Toyota Avanza 2022 dan Mitsubishi Xpander Bakal Hijrah ke CVT, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Yongki Sanjaya · 19 Okt, 2021 14:30

Toyota Avanza 2022 dan Mitsubishi Xpander Bakal Hijrah ke CVT, Apa Kelebihan dan Kekurangannya? 01

Kabar soal peluncuran Toyota Avanza 2022 kian santer berhembus, bahkan Mitsubishi tak mau kalah dengan merilis facelift Xpander. Kedua model low MPV ini kabarnya akan memakai transmisi otomatis CVT, meninggalkan transmisi otomatis konvensional. Lantas apa sih kelebihan dan kekurangan transmisi CVT untuk low MPV?

Transmisi CVT kini semakin populer digunakan oleh pabrikan mobil di beragam model kendaraan penumpang. Alasannya sederhana, transmisi dengan sabuk baja ini memiliki akselerasi yang halus dan tingkat efisiensi bahan bakar cukup baik. 

CVT atau continuously variable transmission adalah transmisi otomatis dengan rasio kecepatan yang berubah-ubah secara otomatis menyesuaikan kebutuhan torsi ketika mengemudi. Rasio sabuk baja yang menghubungkan pulley premier dan sekunder ini bisa berubah menyesuaikan kecepatan dengan tenaga maupun torsi. 

Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan transmisi CVT untuk low MPV seperti Toyota Avanza 2022 dan Mitsubishi Xpander? Mari kita ulas dalam artikel di bawah ini. 

Kelebihan Transmisi CVT di Toyota Avanza 2022 dan Mitsubishi Xpander

Toyota Avanza 2022 dan Mitsubishi Xpander Bakal Hijrah ke CVT, Apa Kelebihan dan Kekurangannya? 01

Akselerasi Halus dan Tanpa Jeda

Transmisi CVT yang memakai sabuk baja untuk menghubungkan pulley premier dan sekunder. Karena tidak ada gigi rasio yang fix, maka proses akselerasi dapat berlangsung tanpa jeda. Ini membuat proses akselerasi bisa halus tanpa jeda seperti di transmisi konvensional. 

Adapun cara kerja transmisi CVT ini bertumpu pada sabuk baja yang menghubungkan drive pulley dan driven pulley menggunakan prinsip gaya gesek. Setiap puli akan didorong melalui pompa fluida sehingga tenaga yang disalurkan lebih sempurna dan lebih responsif ketika menyesuaikan perubahan kecepatan dan torsi secara tepat.

Sistem kerja tadi membuat proses percepatan dari kendaraan akan lebih konstan, bebas dari hentakan seperti pada matic konvensional. Pengendara akan merasakan perpindahan level kecepatan yang lebih halus sehingga terasa nyaman. Kemampuan pulley dalam membuat rasio putaran sabuk baja yang fleksibel berdampak pada beban kerja pada mesin akan jauh lebih ringan.

Pakai Transmisi CVT, Konsumsi Bahan Bakar Makin Irit

Toyota Avanza 2022 dan Mitsubishi Xpander Bakal Hijrah ke CVT, Apa Kelebihan dan Kekurangannya? 02

Kelebihan lain yang jadi andalan transmisi CVT ialah soal konsumsi bahan bakar yang efisien. Seperti dijelaskan di atas, sistem hidrolik pada pulley ini mengatur supaya sudut rasio belt senantiasa berada pada posisi optimal. 

Maksudnya, jika pada transmisi manual atau matic konvensional perpindahan gigi dilakukan saat mesin sudah dalam putaran tinggi. Namun untuk transmisi CVT tidak demikian. Transmisi ini bisa memposisikan rasio sabuk baja  supaya mesin bisa menghasilkan tenaga dan torsi yang cukup pada putaran mesin yang proporsional. 

Saat mobil melaju, rasio pulley dan belt CVT ini mengatur supaya mesin tetap bekerja di putaran rendah. Terlebih saat mobil digunakan melaju dalam kecepatan tinggi, mesin berada dalam putaran yang rendah sehingga konsumsi bahan bakarnya efisien.

Teknologi komputer yang semakin canggih pada ECU membuat kerja CVT kini tak kalah dengan transmisi otomatis konvensional. Torsi yang diberikan bisa lebih besar, sehingga mampu memberikan daya tanpa harus shifting termasuk pada saat jalanan menanjak. Artinya, power loss yang dimiliki oleh transmisi CVT tergolong kecil sehingga tidak membuang tenaga dan bahan bakar secara berlebih.

