Ini Perbedaan Tenaga dan Torsi di Kendaraan, Pengaruhi Kecepatan dan Kemampuan Akselerasi

Yongki Sanjaya · 23 Jan 2021 09:00

Saat kita membaca daftar spesifikasi kendaraan bermotor, pasti akan dijelaskan soal torsi dan tenaga sebagai salah satu nilai jual.  Bagi sebagian dari kalian yang awam, mungkin cuma terfokus pada angka tenaga yang besar tanpa begitu memperhatikan torsi. Lantas, apa perbedaan tenaga dan torsi pada sebuah kendaraan?

Tenaga dan torsi tidak bisa dilepaskan dari performa sebuah kendaraan bermotor. Karakter mobil bisa dibaca dari besaran tenaga dan torsi pada lembar spesifikasi. Ada yang torsi puncak berada di putaran rendah dengan tenaga di putaran atas, atau torsi dan tenaga muncul pada putaran menengah yang hampir berdekatan.

Misalnya pada city car yang dirancang untuk mengejar efisiensi bahan bakar. Maka torsi puncaknya sudah ada sejak putaran bawah. Bahasa yang lebih sederhana, akselerasi awal lebih terasa bertenaga.

Pasti sebagian dari kamu masih bingung, apa bedanya torsi dan tenaga pada lembar spesifikasi. Apa pengaruhnya saat mobil dikendarai?

Kami akan mengulasnya secara singkat definisi dan pengaruh dari masing-masing satuan tersebut.

Perbedaan Torsi dan Tenaga

Satuan torsi dan tenaga berbeda-beda di tiap negara atau wilayah. Ada yang menggunakan PS atau HP untuk tenaga. Sementara itu torsi dihitung dengan satuan Nm, Kgm, atau pound feet.

Penjelasan pertama dimulai dengan torsi, yaitu gaya dorong yang diproduksi mesin. Melalui video yang diunggah akun Engineering Explained di YouTube, dijelaskan contoh torsi pada kunci ring dipengaruhi oleh jarak atau panjang gagang.

Perhitungan ini sebenarnya sudah diajarkan pada pelajaran Fisika SMP. Namun kita mungkin belum menyadari bahwa perhitungan mengubah torsi ini sudah ada pada bagian 'pesawat sederhana/pengungkit'.

Semakin panjang gagang, maka tenaga manusia yang dibutuhkan untuk memutar mur atau baut semakin ringan. Mesin juga menghasilkan torsi dari hasil engkolan connecting rod alias setang seher.

Untuk torsi pada silinder ini dipengaruhi oleh panjang langkah atau stroke. Semakin panjang maka torsi yang dihasilkan makin besar.

Jason Fenske sebagai video host ini menjelaskan, torsi dari dalam mesin torsi yang akan ditransfer ke roda bisa dimanipulasi atau diubah dengan perbandingan gigi rasio transmisi.

Ambil contoh Kijang Innova Diesel dan Fortuner Diesel dengan mesin yang sama. Pasti tenaga dan torsi yang dihasilkan akan berbeda. Sebab, Fortuner sebagai sebuah SUV butuh torsi lebih besar untuk menggerakkan mobil yang lebih berat bobotnya.

Besarnya Tenaga Mempengaruhi Kecepatan Mobil

Bila torsi berbicara pada sisi akselerasi, maka tenaga berhubungan dengan kecepatan sebuah kendaraan. Fenske menjelaskan bila semakin cepat mobil melaju maka semakin besar tenaga yang dibutuhkan, begitu pula sebaliknya.

Kita ambil contoh supercar seperti Bugatti dengan tenaga hingga lebih dari 1.000 hp bisa melesat dengan kecepatan 400 km/jam.

Rumus sederhana soal besaran tenaga dari mesin, yaitu dihasilkan dari torsi dikalikan putaran mesin. Semakin cepat putaran mesin maka besaran tenaga semakin meningkat.

Hubungan Torsi dan Tenaga Terhadap Kemampuan Akselerasi

Dalam video ini Fenske kemudian menjelaskan soal hubungan antara torsi dan tenaga dalam proses akselerasi. Ternyata, semakin besar tenaga berdampak pada waktu akselerasi yang makin singkat.

Penjelasannya, naik turun torsi masih bisa dimanipulasi atau diubah oleh girboks, sedangkan besaran tenaga murni dari hasil kinerja mesin. Torsi ini bisa semakin melonjak berdasarkan hitungan gigi rasio.

Misalnya torsi murni dari mesin sebesar 50 Nm dengan angka perbandingan gigi rasio 2.50, maka dihasilkan torsi 125 Nm atau 2,5 kali lipat dari torsi awal dari mesin.

Masih dari video tersebut, Fenske membeberkan dalam sebuah kurva, dimana torsi puncak ini berdampak pada kemampuan maksimal saat akselerasi. Inilah yang dirasakan oleh pengemudi yang semakin terdorong mundur ke sandaran kursi saat menginjak gas.

Torsi Bisa Dimanipulasi, Tenaga Tidak

Masih banyak masyarakat di sekitar yang belum sepenuhnya memahami tentang pengertian torsi dan perbedaannya dengan tenaga. Torsi lebih banyak memiliki peran untuk mengatur putaran mesin, sehingga mobil yang dalam keadaan diam bisa bergerak.

Pengertian torsi bisa dipahami sebagai sebuah gerakan berupa dorongan yang terjadi di ruang pembakaran pada mesin. Untuk menghasilkan akselerasi yang gahar, torsi dari mesin bisa diubah dengan perbandingan gigi rasio yang besar.

Dikutip dari laman resmi Suzuki, torsi ini berawal dari adanya sebuah ledakan tenaga yang terjadi di ruang bakar pada mesin. Setelah itu tenaga yang dihasilkan akan tersalurkan menuju roda gila, gardan, dan transmisi dengan bantuan kruk as. Lama kelamaan roda tersebut pun akan mulai bergerak.

Sedangkan untuk tenaga, akan memiliki peran ketika mobil tersebut sudah mulai bergerak. Semakin cepat mobil melaju maka produksi tenaga yang dihasilkan pun pasti semakin besar atau bertambah.

Setelah bergerak, pengemudi harus membuat mobil tersebut melaju dengan cepat dan semakin kencang. Dalam hal ini tenagalah yang memiliki peran penting. Jadi jika Anda melihat sebuah mobil melaju sangat kencang, itu berarti tenaganya yang diberikan juga besar.

Praktik Mengetahui Perbedaan Tenaga dan Torsi

Bila ingin mengetahui secara mudah kinerja torsi dalam dunia nyata, bisa dengan mempraktekkannya memakai mobil metik dengan transmisi CVT. Dalam transmisi CVT telah mengatur gigi rasio secara konstan dengan selalu menjaga tenaga pada puncaknya.

Bila kita menginjak gas secara gradual dengan berpatok pada putaran mesin dimana torsi puncak dihasilkan, maka sanggup berakselerasi lebih cepat ketimbang manual. Bila ingin membuat mobil segera melesat maka pertahankan putaran mesin sesuai tenaga puncaknya berada.

Kita tinggal melihat data spesifikasi teknis. Misalnya tenaga 450 Hp pada 6.000 rpm dengan torsi 250 Nm pada 4.000 rpm, maka akselerasi spontan bisa kita dapatkan saat menginjak gas hingga putaran 4.000 rpm dari kondisi diam.

Kemudian bila ingin makin ngebut setelah akselerasi, maka gas ditambah hingga putaran 6.000 rpm setelah mobil berjalan. Disinilah peran tenaga untuk menggerakkan mobil semakin cepat.

Kesimpulan

Perbedaan tenaga dan torsi ini begitu berpengaruh terhadap performa kendaraan. Kita bisa mensiasati kebutuhan torsi dengan mengubah rasio gigi, namun akan sulit mengubah besar kecilnya tenaga yang diproduksi oleh mesin.

Sudah tidak lagi bingung kan sekarang saat baca spesifikasi?  

Komentar