Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla, 12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia

Evan · 26 Agu, 2021 12:00

Ketika Toyota Corolla pertama kali diperkenalkan di tahun 1966, sedikit orang mengira bahwa mobil ini akan menjadi salah satu mobil paling sukses dan simbol ikon di dunia otomotif. Penjualan awal tergolong cepat, menjadikannya mobil terlaris di dunia pada tahun 1974 dan mengalahkan penjualan Volkswagen Beetle di tahun 1997.

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 01

Sekarang lebih dari 50 juta unit Toyota Corolla telah dijual di lebih dari 150 negara di dunia dan mereknya merupakan salah satu yang paling dikenal di industri. Dengan total penjualan tersebut, setidaknya ada satu Toyota Corolla yang diproduksi setiap 28 detik dari 12 pabrik Toyota yang tersebar di seluruh dunia. 

Di Indonesia, Toyota Corolla Altis dan Corolla Cross keduanya diimpor dari Thailand sebagai salah satu pusat produksi Corolla. Namun tak hanya sedan dan SUV, ada banyak model turunan dari sedan kecil Corolla selama 55 tahun berkembang biak di dunia. Sebut saja hatchback, station wagon, coupe hingga MPV. Seperti apa perkembangan model Corolla tersebut, berikut sejarah Corolla dari generasi ke generasi dan kehadirannya di Indonesia.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Baca Juga:Toyota Camry Facelift 2021 Punya Fitur Keselamatan Level Baru

Generasi Pertama(KE10) 

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 01

Toyota Corolla generasi pertama sayangnya tidak masuk ke Indonesia

Nama Corolla secara resmi digunakan Toyota pada awal peluncurannya di tahun 1966. Untuk Corolla generasi pertama, Toyota mengadopsi desain semi-fastback dan bagian fender lebih menonjol dengan ciri khas lampu utama membulat dan letak spion di kap mesin. Corolla generasi ini menggunakan mesin 1.1 liter seri K yang canggih pada zamannya bertenaga 59 dk dan torsi maksimum 83 Nm, suspensi depan Macpherson, dan bodi khas sedan dua pintu dengan tambahan kursi belakang. 

Mesin 1.1 liter nya beberapa tahun kemudian digantikan dengan seri K-B dan K-D. Mesin dipasangkan ke 3 jenis transmisi: otomatis 2-percepatan, manual 4-percepatan di setir, dan manual 4-percepatan biasa. Di bagian interior masih cukup polos, namun memiliki beberapa fitur modern seperti: console box, armrest, radio dan heater. Dari sisi safety, mobil ini hanya dibekali dengan sabuk pengaman. Sayangnya generasi pertama Corolla ini tidak hadir di Indonesia. Mobil ini akhirnya dipensiunkan Toyota di tahun 1970.

Generasi Kedua (KE20) 

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 02

Lebih dikenal dengan nama Corbet alias Corolla Betawi di Indonesia

Melalui pengalaman dalam mengerjakan generasi pertama, Toyota dengan cepat mengeluarkan generasi kedua. Pengembangan mobil ini lebih diarahkan kepada kenyamanan dan pengalaman berkendara yang lebih baik. Toyota mengembangkan generasi kedua ditengah cepatnya pertumbuhan ekonomi negara Jepang. ketika mobil ini dijual di tahun 1970 angka penjualan Corolla sudah mencapai satu juta unit, yang paling cepat di antara pabrikan lainnya.

Untuk pertama kalinya Toyota menjual Corolla di Indonesia pada tahun 1970. Berlanjut satu tahun kemudian sudah dirakit disini dengan model empat pintu. Desain mobil ini tidak banyak berubah jika dibandingkan generasi pertama. Sektor mesin tetap menggunakan 1.2 liter 3K series bertenaga 68 hp  dan torsi maksimum 93 Nm. Toyota juga masih menggunakan transmisi manual empat percepatan yang terkenal tangguh. Generasi ini memiliki julukan Corbet atau Corolla Betawi di Indonesia, karena saat itu banyak orang Betawi yang memiliki mobil ini. Selain itu mobil ini juga digunakan sebagai armada taksi di Jakarta. 

Generasi Ketiga (KE30) 

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 03

Generasi ketiga kerap disebut sebagai Corolla Veteran di Indonesia

Di generasi ketiga Toyota mulai mengedepankan aerodinamika dan wind tunnel test, pertama kali untuk mobil yang diperkenalkan di tahun 70an. Pada generasi ini Toyota bersikeras untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Hal ini terlihat dari bagian depan yang lebih lancip dan tidak lagi terlalu mengotak. Selain itu penggunaan kaca depan yang lebih landai dapat menekan aliran udara serta memperbaiki konsumsi bahan bakar. Mesin tetap menggunakan 3K 1.200cc 4-silinder dengan tenaga disalurkan melalui transmisi manual 4-percepatan.

Ubahan di interior meliputi perbaikan pada ergonomis tombol-tombol dan penggunaan material padding di dashboard. Semua tombol sekarang berada di tengah dashboard, tidak terlihat acak-acakan dan terkesan lebih mewah. Perangkat keselamatan juga ikut diperhatikan, dengan penggunaan impact absorbing body structure dengan crumple zone di depan dan belakang mobil. Penggunaan safety belt tiga titik juga menjadi standar pada generasi ini. Di Indonesia, Toyota Corolla ini mendapat julukan Corvet atau Corolla Veteran. Tiga generasi sejak peluncurannya, mobil ini telah terjual sebanyak 3.755.029 unit.

Baca Juga:Hadir Di Thailand, Toyota Corolla Altis Hadir dengan Varian Teranyar

Generasi Keempat (KE70) 

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 04

Toyota Corolla DX menjadi salah satu generasi paling ikonik

Toyota Corolla yang akrab dikenal dengan sebutan Corolla DX ini diluncurkan di Indonesia pada Maret 1980. Desain eksterior Corolla generasi ini terlihat lebih simpel dengan bentuk agak mengotak. Desainer Toyota merancang sudut bodi depan untuk memperbaiki aerodinamika dan keiritan bahan bakar. Bagian belakang dibuat sedikit lebih tinggi, namun masih dalam bentuk yang proporsional. Suspensi baru di bagian belakang dengan penggunaan four-link coil memastikan kenyamanan penumpang belakang. Begitu pula dengan penambahan disc brake di keempat roda bagi varian coupe.

Bagian mesin menggunakan 1.3 liter 4K-U bertenaga 71 hp, sesuai untuk mobil dengan berat dibawah 1 ton. Bagian interior merupakan ubahan terbesar karena penggunaan material dashboard dan kursi diambil dari model diatasnya, Toyota Celica Camry yang diposisikan sebagai sedan kelas menengah Toyota waktu itu. Dashboard juga didesain lebih driver oriented, dengan tidak melupakan kenyamanan penumpang. Tersedia kursi yang bisa diatur kemiringan sandarannya serta dapat maju-mundur, serta headrest bisa diatur tinggi rendahnya.

Generasi Kelima (AE80) 

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 05

Bentuk mengotak tampil modern pada Corolla GL serta aplikasi FWD

Generasi ini masih menggunakan desain bodi mengotak, hanya saja secara keseluruhan bentuknya menjadi lebih rapih. Hal ini dapat dilihat dari lampu depan dan belakang yang memiliki ciri khas tersendiri. Sejak awal Toyota mendesain Corolla generasi kelima ini agar lebih ke arah anak muda sehingga dengan jelas tergambar dari eksterior mobil. Pertama kalinya juga di generasi ini ada penggerak roda depan (FWD) menggantikan penggerak belakang (RWD) pada generasi sebelumnya.

Ketika pertama kali diluncurkan, versi sedan mendapatkan mesin 2A 1.3 liter bertransmisi manual 5 percepatan. Kemudian di tahun 1985 ada facelift yang merubah fascia depan dan mesin dibalik kapnya. Menggunakan mesin baru 1.3 liter 2E-LU bertenaga 80 hp dan torsi 108 Nm. Toyota Corolla generasi kelima tetap dijual hingga tahun 1987. Mobil ini sering disebut sebagai Corolla GL.

Baca Juga:Toyota GR 86 2021 Resmi Meluncur, Mesin Lebih Ringan dan Beringas!

Generasi Keenam (AE90) 

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 06

Varian Toyota Corolla Liftback saat ini menjadi salah satu model yang banyak dikoleksi

Mobil yang erat dengan nama panggilan Twincam karena penggunaan teknologi mesin camshaft ganda ini merupakan salah satu legenda Corolla di Indonesia. Agak aneh mengingat tipe SE hadir tanpa cam ganda seperti saudaranya yang lain. Akihiko Saito, lead design engineer saat itu memfokuskan perubahan pada tiga area yaitu performa, kualitas interior dan desain mobil. Hasilnya membuat Corolla generasi ini menjadi lebih membulat, lebih rendah, dan lebih lebar. Hal ini berimbas pada bagian interior yang jauh lebih lega dari generasi sebelumnya.

