Mana yang Lebih Aman Saat Berhenti di Lampu Merah, Injak Rem Atau Tarik Rem Tangan Mobil? 

Yongki Sanjaya · 14 Apr, 2021 19:00

Mana yang Lebih Aman Saat Berhenti di Lampu Merah, Injak Rem Atau Tarik Rem Tangan Mobil?  01

Saat perlu berhenti cukup lama di lampu merah, sebagian dari kita akan pasang rem tangan supaya kaki bisa beristirahat sejenak. Namun ada juga yang terus menerus injak rem supaya lampu rem tetap menyala. Lantas mana yang lebih baik saat mobil berhenti lama, injak rem atau tarik rem tangan?

Kedua cara ini ada plus minus serta alasan logisnya. Bila kita injak rem terus menerus tujuannya supaya lampu rem menyala. Tapi risikonya kaki lelah dan tekanan kaki tiba-tiba bisa berkurang. Sementara kalau pasang rem tangan, kaki bisa santai sejenak namun lampu rem mobil tetap mati.

Ternyata, kebiasaan ini menjadi menjadi perdebatan di banyak kalangan. Ada yang mengatakan, bahwa kebiasaan menggunakan rem tangan di lampu merah tidak dibenarkan. Apa sebabnya?

Mana yang Lebih Aman Saat Berhenti di Lampu Merah, Injak Rem Atau Tarik Rem Tangan Mobil?  02

Berhenti di lampu merah seringkali dianggap sebagai waktu ‘santai’ sejenak bagi pengendara mobil setelah melakukan perjalanan. Waktu berhenti selama beberapa detik digunakan untuk beristirahat. Kita bisa menyempatkan untuk cek notifikasi gadget atau melemaskan pergelangan dan badan.

“Mengandalkan hand brake saat berhenti di lampu merah agar pengemudi lebih bebas melakukan kegiatan lain. Cara ini malah pengendara kurang waspada dengan lingkungan sekeliling,” ucap Sony Susmana, senior trainer SDCI sebagaimana dikutip dari laman Hyundai Mobil Indonesia. 

Lampu Rem Mobil Perlu Menyala Saat Berhenti di Lampu Merah

Mana yang Lebih Aman Saat Berhenti di Lampu Merah, Injak Rem Atau Tarik Rem Tangan Mobil?  03

Sony menuturkan kalau dengan kita tetap menginjak pedal rem, akan membuat lampu rem di belakang kendaraan menyala. Hal ini membantu menginformasikan atau berkomunikasi dengan pengemudi di belakangnya bahwa kendaraan kita sedang berhenti.

"Saat menarik tuas hand brake, Anda jadi merasa lebih aman dan santai hingga bisa melakukan banyak hal, termasuk bersantai dan mengecek ponsel. Jelas aktivitas ini sangat berbahaya karena fokus Anda yang terganggu," sebut Sony.

Menurut Sony, lampu merah bukanlah tempat yang baik untuk bersantai dan melakukan aktivitas lainnya. Sebab cara ini bisa menurunkan konsentrasi.

Mana yang Lebih Aman Saat Berhenti di Lampu Merah, Injak Rem Atau Tarik Rem Tangan Mobil?  04

Bagaimanapun juga selama berhenti di lampu merah, Anda wajib tetap waspada. Sony menyarankan kalaupun ingin sedikit bersantai, sebaiknya langsung menepi saja.

Dengan posisi kaki yang tetap berada di pedal rem, Anda menjadi tetap waspada dengan kondisi sekitar. Saat lampu hijau sudah menyala kemudian ketika ada pemotor lainnya yang mencoba untuk menerobos ke depan dengan memanfaatkan ruang sempit, kita bisa sigap karena kaki bisa segera kembali mengerem. 

Saat tuas hand brake aktif, mobil memang tidak bergerak. Tapi kondisi ini tetap berbahaya karena lampu rem dalam kondisi tidak menyala. Jika seperti ini, pengguna jalan lainnya bisa salah sangka dan berisiko menyebabkan tabrakan dari belakang. 

Injak Rem Terus-Menerus Saat Lampu Merah Tindakan Berisiko?

Mana yang Lebih Aman Saat Berhenti di Lampu Merah, Injak Rem Atau Tarik Rem Tangan Mobil?  05

Seiring kepadatan lalu lintas, lampu merah kini menyala cukup lama. Bila melihat perhitungan waktu yang terpasang, lampu merah bisa menyala minimal 90 detik alias 1,5 menit. Kondisi seperti ini bila kita terus menerus injak rem tidak menutup kemungkinan injakannya melemah. 

Hand brake ini awalnya diciptakan khusus untuk membuat mobil tetap diam saat diparkirkan di jalur yang landai atau menanjak. Selain itu, hand brake pun bisa difungsikan saat Anda terjebak macet lama di jalanan menanjak atau menurun.

Sebenarnya, saat kondisi antrian di lampu merah ini banyak pengendara sadar bila memang sedang berhenti. Itulah mengapa, paradigma pengemudi lebih memilih pasang rem tangan daripada injak rem. 

Tujuan lainnya untuk menghindari kalau fokus menurun dan injakan kaki di pedal rem melemah. Dalam kondisi badan yang mulai lelah, menginjak rem terus menerus juga membutuhkan tenaga lebih. Bila fokus menurun membuat injakan melemah dan bisa membuat mobil menabrak kendaraan didepannya. 

Mana yang Lebih Aman Saat Berhenti di Lampu Merah, Injak Rem Atau Tarik Rem Tangan Mobil?  06

Hal ini pun dibenarkan oleh Jusri Pulubuhu, pendiri sekaligus instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Menurutnya, jika mobil berhenti lebih dari 8 detik, penggunaan rem tangan memang diperlukan.

“Ada dua alasan (menggunakan rem tangan), yang pertama adalah keamanan dan yang kedua adalah alasan ekonomis,” ujarnya seperti dikutip dari Seva.

jika pengendara masih menggunakan rem kaki pada saat berhenti di lampu merah atau keadaan macet dalam waktu lama, akan berbahaya bagi kesalamatan. Dikhawatirkan pengemudi akan lengah dan rem kaki secara tidak sadar terlepas dari injakan pengemudi. Ia menyebut kalau menggunakan rem tangan adalah untuk mengindari kelengahan tersebut. 

Rem Tangan Wajib Digunakan Saat Berhenti Lama, Termasuk di Tanjakan dan Turunan 

Mana yang Lebih Aman Saat Berhenti di Lampu Merah, Injak Rem Atau Tarik Rem Tangan Mobil?  07

Pengemudi harus menggunakan rem tangan pada saat berhenti di turunan atau tanjakan, baik dalam keadaan macet atau di lampu merah untuk alasan keamanan.

Selain alasan keselamatan, cara ini dapat menghemat penggunaan rem. Menggunakan rem tangan juga dapat menghemat kampas kopling sehingga dapat beristirahat sejenak.

Dikhawatirkan bila kita injak rem cukup lama membuat tromol atau piringan rem akan semakin panas menahan beban kendaraan. Bila sudah begini dapat mengganggu kinerja rem serta kampas rem juga akan cepat habis.

Jangan khawatir kalau kita lupa melepaskan rem tangan, karena di mobil modern ini sudah ada peringatan di indikatornya kalau rem tangan masih terpasang. 

Kesimpulan 

Melihat kondisi di lapangan, penggunaan rem tangan perlu digunakan apabila mobil berhenti di kemacetan atau antrian lampu merah lebih dari 8 detik. Kita cukup menginjak rem apabila mobil hanya berhenti sejenak. Peran rem tangan semakin vital bila kita harus berhenti di tanjakan dan turunan. 

Lagipula, pengendara kita masih banyak yang aware atau sadar saat kondisi mobil sedang berhenti di antrian lampu merah tanpa perlu memberi isyarat dari lampu rem. Jadi, mana pilihan kalian?  
 

Komentar