Itu tadi kelebihan yang membuat CVT kini jadi transmisi andalan di low MPV. Lantas apa saja kelemahan sistem transmisi ini?

Kelemahan Transmisi CVT di Toyota Avanza 2022 dan Mitsubishi Xpander, Bikin Akselerasi Kurang Responsif

Toyota Avanza 2022 dan Mitsubishi Xpander Bakal Hijrah ke CVT, Apa Kelebihan dan Kekurangannya? 03

Kelemahan utama dari transmisi otomatis CVT yang masih dikeluhkan oleh masyarakat ialah membuat mobil kurang responsif, terutama saat akselerasi awal. Banyak pengguna transmisi CVT yang mengeluh bahwa tarikan mesin lebih lemot karena sulit mendapatkan kecepatan instan.

Akselerasi terasa berat karena rasio pulley dan belt CVT menjaga mesin pada supaya senantiasa bekerja pada putaran rendah. Sebenarnya, kita bisa kok tetap membuat transmisi CVT ini cukup responsif saat stop and go. Caranya yaitu dengan memindah tuas ke posisi L atau low.

Dengan begini, komputer akan mengatur kerja sistem hidrolik di pulley supaya membentuk sudut rasio seperti gigi rendah di transmisi manual. Mobil pun bisa lebih responsif stop and go saat menghadapi macet.

Transmisi CVT di Low MPV Kurang Ideal, Karena Habit Pengguna yang Memakai Mobil Untuk Kerja Keras

Toyota Avanza 2022 dan Mitsubishi Xpander Bakal Hijrah ke CVT, Apa Kelebihan dan Kekurangannya? 04

Transmisi CVT memang tidak dibuat untuk mobil yang kerap membawa beban berat dan melewati daerah terjal nan berliku dengan performa tinggi. Ini sebenarnya kurang cocok dengan karakteristik pengguna low MPV yang menjadikan mobilnya sebagai kendaraan serba bisa. 

Tidak jarang kita melihat low MPV dipakai untuk angkut barang-barang, atau dipaksa melewati jalanan tanah berlumpur di pelosok. jika kalian sering bepergian ke tempat dengan medan yang terjal dan banyak tanjakan, transmisi CVT tentu saja tidak cocok.

Kerusakan Transmisi CVT, Harus Ganti Segelondong dan Harus ke Bengkel Spesialis

Toyota Avanza 2022 dan Mitsubishi Xpander Bakal Hijrah ke CVT, Apa Kelebihan dan Kekurangannya? 05

Kebiasaan berkendara yang kasar, seperti senang main kickdown untuk mendapat akselerasi spontan di transmisi CVT harus dibayar mahal karena menimbulkan gesekan sabuk baja dan pulley yang cukup besar. Efeknya, pulley dan belt CVT aus dan membuat kerja transmisi CVT ikut terganggu.

Kalau sudah rusak seperti ini, maka harus ganti semuanya satu bagian belt dan pulleynya. Tidak seperti pada motor matic yang relatif terjangkau, penggantian bagian CVT di mobil ternyata harganya cukup fantastis karena bisa mencapai puluhan juta. 

Biaya penggantian ini tentu saja jauh lebih mahal dibanding biaya perbaikan untuk transmisi lain, seperti transmisi AT konvensional. Tak cuma itu, proses perbaikan transmisi CVT sebaiknya ditangani oleh mekanik spesialis transmisi otomatis. 

Untuk saat ini tempat servis untuk kendaraan dengan transmisi CVT masih terbatas. Hal ini cukup merepotkan karena tidak banyak bengkel yang bersedia dan mampu memperbaiki kerusakan transmisi CVT. 

Kesimpulan

Kelebihan yang dimiliki oleh transmisi CVT dinilai belum sepadan dengan latar belakang dan karakter pengguna low MPV seperti Toyota Avanza atau Mitsubishi Xpander. Seringkali pengguna low MPV memiliki pola pikir kolot yang menjadikan mobilnya sebagai kendaraan serba bisa.

Tabiat berkendara yang kasar, dengan bobot muatan mobil yang sering berlebihan, bahkan tak jarang melewati jalanan tanah basah yang licin. Kondisi ini cukup menyiksa transmisi CVT sehingga membuatnya jadi lekas aus. 

Yongki Sanjaya

Editor

Berpengalaman di beberapa media online. Bermula menjadi reporter otomotif di situs yang lain hingga kini menjadi Editor di Autofun Indonesia. Penghobi mobil lawas dan anak 90-an banget. FB:Yongki Sanjaya Putra

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Toyota Avanza 1.3E MT

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru