Peraturan Ganjil Genap di Jakarta Akan Diberlakukan Tiap Hari, Yakin Efektif Atasi Kemacetan?

Prasetyo · 15 Sep, 2021 18:01

ganjil genap jakarta 2021

Beberapa hari belakangan ini banyak beradar kabar akan diberlakukannya peraturan ganjil genap Jakarta yang tidak lagi mengenal batas waktu alias bersifat permanen. Ganjil genap (Gage) nantinya tidak hanya berlaku Senin-Jumat, namun juga di hari libur dan akhir pekan.

Isu akan Gage yang bakal jadi permanen ini ditambah viralnya foto yang memperlihatkan sebuah rambu tentang pembatasan jumlah kendaraan berdasarkan nomor plat tersebut yang sudah terpasang di ruas jalan Ibukota.

Ganjil Genap Jakarta 2021 -1

Rambu gajil genap

Pada rambu larangan belok kiri itu, di bagian bawahnya terdapat tulisan mengenai kawasan ganjil genap. "Senin-Minggu Pukul 06.00-20.00 Kecuali Berplat Nomor Ganjil Di Tanggal Ganjil Berplat Nomor Genap Di Tanggal Genap"

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Makna dari rambu tersbeut jelas menginformasikan jika ada kawasan yang akan memberlakukan ganjil genap permanen Senin-Minggu dengan jangka waktu pukul 06.00 pagi hingga jam 8 malam. Benarkah ganjil genap Jakarta akan berlaku setiap hari?

Baca juga : Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku 12 Agustus 2021. Perhatikan Waktu dan Ruas Jalannya!

Polisi Kaji Kemungkinan Ganjil Genap di Jakarta akan Berlaku Permanen

Ganjil Genap Jakarta 2021-2

Polisi akan sosialisasikan lebih dulu sebelum peraturan berlaku

Menanggapi adanya isu ganjil genap di Jakarta ini yang bakal berlaku setiap hari, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Dirlantas Polda Metro Jaya mengungkapkan sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian.

Namun mengenai beredarnya foto rambu kawasan ganjil genap tersebut ia menjelaskan jika itu adalah rambu yang dipasang saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tujuannya demi mengurangi aktifitas kegiatan masyarakat di luar rumah.

Ganjil Genap Jakarta 2021 -3

Ganjil genap saat ini demi kurangi risiko penyebaran Covid-19

Namun ia juga menyebut kalau tidak menutup kemungkinan jika suatu saat peraturan ganjil genap ini diberlakukan setiap hari. "Tapi pasti ada sosialisasi terlebih dulu jika memang benar akan diterapkan," katanya.

Kawasan Puncak Juga Ganjil Genap Permanen

Selain Jakarta, kawasan Puncak, Bogor juga menjadi wilayah yang memberlakukan ganjil genap di waktu-waktu tertentu. Namun Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Darat kementerian Perhubungan Republik Indonesia akan mengubahnya jadi berlaku terus menerus.

Ganjil Genap Puncak

Tiap akhir pekan kawasan Puncak akan ada Gage

Peraturan ganjil genap permanen tiap akhir pekan di kawasan Puncak dan Bogor ini diharapkan bsia menurunkan volume kendaraan yang menyebabkan kemacetan tak berkesudahan di wilayah objek wisata tersebut. Bahkan jika dirasa kurang akan diberlakukan peraturan tambahan yakni 4 in 1, yakni satu kendaraan minimal 4 penumpang.

Baca juga : Terbit Peraturan Kementerian Perhubungan, APAR Menjadi Wajib di Mobil Baru

Ganjil Genap Jakarta Tetap Berlaku Selama Masa PPKM

Lebih lanjut Sambodo juga menjelaskan kalau selama masa PPKM level 3, peraturan ganjil genap Jakarta tetap berlaku. Namun Gage hanya ada di tiga ruas jalan protokol di DKI Jakarta.

Ganjil Genap Jakarta 2021 -5

Ada beberapa lokasi yang diawasi polisi

Ketiganya yaitu jalan Jenderal Sudirman, jalan MH Thamrin, dan jalan H.R Rasuna Said. Ganjil genap berlaku mulai pukul 06.00 hingga pukul 20.00 setiap hari termasuk hari lubur dan akhir pekan. Tindakan ini guna menekan penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Ibukota.

Peraturan Ganjil Genap Dinilai Tidak Efektif

Peraturan ganjil genap diterbitkan demi mengganti aturan 3 in 1 yang sempat berlaku di sejumlah ruas jalan protokol Ibukota. Waktu penerapannya pukul 06.00 - 10.00 WIB dan pukul 16.00 - 21.00 WIB tiap Senin-Jumat kecuali hari libur nasional dan Sabtu-Minggu.

Ganjil Genap Jakarta 2021 -5

Benarkah aturan Gage bisa redakan kemacetan?

Namun Budiyanto, Pengamat Masalah Transportasi menjelaskan jika peraturan ganjil genap sebenarnya tidak efektif menekan angka kemacetan khususnya di Jakarta. Sebab pertumbuhan kendaraan bermotor akan terus terjadi dan tidak bisa dihentikan.

Selain itu masyarakat golongan atas juga akan memicu pembelian mobil kedua dan seterusnya yang menggunakan plat nomor ganjil serta genap. Sementara untuk masyarakat golongan menengah ke bawah akan mensiasatinya dengan cara lain. Yakni berkendara di luar jam berlaku ganjil genap, atau memilih jalan-jalan tikus. Pada akhirnya ini hanya akan memindahkan lokasi kemacetan karena volume kendaraan di jalan sebetulnya tidak berkurang.

Baca juga : Vietnam Perpanjang Kebijakan Mobil Baru, Industri Otomotif Indonesia Makin Tak Berkutik

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Prasetyo

Editor

Menggeluti bidang jurnalistik otomotif sejak 2009 selaras dengan hobinya dalam memodifikasi mobil. Apalagi karakteristik yang berbeda dari setiap kendaraan yang dibuat oleh masing-masing pabrikan, terus menumbuhkan minatnya di dunia otomotif hingga saat ini.

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Mitsubishi Xpander GLX M/T

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru