Review Pemilik: Meski Ground Clearence Pendek dan Terasa Lelet, Tapi Toyota Sienta 2016 ini Kasih Diskon Gede

Review Pemilik · 21 Agu, 2021 18:30

**Artikel ini adalah pengalaman pribadi dari pemilik Toyota Sienta 2016, ini tidak mencerminkan pendapat AutoFun.

AW


Mobil saya adalah Toyota Sienta 2016 tipe V bertransmisi manual warna hitam. Saya beli pada Maret 2017 tapi saya dapat mobil produksi 2016 keluaran pertama. Yang saya rasakan, konsumsi bahan bakar selama ini saya anggap irit-irit saja, kira-kira 15 km/liter. Karena milik saya transmisinya manual, jadi biasanya bahan bakar akan lebih irit dari pada mobil bertransmisi otomatis. Kalau soal harga, dulu saya dapet diskon gede karena ini adalah sisa stok tahun sebelumnya. Kalau tidak salah, saya hanya bayar Rp237 Jutaan saat itu.

Review Pemilik: Meski Ground Clearence Pendek dan Terasa Lelet, Tapi Toyota Sienta 2016 ini Kasih Diskon Gede 01

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Kisaran anggaran saya

Rp250 Jutaan waktu itu.

  • Total jarak tempuh yang sudah saya tempuh (km)

Sekitar 22.000 kilometer.

  • Konsumsi BBM Toyota Sienta 2016 (km/L)

Rata-rata di kisaran 15 km/liter.

Alasan Membeli Mobil Ini

Alasannya karena saya sudah berkeluarga dengan dua orang anak, sehingga sangat membutuhkan akomodasi di Samarinda. Apalagi saat saya berwisata ke luar kota saat akhir pekan untuk melepas penat dari kesibukan bersama keluarga. Dan seperti kita tahu, saat ini mobil itu sudah menjadi kebutuhan, bukan sekedar gaya hidup lagi.

Review Pemilik: Meski Ground Clearence Pendek dan Terasa Lelet, Tapi Toyota Sienta 2016 ini Kasih Diskon Gede 01

Alasan memilih mobil ini karena memang saya menyukai gaya mobil ini, jika bagi beberapa orang tidak sama, ya karena itu kembali ke selera masing-masing. Tapi jika bicarakan soal kenyamanan dan akomodasi, saya pilih mobil ini karena rasa pengendaraannya enak bagi saya. Rasanya seperti mengendarai Toyota Kijiang Innova sebelum generasi terbarunya, karena sebelumnya saya mengendarai mobil ini di kantor. Rasa pengendaraan dan transmisinya terasa lembut, khas sekali Toyota.

Model-model lain yang juga saya pertimbangkan:

Awal mulanya saya tertarik pada Daihatsu Terios TX Adventure. Saat itu saya tertarik dengan modelnya yang sempat laku banget. Tapi setelah mencoba sendiri membawa mobilnya dan terasa tidak enak, jadi tidak sreg. Terus mencoba Toyota Avanza karena bapak saya penggemar Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia sehingga rekomendasinya selalu itu. 

Tapi saat saya di dealer dapet info dari sales untuk coba melihat Toyota Sienta ini. Saya tertarik, tapi waktu itu saya pertimbangkanan dulu dan browsing sebelum membelinya serta pastinya membandingkannya kesana-sini. Pada akhirnya keputusan saya jatuhkan untuk membeli mobil Toyota Sienta ini.

Review Pemilik: Meski Ground Clearence Pendek dan Terasa Lelet, Tapi Toyota Sienta 2016 ini Kasih Diskon Gede 02

Alasan mengapa saya membeli Toyota Sienta 2016

Dulu saya sempet melirik Toyota Avanza dan Daihatsu Terios, tapi saya perhatikan kok kalau dipakai istri saya kurang cocok. Keduanya ini tampilannya doang yang oke, tapi saat dikendarai tidak enak rasanya. Kata salesnya, memang kalau SUV seperti itu suspensinya, keras, tidak selembut Toyota Avanza atau Toyota Kijiang Innova karena beda segmen.

Dan kalau dibandingkan dengan Honda Freed, saya akui bahwa mobil itu memiliki keunggulan soal captain seat. Bahkan orang-orang membandingkan Toyota Sienta dengan Daihatsu Gran Max karena bangku baris kedua yang mirip dan bisa muat banyak. Tapi kalo pertimbangan saya sih keluarga nyaman saja. Apalagi kita tidak pakai supir dan mengendarai untuk sendiri, jadi gak ada masalah. Anak-anak malah suka duduk di belakang karena lapang.

Mengapa saya tidak beli mobil yang saya pernah pertimbangkan

Seperti penjelasan di atas, awalnya ingin Daihatsu Terios karena modelnya yang macho dan gagah. Tapi saat dikendarai kok tidak enak ya? Itu yang buat saya tidak sreg.

Review Pemilik: Meski Ground Clearence Pendek dan Terasa Lelet, Tapi Toyota Sienta 2016 ini Kasih Diskon Gede 03

Setelah itu saya coba melirik Toyota Avanza karena pengendaraannya enak dibanding Daihatsu Terios, tapi modelnya pasaran dan banyak.

Kemudian coba ke Honda Mobilio , tapi gak tahu kenapa, saat ke delaer udah gak sreg aja. Kelihatan banget seperti model Honda Brio  yang badannya dipanjangin. Awalnya sempet tertarik dengan Honda Brio generasi satu saat tabungan menyentuh angka Rp100 jutaan, tapi kita tunda dulu.

