Jaman Now, Masih Perlukah Memanaskan Mobil?

Alex · 17 Jan 2021 21:00

 


Mentari pagi mulai naik dari ufuk timur, burung-burung berkicauan dan saat itulah mobil kesayangan sudah bersiap menyala. Ritual memanaskan mobil di pagi hari jadi salah satu menu wajib mengawali hari.

Tentu saja ritual memanaskan mobil di pagi hari sangat familiar bagi orang-orang dahulu kala. Jika Anda tanya pada orang tua, kakek atau nenek mungkin mereka paham akan hal itu. 

Bahkan hingga hari ini para sesepuh kita yang masih rutin mengemudi tetap menjalankan ritual memanaskan mobil tiap pagi. Sebab golongan milenial mungkin sudah melupakan ritual usang ini.

Fungsi memanaskan mobil

Bisa dikatakan sebelum masuk era mobil berteknologi injeksi di Indonesia, memanaskan mesin setiap pagi sebelum mobil dipakai menjadi sangat marak. Bukan cuma populer, mungkin hal ini dianjurkan oleh pabrikan.

Memanaskan mobil biasanya dilakukan dalam waktu yang tidak lama. Lantas apa sih tujuan mobil dipanasakan? Setidaknya ada beberapa tujuan utama memanaskan mobil.

1. Memanaskan oli mesin

Tujuan utama memanaskan mesin di pagi hari adalah membuat oli yang semalaman tidak bekerja dan kena suhu dingin menjadi hangat. Hal ini agar oli mencapai suhu ideal untuk melumasi mesin.

2. Menghindari "brebet"

Tentu tujuan satu ini berlaku untuk sejumlah mobil lawas dengan sistem pengabutan karburator. Karena teknologinya masih sederhana, sistem pengabutan bahan bakarnya biasanya kerap bermasalah dengan suhu dingin di pagi hari. Mau tak mau ritual memanaskan jadi menu wajib karena jika langsung jalan tarikan bisa mengalami "brebet". 

3. Membuat logam-logam mencapai suhu ideal

Bagi sebagian orang, memanaskan mobil diyakini bertujuan untuk membuat logam-logam mesin mobil mencapai suhu ideal. 

Memanaskan mobil jadi ritual kuno

Keharusan memanaskan mobil zaman dahulu memang seolah jadi hal wajib setiap pagi sebelum memulai aktivitas. Hal ini wajar saja, sebab teknologi mesin dan elektrikal mobil lawas belum secanggih sekarang.

Apakah memanaskan mobil setiap hari masih perlu dilakukan? Tentu jawabannya adalah; tidak. Hal ini diamini oleh bengkel resmi Toyota Auto2000. “Jadi mobil sekarang itu sudah tidak lagi menggunakan karburator, tidak perlu ada pemanasan lagi sebelum mulai beraktivitas,” tutur Sapta di Jakarta," ujar Sapta Agung Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Barat yang dikutip dari situs resmi Auto2000.

Bukan mobil merek Toyota saja, mobil keluaran sekarang ini memiliki teknologi mesin yang sudah sangat maju dan pintar dalam menyesuaikan suhu. Isu suhu oli ideal pun sebenarnya sudah tak ada berkat valve adjuster yang secara fungsi untuk menahan oli tidak langsung turun ke carter atau bak penampungan.

Sehingga ketika mesin bekerja, oli bisa langsung melumasi bagian mesin. Beda dengan mobil keluaran lama yang memang harus dilakukan pemanasan mesin agar sistem pelumasan tersebar ke seluruh komponen.

Selain itu, oli dari carter bisa lebih cepat naik ke mesin karena telah didukung teknologi oil pump dan kualitas pelumas dengan visikositas jauh lebih baik.

Untuk menghidupkan mesin, sekarang sudah didukung oleh sensor, seperti temperatur lingkungan dan temperatur oli. “Sehingga komputer bisa langsung menghitung campuran bahan bakar yang tepat untuk bisa menghidupkan mesin. Itulah kenapa mobil zaman now tidak perlu dipanaskan dulu mesinnya sebelum mulai jalan,” ujar Sapta.

Jadi, jangan takut atau khawatir jika tak memanaskan mobil setiap pagi. Begitu masuk mobil, nyalakan mesinnya, Anda boleh langsung jalan tanpa menunggu 30 menit.

Hubungan memanaskan mesin dan virus Corona

Jika dipikir-pikir kembali, memanaskan mobil memang bukan sesuatu yang salah. Terlebih pada mobil-mobil keluaran terbaru yang sudah berteknologi injeksi, memanaskan mobil setiap hari malah lebih banyak ruginya.

Kerugian pertama adalah terbuangnya bahan bakar secara percuma. Padahal mobil tersebut tak dipanaskan pun tidak masalah, namun bahan bakar sudah ada yang terbuang demi ritual memanaskan mesin.

Kedua adalah pencemaran udara sekitar. Mobil yang dipanaskan mesinnya tentu mengeluarkan gas buang CO. Katakanlah 15 menit saja memanaskan mobil, selam itulah garasi atau tempat tersebut udaranya tercemar dari mobil Anda secara terkonsentrasi.

Namun memanaskan mobil tak selamanya buruk jika dilakukan tak berlebihan. Bahkan sadarkah Anda ada hubungannya antara ritual kuno ini dengan pandemi virus corona?

Di masa pandemi ini mobilitas atau kegiatan kita di luar rumah wajib dibatasi, artinya mobil lebih banyak di rumah dan tak terpakai. Nah, dalam kondisi inilah memanaskan mobil perlu dilakukan.

Namun tidak setiap hari. Dalam masa pembatasan sosial ini, mobil yang jarang digunakan bisa Anda panaskan minimal 3 hari sekali. Hal ini untuk menjaga aki, mesin, bahan bakar dan komponen internal lainnya tetap terjaga kondisinya.
 

Komentar