Tenaga Mesin Daihatsu Terios Baru Turun, Tapi Masih Pantas Dibeli

Samuel Tito · 12 Okt 2020 08:30

Sejak diperkenalkan pada tahun 2006, Daihatsu Terios telah menggunakan mesin 1.495 cc 3SZ-VE DOHC VVT-I dengan tenaga muntahan 109 hp / 145 Nm. Sebagai data spesifikasi, LSUV ini kini menggunakan mesin 2NR-FE yang telah digunakan oleh Avanza.

Mesin tersebut memiliki volume 1.496 cc, DOHC Dual VVT-I yang mampu menyemburkan tenaga 107 hp / 140 Nm. Di atas kertas, performa mesin ini kalah dengan mesin sebelumnya, namun unggul dalam hal konsumsi bahan bakar. Meski demikian, bukan tidak mungkin dengan beberapa kali peningkatan pada pengelola performa mesin tersebut mesin ini akan memiliki output yang lebih besar dari pada Toyota Avanza.

Selain itu, Daihatsu Terios baru juga menggunakan tata letak baru dengan perubahan penggerak roda depan. Masuk akal untuk kondisi saat ini, namun banyak yang berpendapat bahwa ini keterlaluan, kecuali Toyota dan Daihatsu berani melakukan perubahan fundamentalis pada low SUV andalan mereka.

Performa Daihatsu Terios Baru

Saat menjajal mobil bertransmisi manual dan matik. Mesin 2NR-VE 1.500cc, 4 silinder segaris DOHC Dual VVT-i yang dipasang pada Dahatsu Terios baru ini sama dengan yang digunakan oleh Toyota Rush dan generasi terakhir Xenia-Avanza yang diluncurkan pada tahun 2015 lalu.

Performa yang menghasilkan tenaga 104 PS pada 6.000 rpm dan torsi 13,9 kgm pada 4.200 rpm tersebut dikatakan lebih kecil dari mesin lama yang bertenaga 109 PS dan torsi 14,4 kgm pada putaran mesin yang sama. Namun, itu dianggap cukup responsif untuk jalan datar perkotaan. Jika Anda ingin mendapatkan tenaga lebih, terutama untuk memakan tanjakan, Anda membutuhkan putaran mesin di atas 4.000 RPM.

Berbeda dengan transmisi otomatis. Dengan mesin berkapasitas 1.500 cc, penggunaan transmisi matik baru Daihatsu Terios terasa kurang responsif, apalagi dengan penambahan bobot sekitar 80 kg yang lebih berat dari model sebelumnya.

Untuk konsumsi bensin, dengan mesin berkapasitas 1.500 cc yang diusung Dahatsu Terios baru ini terbilang irit. Baik itu untuk transmisi manual maupun otomatisnya. Namun, transmisi matiknya terasa lebih boros dengan gaya berkendara yang agresif, terutama saat melibas tanjakan dan meluncur di jalan lurus tanpa hambatan.

Sisi kelebihan Daihastu Terios adalah pada di sektor kaki-kakinya. Bantingan suspensi Daihatsu Terios baru jauh lebih nyaman, jika dibanding generasi sebelumnya. Karakter suspensi yang tidak bergoyang dan cukup meredam getaran, hal ini terasa saat mobil yang ditumpangi lima orang tersebut tanpa sengaja melewati jalan keriting dan menabrak lubang kecil dan besar, termasuk melibas gundukan.

Sedangkan yang perlu diperhatikan adalah suara mesin yang masuk dan suara bising dari dalam kabin. Mungkin karena minimnya pemasangan peredam kabin, terutama di bagian bodi yang berdekatan dengan mesin.

Tenaga Daihatsu Terios Baru Turun, Tapi Irit Bensin

Daihatsu Terios generasi terbaru mengusung mesin baru berkode 2NR-VE berkapasitas 1.500 cc. Dengan konfigurasi empat silinder segaris, dilengkapi dengan teknologi Dual VVT-i camshaft yang dapat membantu mesin mencapai tenaga maksimal 104 hp dan torsi 136 Nm.