Istri sempet minta mobil model hatchback. Pilihannya antara Toyota Yaris dan Honda Jazz. Tapi pertimbangannya, untuk keluarga pasti membutuhkan ruang buat barang, apalagi jika diajak jalan ke luar kota. Lalu, kenapa ke model seperti ini (sliding door Toyota Sienta/Honda Freed)? Karena secara model di bagian depannya ada kemiripan dengan hatchback, dengan ground clearence yang rendah, dan bagian belakang panjang kaya Toyota Avanza atau Toyota Kijiang Innova. Bagi saya mobil ini cocok untuk keluarga muda.

Silakan ceritakan pengalaman berkendara Anda

Mobil saya beli di daerah kelahiran saya di Surakarta. Saya bawa ke Samarinda pada tahun 2017 setelah Lebaran, Saya kendarai dari Solo ke Surabaya, lalu saya tinggal di agen di Pelabuhan.

Kemudian saya ambil mobil ini di Balikpapan untuk dibawa ke Samarinda. Pengalaman mengendarai mobil ini sungguh mantap. Saat di jalan tol, kemudinya terasa bisa memberat sehingga mobil terasa lebih mantab di jalan.

Saya tancap gas hingga mentok di 160 km/jam lebih dikit di tol Kertosono dan mobil ini terasa tenang, beda jika dibandingkan Toyota Avanza yang penah saya coba hingga 120 km/jam dan saat disusul Toyota Fortuner langsung goyang seakan mau terbang.

Review Pemilik: Meski Ground Clearence Pendek dan Terasa Lelet, Tapi Toyota Sienta 2016 ini Kasih Diskon Gede 04

Setelah saya ambil di Balikpapan, lanjut perjalanan ke Samarinda melalui jalanan di Bukit Soeharto yang berkelok kelok. Mobil ini cukup enak karena saat melewati tikungan tidak terasa limbung. Apalagi memang muatan tidak banyak, hanya istri dan dua anak serta muatan oleh-oleh beras sekarung dan kerupuk serta koper baju.

Bahan bakar saya isi penuh dari Solo, dan saat di Samarinda masih ada sisa satu strip lebih. Jarak yang ditempuh kira-kira Solo ke Surabaya sekitar 300-an km, sementara Balikpapan-Samarinda itu 145-an km. 

Kekurangan Toyota Sienta 2016

Kekurangan selama saya di Kaltim, dengan kondisi jalan yang gak terlalu mulus, pasti karena ground clearence yang pendek, apalagi saya tambah body kit buat pemanis biar makin cakep, jadi makin keliatan pendek. Akibatnya, saya harus extra hati-hati karena meleng sedikit saja, bisa masuk ke lubang atau gasruk. 

Kalau melewati tanah berpasir dikit ya pasti enak bawa mobil ini, meski lama-lama juga bisa hancur ya kaki-kakinya. Sementara jika melihat ada jalan tanah basah di depan, jangan ditanya! Saya pasti puter balik dan tidak akan saya lewati.

Satu lagi kelemahan yang kerap dikeluhkan pemilik Toyota Sienta saat nanjak cukup lambat. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai terlambat oper gigi dan perlu menjaga momentum.

Review Pemilik: Meski Ground Clearence Pendek dan Terasa Lelet, Tapi Toyota Sienta 2016 ini Kasih Diskon Gede 05

Menurut saya mobil ini paling terasa lelet apalagi kalau dibandingkan Toyota Avanza, Daihatsu Terios, Toyota Rush, Toyota Kijiang Innova yang penggerak roda belakang (RWD). O iya, satu lagi kekurangan mobil adalah dengan wheelbase yang panjang, jadinya kalau muter (u-turn) agak repot seperti Toyota Yaris 'Lele'. Radius putarnya kalah dibanding Honda Jazz.

Kelebihan Toyota Sienta 2016

Konsumsi bbm bisa dibilang irit, akomodasi lapang, dan sisa ruang bisa buat barang karena jok belakang dapat diselipkan di bawah jok baris ke dua. Suspensinya juga empuk, transmisi manualnya cukup gesit, tapi kalau yang CVT memang terasa lebih payah. Untuk rasa pengendaraan, paling asik yang manual, tapi kali macet memang lebih baik yang otomatis. Selain itu, buka pintu gesernya juga otomatis dan pelayanan after sales-nya mudah

Peringkat

Performa:   4

Kualitas & Fitur:  4

Keleluasaan:  4

Kenyamanan Berkendara:  4

Konsumsi bahan bakar:  4

Harga & Biaya:  3

** Setiap skor untuk setiap aspek maksimum adalah 5.

Kesimpulan

Semua mobil ada kelebihan dan kekurangannya masing, tinggal tentukan kebutuhan dan selera kita seperti apa.

Karena mobil di jaman sekarang lebih sebagai kebutuhan yang melengkapi, bukan sekadar gaya hidup untuk mencerminkan kekayaan, jadi kita bisa sesuaikan budget kita. Bahkan Anda bisa memilih LCGC jika kebutuhan Anda hanya sekadar punya mobil.

 

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Review Pemilik

UGC

Saya dan mobil saya. Kolom ini menerbitkan cerita tentang review pemilik dari penggemar mobil kami. Apakah Anda ingin berbagi cerita Anda?

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Toyota Sienta 1.5 V MT

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru