Tips:Jangan Samakan Dengan Hybrid, Teknologi e-Power Terbukti Lebih Canggih dan Praktis!

Enda · 7 Nov 2020 16:00

Teknologi Nissan e-Power

Nissan kembali memberi gebrakan terhadap pasar otomotif Tanah Air. Di mana pihaknya memperkenalkan teknologi terbaru yang diberi nama e-Power.

Untuk pertama kalinya di Indonesia, teknologi ini bisa kalian temui melekat pada Small SUV terbarunya yang diberi nama Nissan Kicks e-Power 2021.

Teknologi e-Power pada Nissan ini memberikan sensasi berkendara mobil listrik, tanpa harus repot mengisi daya pada baterai dari luar.

Pada artikel ini akan sedikit menjelaskan apa itu teknologi e-POWER serta manfaat dan cara kerjanya.

Mengenal e-Power

Teknologi e-POWER adalah powertrain listrik 100%, memanfaatkan teknologi kendaraan listrik (EV) yang disempurnakan dari Nissan LEAF, dengan menambahkan mesin bensin untuk mengisi baterai bertenaga tinggi bila diperlukan. Hal ini menghilangkan kebutuhan akan pengisi daya eksternal, sekaligus menawarkan output tinggi yang sama dengan EV.

Dilain sisi, e-POWER mampu memberikan akselerasi kuat, torsi, dan tarikan yang responsif serta berkendara yang senyap dengan akselerasi halus seperti EV.

Cara kerja e-Power di Nissan Kicks

Cara kerja e-Power

Sistem pada e-POWER menawarkan penggerak motor listrik penuh, yang berarti semua roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik. Teknologi e-POWER terdiri dari baterai output tinggi dan powertrain yang terintegrasi dengan mesin bensin, generator listrik, inverter dan motor.

Dalam sistem hybrid konvensional, roda-roda digerakkan oleh motor listrik dan mesin bensin. Namun, dalam sistem e-POWER, mesin bensin tidak terhubung ke roda; mesin bensin hanya berfungsi untuk mengisi baterai. Dan tidak seperti EV penuh, sumber tenaganya adalah mesin, bukan hanya baterai.

Manfaat utama e-Power pada Nissan Kicks

Tidak hanya menghasilkan efisisensi dalam hal penggunaan bahan bakar, e-POWER juga dapat memberikan torsi besar secara instan. Yang meningkatkan respon berkendara serta menghasilkan akselerasi yang mulus.

Selain itu, sistem e-POWER beroperasi dengan sangat senyap, seperti kendaraan listrik 100%. Teknologi terbaru besutan Nissan ini juga menawarkan efisien bahan bakar yang baik, karena mesin bensin hanya mengisi baterai untuk motor listrik utama.

Keuntungan dari e-Power

Logo Nissan e-Power

Keuntungan dari e-Power sendiri yaitu mobil berakselerasi dengan sangat baik mulai dari 0 km/jam dan bergerak tanpa suara. Seperti mobil-mobil listrik murni, secara instan Anda akan merasakan torsi motor listrik ke roda-roda. Ketika mobil akan melalui tanjakan dan membutuhkan akselerasi ekstra, maka motor listrik menerima tenaga dari baterai dan mesin untuk meningkatkan kinerjanya.

Fakta yang diraih e-Power

Teknologi ini dinobatkan sebagai Technology of the Year 2019 oleh Automotive Researchers’ and Journalists’ Conference of Japan (RJC). Tidak hanya itu, e-Power langsung populer di Jepang: lebih dari 70% penjualan Nissan Note adalah Nissan Note e-POWER.

Mobil yang menggunakan e-Power di Indonesia

Nissan Note e-Power

Selain Nissan Kicks 2021, lini produk Nissan yang menggunakan teknologi ini adallah Note. Yup, Nissan Note pernah dipamerkan oleh PT Nissan Motor Indonesia pada ajang otomotif Indonesia Electric Motor Show 2019 di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Sama seperti Kicks e-Power, Nissan Note dalam menggerakan rodanya 100 persen memakai tenaga listrik yang disuplai dari baterai serta mesin bensin sebagai generatornya.

Perlu diketahui, Nissan Note e-Power telah dijual di Jepang mulai November 2016. Sampai dengan sekarang, Nissan Note masih menjadi flagship Nissan di negara asalnya.

Kesimpulan

Komparasi teknologi kendaraan listrik

e-Power merupakan teknolgi terbaru Nissan yang saat ini ramai dibicarakan di kancah otomotif Nasional, berkat kehadirannya yang membawa suasanya berbeda. Secara garis besar tekonologi e-Power tidak bisa disamakan dengan hybrid konvensional yang masih menggunakan mesin bensin konvensional untuk membantu menggerakan motor listrik.

Karena mobil dengan teknologi e-Power bisa dikatakan 100 persen kendaraan yang menggunakan motor listrik untuk menggerakannya. Dan praktisnya, untuk mengisi daya tidak perlu membutuhkan listrik eksternal.

Komentar