Pakai Mesin Underpower, Daihatsu Terios 2021 Bisa Jadi Salah Satu SUV Terlaris?

Yongki Sanjaya · 22 Des 2020 22:00

Daihatsu Terios berhasil jadi salah satu SUV terlaris selain Toyota Rush untuk kisaran harga di bawah Rp 300 juta. Desain baru yang kian modis membuatnya digemari. Namun sayangnya, Daihatsu Terios 2021 ini punya mesin underpower.

Generasi keduanya debut pada Januari 2018, dan telah dijejali tipe mesin yang juga baru, namun di atas kertas, tenaga yang dihasilkan ternyata sedikit lebih kecil dibanding mesin lawas.

Mesin lama Rush (3EZ) mampu menghasilkan tenaga sebesar 108 hp. Sementara untuk mesin baru memakai 2NR-VE yang disematkan pada Daihatsu Terios 2021 hanya menyemburkan tenaga 102 hp saja.

Performa mesin barunya ini mungkin sedikit kurang bertenaga bagi sebagian orang, untuk diandalkan sebagai mobil sehari-hari. Artinya, penurunan output ini membuat mesin Terios jadi terasa underpower.

Untuk performa, mesin ini tidak bisa dibilang spesial, malah cenderung berat. Akselerasi dari 0-100 perlu waktu 13,5 detik. Bila dibandingkan pada power-to weight ratio, Rush tidak sebaik Avanza, yang juga memakai mesin 2NR-VE.

Lantas, berbekal mesin lemot, apakah Daihatsu Terios 2021 masih bisa jadi salah satu SUV terlaris?

Karakter Mesin Daihatsu Terios 2021, Tarikan Bawah Payah

Daihatsu Terios maupun Toyota Rush dibekali mesin baru yang sama, yaitu 2NR-VE.  Tenaga yang diberikan konfigurasi mesin baru ini memang cukup berisi dan tidak ‘ngempos‘ saat menginjak gas pada putaran atas.

Hanya saja jika kita paksa berakselerasi maksimal dari putaran bawah, untuk menyentuh kecepatan 90-100 km/jam akselerasinya dinilai lambat. Memang sih, dari data spesifikasi juga bisa diketahui kalau torsi optimal Terios ini ada di putaran menengah (4.200 rpm) dan tenaga sudah mendekati putaran atas (6.000 rpm).

Karakter ini jelas kurang cocok untuk sebuah SUV yang butuh torsi besar di putaran bawah. Kalau torsinya ada di putaran menengah, apa bedanya Terios ini dengan Xenia atau Avanza?

Beratnya tarikan dari putaran bawah ini disinyalir karena penggunaan transmisi otomatis lawas 4-percepatan. Selain lambat, perpindahan naik-turun giginya juga terasa kasar.

Performa Daihatsu Terios, Sensasinya Serasa Avanza-Xenia

Bisa dibandingkan, kalau mesin baru All New Toyota Rush membawa karakter yang serupa Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia versi terbaru 1.5 yang cukup kental.

Sebab mesin ini juga disematkan pada kedua low MPV tersebut. Sangat disayangkan All New Toyota Rush tidak diberikan opsi kapasitas mesin atau racikan output yang lebih besar. Dengan begini karakternya sebagai SUV tersamar dan mirip layaknya low MPV biasa.

Mesin berkode 2NR-VE dual VVT-i berkapasitas 1.500 cc, 4 silinder. Mesin ini mampu mengeluarkan tenaga 104 hp dengan torsi maksimal mencapai 136 Nm.

Soal transmisinya, Toyota memberikan dua opsi, manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan. Keduanya dapat dipilih sesuai selera dan keuangan dari calon konsumen.

Mesin Baru Daihatsu Terios 2021, Minim Getaran dan Lebih Halus

Kira-kira bagaimana sensasinya saat berkendara? Mobil ini sebenarnya punya mesin yang biasa saja. Improvisasi yang dilakukan oleh Toyota sebenarnya sudah cukup baik terhadap mesin ini, tapi tidak pada tenaganya.

Mesin baru ini benar-benar menghasilkan getaran yang minim dan suara yang tidak bising. Selain itu, karakter dari mesin ini jauh lebih lembut dibanding generasi yang sebelumnya.

Kekurangannya adalah mesin ini punya karakter yang underpower. Bagi Anda yang suka dengan mobil berperforma agresif, lupakan saja Terios, karena akselerasi saja cukup berat.

Konsumsi Bahan Bakar di Mesin Daihatsu Terios Tidak Istimewa?

Mesin 2NR-VE sempat diklaim irit bahan bakar, namun ternyata konsumsi BBM dari mesin ini juga tidak irit-irit amat. Mengacu pada pengetesan jarak jauh, berkisar konsumsi 11,5 km/liter untuk penggunaan di dalam kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam.

Sementara itu, untuk rute tol bisa mencatatkan angka lebih baik, yakni sekitar 16 km/liter. Hal ini dicatat dengan kecepatan rata-rata 90 km/jam. Tidak bisa dibilang buruk, meski tidak impresif.

Kesimpulan

Kembali lagi, efisiensi ini ditentukan oleh power to weight ratio. Apabila Toyota Avanza bisa lebih irit, ini karena bobot mobil yang lebih ringan dari Terios. Untuk menghasilkan efisiensi yang lebih baik, tenaga di Terios semestinya harus lebih besar karena mobil ini masuk kategori SUV yang bobotnya juga berat.

Jadi, masih tertarik dengan SUV underpower ini?

Komentar

Mobil Terbaru