran di dalam mobil seperti korek api, minyak wangi alcohol, powerbank dan lain sebagainya.

Jika melakukan modfikasi pada mobil, pastikan tidak asal menggunakan jalur kelistrikan yang telah ada. Sambungan kabel harus terbungkus dan tersimpan rapi. Jangan lupa menambahkan sekering untuk pengaman ketika terjadi lonjakan arus listrik.

Menyediakan tabung APAR

APAR atau alat pemadam api ringan saat ini menjadi kewajiban yang harus disediakan produsen pada mobil terbaru. Peraturan tentang menyediakan APAR pada mobil telah dilakukan sejak awal tahun 2021, Hal ini sesuai dengan aturan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang ditetapkan pada 18 Februari 2020.

Menyimpan APAR pada mobil wajib dilakukan

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP 972/ AJ 502/ DRJD/ 2020 tentang Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan Bermotor, diharapkan dengan tersedianya APAR pada mobil dapat menjadi pertolongan pertama dalam mencegah kebakaran agar tidak menjalar lebih luas.

Dengan peraturan tersebut, maka mobil-mobil baru tahun 2021 harus menyediakan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR). Jika tidak menyediakan maka akan terkena sanksi. Untuk sanksi memang belum dapat bentuknya, namun paling tidak Agen Pemegang Merek akan terkena teguran.

Dengan kewajiban ini, mungkin menjadi landasan beberapa pabrikan mulai menaikan harga mobil ditahun 2021 seperti pada Honda Brio. Sementara untuk mobil yang keluaran dibawah tahun 2020, tentunya juga wajib menyediakan alat pemadam kebakaran ringan. Tujuannya tentu untuk meminimalisir resiko meluasnya mobil terbakar. Hal ini sesuai dengan ukuran tabung APAR yang kompak sehingga tidak dapat digunakan pada api yang besar.

Alat Pemadam Kebakaran Ringan yang dapat digunakan pada mobil, sebenarnya semua jenis APAR dapat digunakan, Namun harus memperhitungkan dimensi agar tidak mengurangi kennyamanan berkendara.

Jenis-jenis APAR untuk mobil

APAR material foam

Dengan material yang berbentuk busa atau foam saat dikeluarkan, APAR jenis tidak cocok untuk memadamkan api yang memiliki arus listrik karena sifatnya mengandung cairan. APAR dengan material foam dapat digunakan pada kain, plastik dan paling cocok untuk kebakaran akibat bahan bakar,

APAR material gas CO2

APAR yang mengeluarkan gas CO2 dapat digunakan pada berbagai sumber api seperti, korsleting, plastik, maupun kain. Namun APAR jenis ini sangat cocok untuk memadamkan api pada akibat kegagalan kelistrikan.

APAR dry material powder atau bubuk

APAR  model bubuk dapat digunakan untuk memadamkan pada semua sumber api yang terdiri dari plastic, kain, korsleting listrik. Tetapi sangat berfungsi pada sumber api yang timbul pada bahan plastik.

Letak APAR pada mobil

Setelah memilik APAR, tentu lokasi peletakan menjadi bagian yang tidak kalah pentingnya. Jika terlalu sulit diakses dalam mengambilnya, tentu api akan cepat menjalar. Namun posisi menyimpan APAR harus memperhitungkan kenyamanan di dalam kabin mobil.

Salah satu cara menyimpan APAR pada mobil

Jika melihat tabung APAR di mobil balap, pasti posisinya tidak jauh dari pengemudi maupun C0-Driver. Tujuannya dapat mudah diraih tanpa harus membuka sabuk pengaman saat mobil terbalik. Namun untuk mobil harian, tentu dapat diletakan di bawah jok pengemudi.

Kesimpulan

Resiko kebakaran sangat mungkin diminimalisir, namun apa penyebab mobil terbakar dan bagaimana menghindarinya akan kembali tergantung dengan pemilik kendaraan. Selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan menyediakan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) menjadi hal terpenting saat ini. Melakukan langkah antisipasi sangat penting dibanding harus mengatasi kebakaran pada mobil.

 

 

Komentar