Mobil ini juga sudah menggunakan power steering dan power window, fitur canggih di masanya. Hadir dalam 4 tipe, mulai dari SE sedan hingga liftback 5 pintu. Versi SE sebagai varian termurah mendapatkan mesin berkode 2E 1.300 cc, sedangkan varian limited, GTi, dan liftback kompak menggunakan mesin 1.600cc. Yang membedakan adalah di tipe GTi hadir dengan mesin legendaris 4A-GE dengan tenaga yang lebih besar, yaitu 140 hp. Sisanya harus puas dengan mesin 4A-F dengan tenaga hanya 90 hp. Populasi dari Corolla GTi sangat sedikit membuatnya jadi incaran kolektor saat ini, bahkan beberapa unit juga hadir dengan transmisi otomatis, yang biasanya manual.

Generasi Ketujuh (AE100)

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 07

Bentuk mulai membulat pada Toyota Great Corolla

Toyota Corolla generasi ini sering disebut sebagai Great Corolla atau Greco. Sama seperti generasi sebelumnya, targetnya adalah anak muda yang menginginkan mobil dengan desain masa kini dan asyik dikendarai. Semenjak generasi ini dan seterusnya, guratan serba kotak dan kaku digantikan dengan bagian melengkung. Desain ini cukup revolusioner karena di jamannya masih ada mobil dengan bentuk kotak seperti Daihatsu Feroza dan Toyota Kijang. Di Indonesia sendiri ditawarkan 2 varian mesin yaitu 2E 1.600 cc bertenaga 72 dk dan torsi 98 Nm serta 1.600cc 4A-FE dengan output tenaga 113 dk dan torsi maksimum sebesar 140 Nm. 

Bagian suspensi tidak lupa diubah oleh Toyota. Penggunaan macpherson empat titik di depan dan enam titik bagian belakang membantu pengendalian mobil. Perubahan lain dilakukan dengan memperbesar trek roda sehingga membuat mobil semakin stabil di kecepatan tinggi. Serta penambahan ventilated disc brake agar pengereman membaik ketimbang generasi sebelumnya. Di interior sendiri masih mirip dengan generasi keenam.

Baca Juga:Waduh Inden Toyota Raize Mengular, Diskon PPnBM Bisa Jadi Hangus

Generasi Kedelapan (AE111 & AE112)

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 08

All-New Toyota Corolla menjadi nama yang familiar di generasi kedelapan

Mulai generasi ini dan seterusnya, Toyota mulai memisahkan desain antar Corolla satu dengan yang lain berdasarkan market suatu negara dan letaknya. Hal ini dilakukan dengan memberikan nama ataupun bentuk berbeda. Di generasi ini Toyota memperkenalkan Toyota Corolla Liftback untuk pasar Eropa dan Australia, sedangkan untuk pasar Asia dan Amerika menggunakan basis All New Corolla yang sama namun dengan sedikit perbedaan di tiap negara terkait regulasi kendaraan.

Di Indonesia sendiri mengikuti desain pasar Jepang, dengan sedikit perbedaan dengan generasi sebelumnya. Yang paling jelas adalah headlamp tidak menyatu dengan grill dan stoplamp tidak lagi pipih tapi lebih mengotak. All New Corolla ditawarkan di Indonesia dengan tiga varian, yakni XLi, SE-G, dan S-Cruise. Toyota melakukan facelift di tahun 1998 (AE112) dengan ubahan cukup banyak di bagian eksterior. Model ini juga mendapatkan mesin 7A-FE bertenaga 115 dk dan torsi 157 Nm.

Generasi Kesembilan(E130)

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 09

Pertama kali menggunakan nama Corolla Altis di generasi ini

Toyota mulai menggeser kelas Corolla sebagai sedan yang lebih mewah pada saat peluncuran Corolla yang kini mendapatkan tambahan nam 'Altis' di belakangnya. Desain baru terlihat segar dan menarik untuk tahun 2002. Seluruh komponen dibuat baru, tanpa adanya keterkaitan dengan generasi sebelumnya. Seakan terjadi lompatan dua generasi, baik eksterior maupun interior mobil ini. Lampu depan tidak lagi hanya mengotak, namun dengan desain membulat. Perangkat safety juga diperhatikan oleh Toyota dengan menyematkan sistem keamanan ABS, rem cakram di keempat rodanya serta dual srs airbag.

Mesin baru 1.800cc berkode 1ZZ-FE dilengkapi teknologi VVT-i menghasilkan tenaga 120 hp dan torsi 165 Nm lebih dari cukup untuk memberikan akselerasi mobil ini mengingat ukurannya yang semakin membesar dari generasi sebelumnya. Interior nya pun terbilang mewah dengan warna krem dan aksen kayu ditambah panel AC digital. Generasi ini memiliki usia paling lama bagi sebuah Corolla, sekitar 6 tahun.

