Kelebihan dan Kelemahan Honda Accord Maestro, Mercy E-Class Ala Jepang Era 90-an

Yongki Sanjaya · 4 Okt, 2021 17:30

Kelebihan dan Kelemahan Honda Accord Maestro, Mercy E-Class Ala Jepang Era 90-an 01

Nama Honda Accord sudah sejak lama digunakan sebagai model sedan top of the line Honda di Indonesia. Salah satu generasi Honda Accord yang kini kembali naik daun yaitu Accord Maestro. Dengan segala kenyamanan dan kenyamanan terbaik yang jadi kelebihan Honda Accord Maestro, menjadikannya layak disejajarkan dengan Mercedes-Benz E-Class di era 90-an.

Apakah itu berlebihan? Tidak juga kok mengingat E-Class seri W124 punya banyak tipe. Untuk Accord Maestro ini layak disejajarkan dengan E220 atau 230E. Bahkan, Accord Maestro unggul di sisi fitur AC yang telah memakai fitur auto climate seperti mobil keluaran baru.

Baca juga:

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Rating: Honda Accord – Big Sedan Paling Pintar Dengan Banderol Paling Mahal. Layakkah?

Review Honda Accord 2020: Sporty Dilengkapi Fitur Honda Sensing

Konsumsi BBM Toyota Camry, Paling Irit Dibanding Honda Accord dan Sedan Sejenis

Pada era 90-an, bisa disebut sebagai masa dimana Honda jor-joran dalam pengembangan teknologi dan built quality mobil mereka yang dijual di Indonesia. Pada seri tertentu,Honda Accord Maestro bahkan ada yang memiliki fitur for wheel steering yang diadopsi dari Honda Prelude.

Tampilan eksterior Honda Accord Maestro terlihat pipih, namun bagian atap mobil ini masih tetap agak tinggi dan kaca-kacanya yang lebar. Ini membuat pandangan saat nyetir mobil ini terlihat luas juga karena pilar-pilarnya yang kecil.

Penasaran seberapa kerennya sedan bongsor yang pasaran bekasnya cuma Rp40 jutaan ini? Mari kita bahas lebih lengkap sosok Honda Accord Maestro dalam tulisan di bawah ini.

Kelebihan Honda Accord Maestro, Sedan Medium yang Lega dan Komplit Fiturnya

Kelebihan dan Kelemahan Honda Accord Maestro, Mercy E-Class Ala Jepang Era 90-an 01

Honda Accord CB7 atau yang disebut sebagai Accord Maestro hadir dengan ukuran yantsemakin gede dibandingkan Accord generasi terdahulu. Walau life cycle-nya cuma sebentar, yaitu 1990-1993 namun Accord Maestro dikenang dengan power dan popularitasnya. Wheelbase kini menjadi 2720 mm dan panjang 4.685 mm membuat kabinnya lega, atau mungkin luas di kelas sedan.

Berikut ini dimensi Honda Accord Maestro versi Indonesia:

  • Wheelbase 2.720 mm
  • Panjang 4.680 mm
  • Lebar 1.695 mm
  • Tinggi 1.389 mm (1990-1991), 1.341 mm (1992-1993).

Honda Accord pre facelift yang diproduksi pada rentang 1990-1992 mengusung mesin 2.0 liter karburator. Pada tahun 1991, Honda menawarkan Accord dengan teknologi 4WS (4 Wheel Steering) dengan populasi yang sangat terbatas.

Pada tahun 1992 Honda Accord ini mengalami minor change dimana fuel injection jadi perangkat standar pada semua unit. Mesin 2.0 liter PGM-Fi yang mampu memproduksi 110 hp kini jadi andalan Honda Accord.

Kelebihan dan Kelemahan Honda Accord Maestro, Mercy E-Class Ala Jepang Era 90-an 02

Interior berkualitas tinggi mencitrakan kesan mewah dan solid, dimana kita masih bisa merasakan panel interior dengan lapisan softpad yang lembut dan empuk. Meskipun tak pakai wood panel, tapi interiornya terkesan solid, bukan seperti Honda zaman sekarang yang dikenal sering mengurangi fitur untuk produk versi Indonesia.

Duduk di kursi Accord Maestro pun kita serasa duduk di sofa, apalagi di kursi belakang yang luas. Lapisan beludru di kursi begitu lembut, dan bahkan jadi pelapis di plafon.

Joknya sangat nyaman menopang pinggul dan punggung, dengan legroom dibelakang pun masih sangat nyaman. Kualitas beludrunya pun untuk mobil berumur 21 tahun masih cukup awet dan tidak belel. Inilah bukti kalau Honda jor-joran dan masih royal untuk memproduksi sedan terbaik mereka supaya awet dipakai.

Fitur Canggih di Honda Accord Maestro, Teknologinya Setara Mobil Keluaran 2000-an

Kelebihan dan Kelemahan Honda Accord Maestro, Mercy E-Class Ala Jepang Era 90-an 03

Bicara fitur, inilah poin positif berikutnya dari Accord Maestro. Pertama, fitur AC auto climate single zone, fitur yg baru tersedia di Accord Maestro versi injeksi. Salah satu hal yang benar-benar advance di zaman 90-an dulu. AC di Accord Maestro tergolong bandel karena sampai sekarang masih bisa dinikmati kesejukannya dengan prima dan hembusannya bisa dirasakan sampai ke belakang.

Panel AC ini juga cukup unik dan keren, karena bisa kita tutup supaya konsol tengah terlihat rapi tanpa banyak tombol-tombol. Tak kalah menarik yaitu pada panel instrumen di dashboard Accord Maestro.

Kelebihan dan Kelemahan Honda Accord Maestro, Mercy E-Class Ala Jepang Era 90-an 04

Speedometernya masih bergaya analog ala 90an, tapi kerennya sudah dilengkapi indikator 'individual door'. Jadi kita tahu pintu mana yang masih terbuka/kurang rapat, dan baru banyak ditemukan di mobil jaman sekarang yang punya fitur tersebut, contohnya di Toyota Sienta tipe Q.

Mesin Honda Accord Cukup Jumawa

Nilai plus lain yang bisa kita nikmati dari sebuah Accord Maestro dengan usia nyaris 30 tahun yaitu performa mesin yang jempolan. Dimulai dari edisi pertama keluaran 1990 bermesin 2.000 cc dengan rasio kompresi 9,1:1 dan karburator sebagai pemasok bahan bakar, sanggup menghasilkan tenaga sebesar 115 Hp pada 5300 rpm dan torsi 150 Nm pada 3500 rpm.

Pada tahun 1992, Honda mengganti karburator Maestro dan menggantinya dengan sistem injeksi PGM-Fi. Mesin yang dipakai kodenya berubah menjadi A20NA, masih dengan 2.000 cc SOHC 16 valve namun rasio kompresi dinaikkan menjadi 9,5:1 dan penggunaan sistem injeksi elektronik. Tenaga maksimum yang diraih adalah 133 hp pada 5.300 rpm dan torsi 179 Nm pada 5.000 rpm.

Angka tenaga segitu termasuk cukup besar pada era 90-an, sedikit lebih besar dari W124 230E bermesin 2.300 cc dengan tenaga 131 hp pada 5.100 rpm dengan torsi 198 Nm pada 3.500 rpm. Urusan lari, Maestro tak bisa dipandang sepele.

Kelemahan Honda Accord Maestro, Mesin Besar Banyak Minumnya

Kelebihan dan Kelemahan Honda Accord Maestro, Mercy E-Class Ala Jepang Era 90-an 05

Accord Maestro naik daun karena menjadi salah satu mobil era 90-an yang relatif minim masalah. Dengan mesin 2.000 cc dan tenaga besar, konsekuensi yang harus ditanggung oleh pengguna Honda Accord Maestro ialah konsumsi bahan bakar yang lumayan boros apalagi pada versi karburator yaitu hanya mencapai 8 km/liter saja.

Ground cleareance mobil ini juga terbilang rendah atau ceper, karena desainnya yang pipih. Ini membuat penggunanya sedikit was-was kala harus jalan keluar kota, karena khawatir nyangkut atau gasruk di kolong. Selain itu perhatikan kaki-kaki karena penyakit mobil Honda tua biasanya ada pada cv joint dan sebagainya.

Kesimpulan

Dengan harga antara Rp40-50 juta untuk pasaran Accord Maestro dalam kondisi baik, kami rasa harganya tak terlalu mahal bila dibandingkan dengan kenyamanan maupun performa yang disajikan.

Dari sisi desain mungkin sudah ketinggalan zaman, tapi kenyamanannya masih pantas diadu dengan sedan keluaran terbaru. Saran kami, sebaiknya pilih Accord Maestro transmisi matic karena unitnya tergolong jarang.

Jangan khawatir soal perawatannya, matic mobil Honda keluaran era 90-an tergolong badak sehingga minim masalah. Kita cukup melakukan penggantian oli transmisi secara rutin untuk menjaga kinerja transmisi tetap optimal.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Yongki Sanjaya

Editor

Berpengalaman di beberapa media online. Bermula menjadi reporter otomotif di situs yang lain hingga kini menjadi Editor di Autofun Indonesia. Penghobi mobil lawas dan anak 90-an banget. FB:Yongki Sanjaya Putra

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Honda Accord 1.5L

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru