Parkir Mobil di Tanjakan, Perlu Masuk Gigi 1 Apa Cuma Diganjal?

Yongki Sanjaya · 18 Nov, 2022 18:58

Parkir Mobil di Tanjakan, Perlu Masuk Gigi 1 Apa Cuma Diganjal? 01

Dalam beberapa situasi tertentu, kita sebagai pengemudi terpaksa harus parkir mobil di tanjakan. Dalam kondisi seperti ini, kita berusaha supaya mobil bisa tetap anteng di posisinya. Supaya tidak melorot, sebagian orang juga memposisikan transmisi ke gigi 1 sebelum mematikan mesin.

Tujuannya, supaya gerak roda mobil ini tertahan oleh transmisi. Cara masuk gigi 1 di tanjakan ini kadang dilakukan oleh pengguna motuba alias mobil tua bangka. Alasannya karena komponen rem tangan yang sudah mulai lemah sehingga kadang melorot.

Baca juga:

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Article_Middle_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649907777923-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649907777923-0'); });

Alasan Orang Asia Termasuk Indonesia Parkir Mobil Posisinya Mundur, Siapa yang Memulai?

Gunakan Rem Parkir Saat Macet Panjang di Jalan Menanjak, Hindari Kebiasaan Buruk Setengah Kopling!

Cara lain yang bisa kita lakukan yaitu mencari batu atau balok kayu berukuran besar untuk mengganjal roda. Cara ini biasa dilakukan oleh kernet truk/losbak bila menghadapi tanjakan panjang. 

Lantas, apakah parkir di tanjakan kalau pakai bantuan transmisi akan aman? Lebih aman mana dengan mengganjal roda dengan batu atau balok kayu? Berikut ini penjelasannya.

Parkir di Tanjakan Lebih Baik Ganjal Ban Daripada Pasang Gigi 1

Parkir Mobil di Tanjakan, Perlu Masuk Gigi 1 Apa Cuma Diganjal? 01

Parkir mobil di jalan menanjak adalah hal yang sebetulnya berbahaya. Para ahli maupun pakar safety driving tidak menyarankan untuk parkir di tanjakan kecuali dalam situasi sangat terpaksa kalau tidak ada bidang datar untuk berhenti cukup lama.

"Parkir itu yang benar harus di alas yang flat dan datar. Kalau terpaksa parkir di kondisi turunan/tanjakan, yang harus dilakukan yaitu berhenti dengan posisi parking brake on, pastikan kendaraan tidak bergerak," jelas Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) saat dihubungi Autofun Indonesia.  

Parkir Mobil di Tanjakan, Perlu Masuk Gigi 1 Apa Cuma Diganjal? 02

Agar mobil bisa terparkir relatif aman, kalian bisa melakukan beberapa cara yang aman dan tidak merusak komponen kendaraan dalam jangka panjang. Kita juga diperbolehkan masuk gigi 1 atau R dalam situasi tertentu. 

Lebih lanjut, Sony mengimbau kepada pengendara setelah matikan mesin dan lepas pedal rem, apabila kendaraan masih bergerak maka tarik lagi parking brakenya sampai benar-benar berhenti. Bila kamu memakai motuba dan kurang yakin kemampuan rem tangan/parking brake di mobilmu, sebaliknya segera keluar untuk ganjal ban pada roda penggeraknya. Tujuannya untuk membantu agar lebih aman.

Pasang Gigi 1 Hanya Untuk Situasi Kepepet Saat Parkir Mobil

Parkir Mobil di Tanjakan, Perlu Masuk Gigi 1 Apa Cuma Diganjal? 03

Nah untuk penggunaan transmisi sebagai bantuan untuk penahan saat parkir ini hanya opsi terakhir di mobil manual. Pasti lambat laun akan rusak kalau caranya salah bila terlalu mengandalkan gear.

Sistem rem tangan kadang memiliki kemampuan tak optimal akibat kondisinya tidak pernah dicek rutin. Hand rem juga membutuhkan kampas dalam sistem kerjanya. Meski umurnya lebih panjang daripada kampas rem biasa, tapi tetap saja akan mengalami penurunan kualitas. Dampaknya, daya cengkeram menjadi berkurang dan tidak mampu menahan beban mobil.

Saat kondisi jalan parkir menanjak, lebih baik dibantu dengan gigi 1 atau mundur. Jika mobil menghadap ke turunan, lebih baik masukkan ke gigi mundur. Jika mobil menghadap ke tanjakan, lebih baik masukkan ke gigi 1.

"Kita bisa masukkan gear ke P(automatic) dan gear 1(tanjakan) atau R(turunan). Jadi secara prinsip yang harus menahan laju kendaraan saat parkir itu remnya, bukan gear," tegas Sony. 

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Article_Bottom_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649907953835-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649907953835-0'); });

Yongki Sanjaya

Editor

Berpengalaman di beberapa media online. Bermula menjadi reporter otomotif di situs yang lain hingga kini menjadi Editor di Autofun Indonesia. Penghobi mobil lawas dan anak 90-an banget. FB:Yongki Sanjaya Putra

window._taboola = window._taboola || []; _taboola.push({ mode: 'thumbnails-stream-2x2-desk', container: 'taboola-stream-widget-thumbnails-desktop', placement: 'Stream Widget Thumbnails Desktop', target_type: 'mix' });

Komentar

Cek penawaran terbaik dalam 24 Jam!

Honda Civic RS 2022

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru