Langka di Pasaran, Ternyata Ini Kekurangan Suzuki Ertiga Diesel Hybrid

Nussa · 28 Des, 2021 13:30

Langka di Pasaran, Ternyata Ini Kekurangan Suzuki Ertiga Diesel Hybrid 01

Suzuki Ertiga Diesel menjadi salah satu varian yang langka di pasaran

Salah satu mobil keluarga terlaris di Indonesia belakangan ini adalah Suzuki Ertiga. Banyak varian yang dihadirkan oleh Suzuki pada Ertiga. Salah satunya yang pernah dihadirkan adalah Ertiga dengan dapur pacu diesel. Kerennya, Ertiga diesel ini juga mengusung sistem mild hybrid. 

Mobil yang masuk kategori low multi purpose vehicle (LMPV) ini pertama kali diluncurkan ke pasaran pada tahun 2016. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mendatangkannya dari India.

Peminat mobil ini cukup banyak, salah satunya dikarenakan mesin diesel bisa lebih irit dan bertenaga dibandingkan dengan mesin bensin. Di bagian dapur pacu, Suzuki Ertiga Diesel menggunakan mesin berkode D13A, mesin Multijet 1.3 yang dikembangkan oleh Suzuki bersama dengan Fiat dan General Motors.

Tenaga maksimum yang dihasilkan mesin berkapasitas 1.248 cc tersebut dapat mencapai 89 PS pada putaran mesin 4.000 rpm. Sementara torsi maksimumnya, tembus hingga 200 Nm pada putaran bawah 1.7500 rpm. Tenaga tersebut selanjutnya disalurkan melalui sistem transmisi manual 5-percepatan ke roda depan.

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Article_Middle_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649907777923-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649907777923-0'); });

Cara Kerja Sistem Hybrid di Suzuki Ertiga Diesel

Langka di Pasaran, Ternyata Ini Kekurangan Suzuki Ertiga Diesel Hybrid 01

Suzuki Ertiga Diesel menggunakan teknologi mild hybrid

Suzuki Ertiga Diesel mengandalkan sistem penggerak roda depan alias front wheel drive (FWD). Sistem penggerak yang sama digunakan juga oleh Suzuki Ertiga versi bensin.

Tapi, yang menjadi keunikan adalah sistem kerja diesel pada mesin tersebut. Sebab, Suzuki menggunakan sistem mild hybrid. Sistem ini berbeda dari teknologi yang digunakan oleh Toyota Prius atau CR-Z, di mana mesinnya menggunakan baterai khusus, seperti lithium-ion. Teknologi yang digunakan diberi nama Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

Teknologi SHVS menggunakan dua sumber tenaga. Pertama, Integrated Starter Generator (ISG) yang memiliki fungsi sebagai alternator dan generator untuk menyimpan energi yang terbuang dari pengereman atau disebut juga dengan brake regeneration. Sistem hibrida yang dimiliki Suzuki ini terdiri dari tiga komponen utama, yakni mesin diesel, aki berkapasitas besar 70 Ah, dan teknologi ISG.

Langka di Pasaran, Ternyata Ini Kekurangan Suzuki Ertiga Diesel Hybrid 02

Suzuki Ertiga Diesel punya beberapa kekurangan, salah satunya dari sektor mesin

Tenaga tersebut disalurkan untuk mengaktifkan fitur unggulan, seperti idle start/stop dan torque assist function. Fitur idle start/stop berfungsi untuk mematikan mesin ketika mobil berhenti sesaat. Tentunya, fitur ini dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Dengan teknologi Diesel Direct Injection System (DDIS), kompresi yang dihasilkan mobil ini cukup besar, yakni 17,6:1. Suzuki mengklaim konsumsi bahan bakar Ertiga Diesel dapat tembus 22,6 km/liter. Konsumsinya lebih baik jika dibandingkan dengan mobil Low Cost Green Car (LCGC), seperti Honda Brio atau Daihatsu Ayla.

Namun, Suzuki Ertiga Diesel tidak panjang usianya. Penjualannya hanya sampai awal 2018. Maka itu, populasi mobil ini bisa dikatakan cukup langka. Sebab, hanya dipasarkan selama kurang lebih dua tahun saja di Indonesia. Bahkan, di pasar mobil bekas pun cukup sulit untuk menemukan Suzuki Ertiga Diesel.

Langka di Pasaran, Ternyata Ini Kekurangan Suzuki Ertiga Diesel Hybrid 03

Suzuki Ertiga Diesel tidak bisa menenggak sembarang solar

Kekurangan Suzuki Ertiga Diesel Hybrid, Ogah Minum Solar Bersubsidi

Kekurangan Suzuki Ertiga Diesel adalah mesinnya yang sangat sensitif, mulai dari perawatan hingga pemilihan bahan bakar yang digunakan mobil ini tidak bisa sembarangan. Bagi konsumen di kota-kota besar, mungkin memiliki akses yang mudah untuk mendapatkan solar dengan kualitas yang baik.

Tapi, bagi konsumen di daerah-daerah, akan kesulitan untuk mendapatkan solar berkualitas. Seandainya ada, mungkin harus antre panjang untuk mengisi solar. Maka itu, konsumen di luar kota besar atau di daerah, lebih senang dengan mobil diesel yang mampu menenggak solar berkualitas rendah, seperti Mitsubishi Pajero Sport dan sekelasnya.

Desain interior dan eksterior hampir tak ada bedanya dengan Suzuki Ertiga bermesin bensin tipe GX. Tentunya, bisa jadi nilai lebih jika ada peningkatan dari segi fitur hiburan.

Langka di Pasaran, Ternyata Ini Kekurangan Suzuki Ertiga Diesel Hybrid 04

Suzuki Ertiga Diesel langka di pasar mobil bekas

Kapasitas bagasi sama dengan Suzuki Ertiga versi bensin. Kapasitasnya memang tidak terlalu besar dan hanya bisa digunakan untuk membawa barang-barang berukuran kecil. Padahal, mobil ini bisa dikatakan sebagai mobil keluarga, di mana seharusnya identik dengan jalan-jalan, liburan, dengan kursi yang penuh. Untuk membawa barang yang banyak, Suzuki Ertiga Diesel harus mengorbankan jok di baris ketiga untuk dilipat agar kapasitas bagasi menjadi lebih luas.

Selain itu, fitur idle start/stop masih belum dikenal banyak masyarakat pada saat itu. Pihak Suzuki sendiri mengakui bahwa teknologi tersebut masih kurang diminati oleh banyak konsumen. Padahal, fitur tersebut yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar, di mana mesin akan mati secara otomatis ketika mobil berhenti sesaat dan otomatis akan menyala lagi ketika gas diinjak.

Kekurangan lainnya ada pada pilihan transmisinya, yakni 5-percepatan manual. Sementara konsumen di kota-kota besar dengan kondisi lalu lintas yang lebih banyak stop and go, lebih banyak yang memilih mengendarai mobil matik atau transmisi otomatis.

Performa Mesin Diesel Pas-pasan, Kurang Bertenaga di Jalan Pegunungan

Menurut beberapa penggunanya, kekurangan Suzuki Ertiga Diesel lainnya ada di masalah performa. Beberapa konsumen mengatakan bahwa transmisinya sedikit loyo pada saat menghadapi jalanan menanjak, seperti pegunungan dan juga perbukitan.

Padahal, pada umumnya transmisi manual akan lebih baik kemampuan menanjaknya dibandingkan dengan transmisi otomatis. Dari segi kapasitas mesin, memang dinilai terlalu kecil untuk ukuran mesin diesel.

Dengan langkanya unit yang ada di pasaran saat ini, Suzuki Ertiga Diesel di pasar mobil bekas dipasarkan di kisaran Rp 138 jutaan untuk tahun produksi 2016, Rp 140 jutaan untuk tahun produksi 2017, dan Rp 145 jutaan untuk tahun produksi 2018.

Pihak Suzuki sendiri sempat menyebutkan bahwa ada kemungkinan untuk menjual kembali Ertiga Diesel di Indonesia. Secara peluang masih cukup besar, tapi untuk kapan waktunya masih belum bisa dipastikan.

Padahal, permintaan di luar Jabodetabek cukup tinggi. Hanya saja permasalahannya kembali ke kekurangan Suzuki Ertiga Diesel yang tidak bisa menenggak solar sembarangan.

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Article_Bottom_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649907953835-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649907953835-0'); });

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

2021 Suzuki Ertiga GA MT

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru