Perbedaan Transmisi CVT dan Metik Konvensional, Pengaruhnya Apa Pada Kenyamanan? 

Yongki Sanjaya · 14 Nov, 2020 16:00

Mobil yang dijual di Indonesia terdiri atas beberapa jenis transmisi yang umum digunakan. Secara umum kita hanya tahu manual dan otomatis, padahal transmisi metik ada bermacam jenisnya. Untuk itu kita perlu mengetahui perbedaan transmisi metik biasa atau CVT. 

Secara keseluruhan, komponen yang terdapat di dalam mesin matik konvensional dan CVT sebenarnya hampir sama. Namun, inovasi dan kebutuhan mendorong mulai banyak mobil bertransmisi otomatis atau matik yang menggunakan teknologi continous variable transmission (CVT).

Sistem perpindahan giginya pun berbeda, karena untuk metik konvensional berpindah bertahap. Sedangkan untuk metik jenis CVT langsung meluncur saja tanpa ada jeda. 

Sebab pada metik konvensional perpindahan transmisi digerakan oleh seperangkat planetary gear set. Didalamnya terdapat rasio gigi yang berbeda-beda menyesuaikan putaran mesin dan kecepatan kendaraan. Jenis metik konvensional ini masih banyak digunakan pada MPV seperti Toyota Avanza 2021, Mitsubishi Xpander 2021, atau Suzuki Ertiga 2021. 

Sementara pada CVT, proses perpindahan tranmsisi dihasilkan oleh perubahan diameter pully karena gaya centrifugal. Cara kerja amat mirip dengan transmisi CVT pada skutik. CVT ini lebih sering digunakan pada mobil menengah atas, dan untuk kelas MPV baru Honda Mobilio yang memakainya. 

Perbedaan Cara Kerja Transmisi Metik, Beda Kenyamanan Berkendara

Susunan transmisi dan cara kerja CVT mirip seperti pada motor skutik.

Pada matik konvensional, perangkat planetary gear set sangat bergantung pada kinerja oli. Itulah mengapa seluruh perangkat ini harus dilumasi oleh oli untuk mengatur perpindahan gigi secara hidrolis.
 
Transmisi otomatis AT Torque Converters menggunakan 3 komponen utama yaitu torque converters, planetary gear set, hydraulic control unit. Fungsi dari Hydraulic Control Unit adalah mengontrol kopling. Dimana pada mobil transmisi manual, gerak kopling dikontrol dari pedal pengemudi. 

Torque converter bekerja dengan memanfaatkan tekanan oli dari valve body yang menggerakkan input shaft dari transmisi otomatis yang berguna untuk menggerakkan mobil.

Jenis transmisi otomatis AT menghasilkan performa akselerasi lebih bagus dari CVT. Selain itu biaya perawatan lebih murah walaupun komponennya lebih banyak. 

Transmisi CVT Cara Kerjanya Lebih Sederhana

Pada CVT juga memakai minyak pelumas dalam gigi rasio. Tapi untuk mengatur perpindahan gigi cuma ada belt baja yang jadi media untuk menaikan atau mengurangi momen gerak transmisi. Transmisi jenis CVT dapat melakukan perubahan gigi rasio menyesuaikan dengan putaran mesin.

Tiap puli pada transmisi CVT bekerja dengan didorong oleh sistem pompa fluida. Kondisi tersebut membuat beban kerja mesin jauh lebih ringan. 

Gerak sabuk baja ini membuat perpindahan gigi sangat halus dan terkadang tidak terasa oleh pengemudi. Selain itu, hentakan saat perpindahan gigi juga sangat kecil. 

Kelebihan dan Kelemahan Transmisi Metik

Penjelasan secara sederhana, transmisi otomatis konvensional adalah direct replacement dari transmisi manual. Karena pada transmisi AT ini perubahan transmisinya bahkan hingga 8 kecepatan. 

Sedangkan untuk transmisi CVT, sistem kerjanya persis seperti skutik. CVT memproporsikan putaran mesin terbaik dengan kecepatan yang kita mau. 

Jenis transmisi CVT sangat cocok bagi pengendara yang menginginkan kenyamanan dan serba mudah dalam berkendara. Karena saat mengendarai mobil dengan transmisi CVT hanya tinggal gas dan rem saja dengan perpindahan gigi yang sangat halus.

Perbedaan mobil CVT dan AT konvensional, metik CVT lebih irit bahan bakar. Ini karena kita bisa menjaga putaran mobil yang cenderung jarang tinggi. 

Pada transmisi CVT, setelah kickdown menambah akselerasi untuk menyalip, Anda tidak perlu menekan gas lagi terlalu banyak. Belt baja dan gigi rasio menjaga kecepatan mobil tidak langsung drop seiring kita bisa menurunkan putaran mesin.

Namun untuk kelemahannya, transmisi CVT ini konon biaya perawatan maupun perbaikannya lebih mahal. Kekurangan lain transmisi CVT tak bisa memberikan efek engine brake seperti halnya transmisi manual ataupun metik biasa.

Kesimpulan

Sekalipun pengoperasiannya serupa namun pads dasarnya metik konvensional dan CVT adalah dua jenis transmisi yang berbeda. Setiap jenis transmisi punya cara kerja dan kelebihan masing-masing.

Transmisi CVT ini diciptakan untuk menghasilkan sensasi berkendara lebih nyaman dan akselerasi halus. Namun konsekuensinya, harga mobil maupun perawatan transmisi metik CVT juga lebih mahal daripada manual atau metik biasa.

Untuk kalian yang suka bepergian ke luar kota tapi enggan repot main kopling, maka transmisi otomatis konvensional jadi pilihan yang ideal. Jenis transmisi ini bisa memberikan efek engine brake lebih baik ketimbang CVT ketika melewati turunan panjang.  

Komentar