Tren Penjualan Sepeda Motor 41 Persen, Pertumbuhan Pasar Indonesia Jadi yang Terburuk

Joe · 21 Nov 2020 10:00

Tren Penjualan Sepeda Motor 41 Persen, Pertumbuhan Pasar Indonesia Jadi yang Terburuk

Pandemi Covid-19 yang menghantam seluruh dunia berimbas terhadap kestabilan perekonomian tiap-tiap negara.

Tak luput pasar otomotif pun turut menjadi korban akan gonjang-ganjing tren pasar saat ini.

Hal tersebut dari merosotnya hasil penjualan sepeda motor hingga kuartal ketiga tahun 2020.

Berdasarkan data yang dilansir dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) terlihat ada ketimpangan jauh hasil penjualan tahun ini dibandingkan tahun 2019.

Tercatat dalam periode Januari hingga September 2020 hanya 2.876.514 unit kendaraan bermotor roda dua yang berhasil dijual di pasar domestik Tanah Air.

Jika dibandingkan, terdapat selisih jauh antara tahun 2019 dalam periode yang sama dengan torehan 4.919.651 unit sepeda motor.

Secara persentase, tren pasar sepeda motor di dalam negeri mengalami penurunan hingga 41,6 persen.

Hampir separuh market share hilang begitu saja bak ditelan ombak.

Tentu hal ini membuat para pengusaha yang bergerak di bidang penjualan sepeda motor cenat-cenut.

Mulai Kemerosotan Pada Kuartal Kedua 2020

Tren pasar otomotif Indonesia mulai terlihat kemerosotannya pada kuartal kedua 2020. Tepat setelah pandemi Covid-19 menyerang.

Strategi FIF Group Pertahankan Kinerja - Finansial Bisnis.com

Tak heran berbagai pihak langsung menuding pandemi ini sebagai biang keladi sulitnya pasar otomotif di Indonesia.

Lihat saja, dari rata-rata penjualan per bulan 600 ribu hingga 700 ribu di tahun sebelumnya, tercatat tak sampai seperempat pasar tergugah untuk melakukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

Relung terdalam kemerosotan penjualan sepeda motor di Indonesia terjadi di bulan Mei 2020.

Total penjualan di bulan kelima 2020 hanya sebanyak 21.851 unit saja. Itu bukan angka dari salah satu brand melainkan perhitungan dari seluruh merek yang menjajakan sepeda motor di Indonesia.

Lebih dari setengah juta unit target penjualan sepeda motor tak melakukan pembelian.

Dipresentasekan kurang lebih hanya 5 persen dari ceruk pasar otomotif yang biasanya mereka raih di tahun sebelumnya.

Jika diingat, mulai bulan April 2020 penduduk Indonesia mulai ketakutan dengan adanya virus Corona yang mulai masuk di Indonesia.

Tak mau tinggal diam, pemerintah Indonesia mulai melakukan berbagai langkah untuk menangani dan mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Sebut saja pembatasan aktivitas di luar rumah hingga perusahaan untuk beroperasi.

Larangan tersebut tentu langsung menjegal gerak para penjaja sepeda motor di Tanah Air hingga perekonomian mulai lumpuh.

Imbasnya, masyarakat pun juga menurunkan minat beli mereka untuk barang-barang tersier termasuk sepeda motor.

Progres Positif Menjelang Akhir Tahun

Sempat mengalami penurunan yang cukup tajam, pasar penjualan sepeda motor di Tanah Air pun mengalami progres positif.

pindainews.com

Di awal kuartal ketiga, tepatnya bulan Juli 2020 pembukuan penjualan kendaraan bermotor roda dua mulai membaik.

Setelah terseok-seok di pertengahan tahun, di bulan ke-tujuh 2020 hampir 300 ribu unit terjual. Tepatnya 292.205 unit kendaraan berhasil didistribusikan.

Hal tersebut berkat longgarnya pembatasan gerak yagn diterapkan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

Mulai beroperasinya pabrik perakitan sepeda motor meskipun hanya separuh dari kapasitas pegawai hingga dilonggarkannya akses distribusi kendaraan dengan dibukanya akses ke berbagai daerah untuk mengirimkan produk.

Tren positif ini pun terus meningkat dari waktu ke waktu.

Pada Agustus 2020 tercatat 317.107 sepeda motor berhasil didistribusikan.

Lalu dilanjut dengan catatan bulan September 2020 yang kembali meningkat di angka 380.713 unit.

Secara akumulasi dalam masa waktu sembilan bulan penjualan di tahun 2020 total ada 2.876.514 sepeda motor berhasil didistribusikan.

Kurang lebih masih 58,4 persen dari kemampuan penjualan di tahun lalu sebagai perbandingan.

Pertumbuhan Buruk, Indonesia Berpotensi Dicap Terburuk di Dunia

Pasar otomotif sepeda motor Indonesia pada penutupan kuartal ketiga 2020 memang mengalami progres positif.

Meski begitu, jika dibandingkan perolehannya Year on Year (YoY) dengan tahun 2019 nampaknya rasa jumawa ini masih harus tertahan.

Pasalnya selisih penjualan dari tahun sebelumnya mencapai 41,6 persen atau turun lebih dari dua juta unit.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, pandemi Covid-19 ini nampaknya menghajar pasar industri kendaraan bermotor roda dua Tanah Air paling parah.

Jika tak ada progres membaik yang signifikan, Indonesia berpotensi dicap sebagai negara yang mengalami kemunduran paling buruk di tahun 2020.

Gelarnya sebagai pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia pun rawan lengser jika tren pasar terus menurun.

Padahal dalam satu dekade terakhir Indonesia sedang menapaki masa jayanya denagn penjualan per tahun lebih dari lima juta unit.

Puncaknya pada 2011 yang penjualan dalam 12 bulan bisa tembus delapan juta unit.

Komentar

Mobil Terbaru