Baca Juga:Cuma di Indonesia Toyota Alphard Dipakai Offroad! Bukti Mobil FWD Juga Bisa Main Lumpur

Generasi Kesepuluh (E140) 

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 10

Generasi kesepuluh, lompatan jauh desain eksterior

Kelanjutan dari nama Altis tetap digunakan karena Toyota sadar akan penjualannya yang cukup baik dan konsumen sudah mulai terbiasa dengan namanya. Di generasi kesepuluh yang diluncurkan tahun 2008, Altis hadir dengan desain baru yang terkesan sporty. Menyasar tidak hanya kelas premium, namun juga anak muda atau eksekutif muda. DI Indonesia Toyota menawarkan tiga varian, J untuk tipe terbawah, G untuk menengah dan V untuk yang termewah.

Mesinnya masih sama dengan generasi sebelumnya, namun dengan tambahan tenaga menjadi 140hp dan torsi 170 Nm. Pada tahun 2009, Toyota meluncurkan mesin baru 3ZR-FE Dual VVT-i bertenaga 151 hp dan torsi maksimum 203 Nm. Di bagian interior juga terjadi banyak ubahan, dengan penambahan fitur ala mobil mewah menjadi salah satunya. Diantaranya smart entry keyless yang menjadikannya mobil Toyota pertama di Indonesia dengan fitur ini.

Generasi Kesebelas (E170)

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 11

Bahasa desain keen look mulai diperkenalkan di generasi ke-11

Gaya desain baru Toyota keen look pertama kali digunakan pada Altis generasi kesebelas pada saat peluncurannya di tahun 2014. Tampilannya semakin tajam dengan sisi sporty berkat penggunaan grill dan lampu depan yang sipit. Toyota sendiri menyematkan fitur safety kelas wahid, dengan tujuh buah airbag, VSC dan emergency brake signal. Di bagian mesin, Altis terbaru masih dilengkapi mesin 2ZR-FE seperti generasi sebelumnya, namun varian 2.000cc dihilangkan karena ternyata kurang diminati. Tenaga dan torsi yang dimiliki mesin 2ZR ini sebetulnya lebih dari cukup untuk digunakan di perkotaan maupun luar kota.

Di bagian interior, fitur canggih juga turut disematkan seperti cruise control, headunit dengan layar sentuh, audio steering, dan climate control.Toyota sempat melakukan penyegaran di tahun 2017, walaupun tidak terlalu banyak perubahannya.

Baca Juga:Toyota GR 86 Siap Masuk Indonesia, Pesan Sekarang Sebelum Kuota Habis!

Generasi Kedua belas (E210)

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 12

Toyota Corolla Altis hybrid mulai diperkenalkan di generasi ke-12 ini

Diluncurkan di tahun 2019, Toyota sepertinya mengedepankan Altis yang ramah lingkungan. Hal ini terlihat dari generasi ke-12 yang menggunakan mesin hybrid 2ZR-FXE berkapasitas 1.800cc dengan sistem Atkinson cycle. Output mesin ini tergolong kecil yaitu 94 hp, namun dengan bantuan motor listrik bertenaga 72 hp. Mesin ini sangat efisien dengan klaim toyota lebih efisien 70% dengan emisi gas buang lebih baik 60%. Hal ini berimbas pada penggunaan bahan bakar yang lebih sedikit karena motor listrik aktif bekerja lebih banyak daripada mesin itu sendiri. Platform TNGA (Toyota New Global Architecture) yang juga digunakan oleh mobil ini membantu mengurangi beban keseluruhan kendaraan.

Dari sisi keselamatan, Toyota memberikan banyak sekali fitur dalam bentuk Toyota Safety Sense(TSS) seperti Pre Collision System (PCS), Adaptive Cruise Control, Lane Departure Alert, dan Automatic High Beam. Kabinnya serba hitam, mendefinisikan gaya elegan masa kini tidak seperti model lawas yang dipenuhi warna krem. Fitur sarana hiburan ditingkatkan melalui konektivitas smartphone Apple CarPlay dan Android Auto. Hal ini membuat Altis semakin naik kelas, menyesuaikan selera konsumen masa kini.

Bagaimana dengan Toyota Corolla di Indonesia?

Perjalanan 55 Tahun Toyota Corolla,  12 Generasi dan 50 Juta Unit di Seluruh Dunia 13

Menurut data wholesale Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) penjualan Altis di Indonesia hingga Juli 2021 total sebanyak 356 unit. Hal ini berbanding terbalik dengan saudaranya Corolla Cross yang mencatat 901 unit. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh tren otomotif sekarang yang semakin melirik mobil dengan berpostur tinggi dan daya angkut yang besar. Selain itu skema pajak kendaraan di Indonesia turut memperberat konsumen untuk membeli sedan.

Baca Juga:Toyota Daftarkan Emblem '2.8' di Indonesia, Pertanda Fortuner Bermesin 2.800 cc Segera Meluncur?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Toyota Corolla Altis G AT

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru