Razia Kecepatan Pakai Speed Gun, Tim Arogan Toyota Fortuner 2021 Cs Makin Susah Ngebut di Cipali

Yongki Sanjaya · 27 Nov 2020 16:00

Razia kecepatan kali ini sifatnya masih pencegahan sehingga pihak kepolisian hanya memberikan teguran kepada pelanggar.

Kepolisian Republik Indonesia semakin memperketat pengawasan di jalan tol untuk pengguna jalan yang overspeeding. Kali ini, satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cipali, Polda Jawa Barat, menggelar razia batas kecepatan di ruas Tol Cipali KM 164 arah Palimanan. Ruas jalan ini tidak jarang menjadi lokasi pengemudi untuk memacu kendaraan sekencang mungkin. 

Razia ini bertujuan untuk menegaskan batas kecepatan maksimal dan minimal di jalan bebas hambatan. Menurut aturan yang tertulis, kendaraan harus berjalan minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam. 

Tidak jarang, kita melihat pengemudi arogan seperti Toyota Fortuner dan sejenisnya memacu mobil dengan kecepatan di atas 100 km/jam. Bahkan pengguna sedan memacu di angka lebih dari 150 km/jam. Mengingat ini bukan Autobahn di Jerman, maka overspeeding ini jelas tidak diperbolehkan.

Razia batas kecepatan yang dilakukan bersama satuan PJR Polda Jabar ini dimaksudkan untuk menekan angka kecelakaan lalu-lintas. Kecelakaan di ruas tol Cipali umumnya disebabkan tidak tertibnya pengendara dalam mematuhi batas maksimal dan minimal saat berkendara di jalan tol.

Kepolisian Memakai Speed Gun Saat Razia Kecepatan 

Operasi speed gun dari kepolisian ini terbagi menjadi 3 regu terdiri dari regu pembidik, regu perlambatan dan regu penindak.

Regu pembidik adalah titik awal yang bertugas untuk membidik kendaraan yang melintas dan mencatat nomor polisi kendaraan pelanggar batas kecepatan akan dilaporkan kepada regu penindak. Sebelum menindak, petugas lebih dulu menjelaskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pengendara.

Anggota kepolisian yang berjaga menggunakan speed gun, berada di KM 164. Untuk melakukan penindakan, kendaraan dari arah Cikampek menuju Palimanan diarahkan masuk ke rest area KM 166. 

Pihak kepolisian akan melakukan penindakan kepada pengguna jalan tol Cipali yang melebihi kecepatan maksimal 100 km/jam. Selain itu penindakan juga dilakukan kepada pengguna jalan tol Cipali yang kecepatannya tidak sampai pada kecepatan minimal 60 km/jam.

Para pengendara yang melanggar batas kecepatan lalu lintas disuruh berhenti.

Seperti dikutip dari Kompas.com, razia ini masih bersifat teguran. Pengendara yang kedapatan melanggar batas kecepatan maksimal dan minimal hanya diberikan surat teguran, dan tidak dikenakan tilang.

Kondisi jalan tol Cipali yang panjang, lurus dan mulus memang kerap membuat pengguna jalan tol memacu kendaraan melebihi batas kecepatan maksimal yang ditentukan. Di sisi lain banyak kendaraan komersial lainnya yang justru tidak mampu memenuhi standar kecepatan minimal di jalan tol yakni 60 km/jam. 

Overspeeding Jadi Penyebab Utama Kecelakaan di Tol Cipali 

Polisi memberikan surat peringatan kepada pelaku pelanggaran batas kecepatan.

Pihak ASTRA Tol Cipali seperti dikutip dari Sindonews mengakui pengintaian dengan Speed Gun dilakukan dua bulan sekali guna memberikan efek jera. Banyak kecelakaan terjadi karena pengguna jalan tol mengendarai mobil melebihi kecepatan batas maksimal. Sementara di sisi lain ada pengguna jalan tol yang jalannya terlalu pelan.

Kondisi ini membuat pengemudi melakukan respons yang terlambat untuk menghindar dari kecelakaan. Kebanyakan kecelakaan yang terjadi justru karena tabrak belakang di ruas tol Cipali. 

Perilaku overspeeding ini tidak cuma dilakukan oleh mobil-mobil dengan handling lincah seperti sedan. Mobil berpostur bongsor seperti MPV dan SUV pun doyan ngebut di ruas tol Cipali. 

Bahkan tak jarang kita bisa melihat 'tim arogan', yaitu pengemudi SUV besar seperti Toyota Fortuner 2021 atau Pajero Sport yang berkendara dalam kecepatan tinggi. Mereka pun selap selip serasa mengemudikan sedan. 

Dengan ground clearance tinggi, pastinya akan sangat bahaya bila memacu mobil sekencang mungkin. Ada risiko limbung dan berpotensi terguling atau melintir bila hilang kendali. Adanya batas kecepatan ini setidaknya bisa menjaga handling mobil besar tetap terkendali. 

Kesimpulan

Kecepatan kendaraan bermotor di jalan tol telah ditetapkan dalam beberapa peraturan. Adanya regulasi ini juga terkait masalah keselamatan karena ruas jalan tol Cipali yang hanya dua jalur utama. 

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan telah mengatur soal Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pasal 3 ayat 4:
a. Paling rendah 60 km/jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 km/jam untuk jalan bebas hambatan. 

Sekalipun kondisi jalan tol kosong, alangkah baiknya kita tidak overspeeding demi menghindari hal yang tidak diinginkan. Bila memacu mobil di kecepatan tinggi dalam waktu lama membuat ban cepat panas. Apabila tekanan anginnya kurang, maka risiko pecah ban makin besar. 

Risiko lainnya kita bisa terlambat merespon bila ternyata di depan ada kendaraan yang berjalan lambat. Batas kecepatan minimum dan maksimum ini menjaga kondisi lalu lintas jalan tol tetap mengalir. 

Komentar

Mobil Terbaru