Jadi Pabrikan Terlaris di Indonesia, Siapa Sangka 5 Motor Honda Ini Nggak Laku

Yongki Sanjaya · 9 Jan 2021 07:19

Nama Honda menjadi simbol merek sepeda motor terlaris di Indonesia. Namun siapa sangka, pabrikan dengan logo sayap mengepak ini juga pernah mengalami kegagalan pada beberapa model. Sepinya peminat membuat setidaknya lima model motor Honda ini tidak laku di pasaran.

Ada beberapa alasan yang membuat motor ini tidak laku. Alasan utama biasanya karena desain yang tidak sesuai selera atau dianggap aneh. Alasan berikutnya kemudian yaitu fiturnya tidak cocok. Cuma karena dua faktor inilah, konsumen roda dua Indonesia bisa berpaling.

Padahal dari sisi performa ataupun kepraktisan berkendara juga tidak buruk. Namun, masyarakat Indonesia begitu 'galak' soal selera sehingga bisa mencap suatu model ini tidak pas. 

Ada sebagian model yang tidak laku karena muncul prematur. Maksudnya, masyarakat belum membutuhkan fitur atau modelnya belum tren. Bila sudah begini, label motor aneh pun harus siap disandang. 

Lantas, apa saja deretan motor Honda yang nggak laku ini? Ayo kita bahas lebih jauh lagi.

Honda CS-1

Sosok bebek sport bermesin 125 cc ini penjualannya tidak begitu baik. Padahal secara mesin, Honda CS-1 ini mengadopsi langsung mesin Honda Sonic 125 seperti di Thailand. Dengan sedikit sentuhan modifikasi, Honda CS-1 bisa diubah mirip Ducati Hypermotard

Motor ini juga diklaim mirip desainnya seperti motor superhero asal Jepang, Kamen Rider. Pada kenyataannya CS-1 kurang diminati di Indonesia. 

Bahkan, CS-1 ini juga dijuluki sebagai Domba Garut karena desain headlampnya mirip kepala domba yang akan menyeruduk. 

Alasannya, harga yang dibanderolkan cukup tinggi serta model yang nyleneh ini dinilai kurang menarik bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat kita kebanyakan yang lebih suka beli motor karena model ketimbang performa. 

Honda Revo AT

Motor satu ini juga masuk jajaran model yang kurang laku di Indonesia. Saking tidak lakunya, mungkin kamu tidak pernah mendengar nama atau ketemu sosok motor ini.

Akhirnya di tahun 2013 motor ini ditarik dari pasaran karena kurang laku. Penyebabnya, harga yang mahal dan fitur yang aneh sehingga banyak orang jadi ogah beli motor ini. 

Okelah kalau ada bebek pakai kopling, supaya lebih menghasilkan performa menghentak. Tapi bayangkan saja, motor bebek tapi versi metik pakai rantai. Ini membuat orang yang terbiasa pakai motor bebek jadi bingung. 

Honda Spacy

Motor Honda lain yang terpaksa disuntik mati adalah Spacy. Motor yang mengandalkan bagasi super luas ini dihentikan produksinya pada 2018 karena sepi peminat. Untuk kasus motor ini, harus stop penjualan karena muncul prematur. 

Padahal motor ini dibekali mesin 108 cc empat langkah berpendingin udara yang mampu menyemburkan tenaga 8,6 dK dan torsi maksimum 8,9 Nm. Cukup bertenaga.l dengan bagasi besar sebagai fitur utamanya. 

Sayangnya pasar tanah air saat itu sepertinya tidak menyukai desain motor ini sehingga terpaksa disuntik mati. Padahal, skutik-skutik keluaran terbaru sekarang hadir dengan bagasi besar. 

Honda Kirana

Honda Kirana diluncurkan ketika penjualan Supra X 100 sedang moncer-moncernya, yakni pada 2002. Kemunculannya sebagai bentuk peralihan bebek 100 cc ke bebek 125 cc. 

Motor ini dibekali mesin 125 cc 4-stroke, single cylinder, air-cooled, yang mampu menghasilkan tenaga 6,7 kW pada putaran 7.500 rpm. Jadi Kirana jadi motor bebek yang cukup bertenaga pada zamannya. 

Tapi performa mesin saja tidak cukup untuk membuat motor ini laku keras di pasar tanah air. Sebab ada faktor lain yang agaknya dilupakan Honda, yakni desain.

Desain Honda Kirana dinilai tidak se-sporty Supra X yang cenderung menukik sehingga terkesan kuno. Selain itu sistem pengereman motor ini juga masih menggunakan tromol, padahal mesinnya cukup besar.

Jadi, dua tahun setelah diluncurkan, Honda Kirana terpaksa pensiun dini. Kemunculannya digantikan oleh Honda Karisma D 125 yang lebih diterima. 

Honda Supra XX/Supra Y

Masih dari Honda, seri Supra XX atau Supra Y juga masuk kategori kurang laku di Indonesia. Pasalnya, mesin 100cc yang diusung oleh motor ini diklaim kalah jauh. Apalagi, kedua varian tadi memakai kopling manual. 

Jadi, masyarakat melihat sebagai motor nanggung, karena pakai kopling manual tapi dengan mesin kecil. Saat itu, motor dengan kopling manual umumnya adalah motor laki (sport) atau bebek 2-tak performa tinggi.

Kesimpulan

Dari kelima model tadi, nasib yang paling mujur sebenarnya adalah Honda Spacy dan CS-1. Untuk Spacy ini masih banyak dicari unit bekasnya sebagai motor ibu-ibu ke pasar. Sementara untuk CS-1 sebagai bahan modifikasi ala motor dual purpose.

Apabila kalian memiliki salah satu dari motor di atas, jangan bingung soal suku cadangnya karena memiliki banyak kesamaan dengan beberapa model Honda lainnya. Selain itu, karena populasinya sedikit, pemilik motor-motor ini bisa merasa 'eksklusif'. Hebat kan?  

Komentar