Jika mengamati tenaga dan torsi di atas, ternyata Terios baru lebih rendah 3 hp dan 5 Nm dari versi lamanya. Pasalnya, mesin Terios generasi pertama mampu menghasilkan tenaga 107 hp dan torsi 141 Nm. Jadi kenapa begitu?

Mesin Daihatsu Terios 2020
Tipe Mesin 2NR-VE, DOHC Dual VVTi
Kapasitas Silinder 1.496 cc
Tenaga Maksimal  103 HP @ 6.000 rpm
Torsi Maksimal   136 Nm @ 4.200 rpm
Akselerasi 0-100 km/jam 13,5 detik (estimasi)
Konsumsi bahan bakar 11,5 km/liter (dalam kota), 16 km/liter (jalan tol)
Transmisi Manual 5-Percepatan, Otomatis 4-Percepatan
Sistem Penggerak Rear-Wheel Drive

PT Astra Daihatsu Motor menjelaskan, mesin 2NR-VE sengaja dirancang untuk mengejar tingkat konsumsi bahan bakar yang lebih irit dan emisi gas buang yang lebih baik.

Konsumen membutuhkan kendaraan yang hemat bahan bakar. Oleh karena itu, mesin terbaru yang digunakan oleh Dahatsu Terios baru telah melalui berbagai pengujian dan terbukti, konsumsi bahan bakarnya 10 hingga 15 persen lebih baik dari mesin pada Terios lama. Selain itu, emisi gas buangnya juga lebih baik.

Daihatsu Indonesia juga mengklaim performa berkendara Daihatsu Terios baru ini tidak akan berbeda dengan Daihatsu Terios versi sebelumnya atau yang lama. Perhitungan Power to Weight Ratio pada Daihatsu Terios baru.

Jadi meskipun kekuatannya berkurang, kekuatannya tidak akan jauh berbeda dengan Terios generasi pertama. Pada lembar spesifikasi, model Terios terbaru memiliki bobot paling ringan 1.245 kg dan terberat 1.270 kg.

Mungkin dulu kesan itu fenomenal dari Daihatsu. Mengapa fenomenal, karena di sini Anda akan menemukan nilai uang untuk SUV menengah. Berbagai fitur yang telah tersedia pada kendaraan premium telah tersebar di kelas SUV ini.

Oh iya yang tidak kalah penting jangan lupakan indikator green eco driving. Disini anda akan menemukan tiga baris lampu hijau sejajar yang menyala secara bersamaan, pertanda posisi gigi sejajar dengan pedal gas. Alhasil, konsumsi bahan bakar jadi lebih irit.

Daihatsu Terios Baru Bisa Minum Bensin RON Rendah

Mesin baru Daihatsu Terios memiliki batasan yang minim karena dikatakan mampu meminum bensin dengan research octane number (RON) 88 atau kelas Premium. Diakui Daihatsu, secara tersirat, meski tidak ada masalah, konsumsi bahan bakar RON yang rendah (88 dan 90) membuat performa tidak seoptimal menggunakan bahan bakar dengan RON di atasnya.

Penggunaan bensin RON rendah pada mobil Dahatsu Terios seperti premium atau pertalite boleh-boleh saja, dan masih bisa digunakan secara normal. Namun, jika ingin mendapatkan tenaga yang lebih bersih atau performa knalpot tetap disarankan untuk menggunakan oktan yang lebih tinggi (92 atau 98).

Namun sebenarnya, jika pakai bensin dengan RON rendah pada Daihatsu Terios baru ini tidak membuat komponen mesin cepat rusak. Karena umur panjang komponen juga disebut jaminan garansi. Garansi mesin terjamin dan sudah terbukti oleh konsumen setia Daihatsu.

Intinya, tidak ada masalah menggunakan bensin RON rendah. Hanya kualitas emisinya yang berbeda. RON yang lebih tinggi memiliki kandungan NOx atau kandungan racun yang lebih bersih.

Komentar

Mobil Terbaru