Jaman Now, Masih Perlukah Memanaskan Mobil?

 


Mentari pagi mulai naik dari ufuk timur, burung-burung berkicauan dan saat itulah mobil kesayangan sudah bersiap menyala. Ritual memanaskan mobil di pagi hari jadi salah satu menu wajib mengawali hari.

Tentu saja ritual memanaskan mobil di pagi hari sangat familiar bagi orang-orang dahulu kala. Jika Anda tanya pada orang tua, kakek atau nenek mungkin mereka paham akan hal itu. 

Bahkan hingga hari ini para sesepuh kita yang masih rutin mengemudi tetap menjalankan ritual memanaskan mobil tiap pagi. Sebab golongan milenial mungkin sudah melupakan ritual usang ini.

Fungsi memanaskan mobil

Bisa dikatakan sebelum masuk era mobil berteknologi injeksi di Indonesia, memanaskan mesin setiap pagi sebelum mobil dipakai menjadi sangat marak. Bukan cuma populer, mungkin hal ini dianjurkan oleh pabrikan.

Memanaskan mobil biasanya dilakukan dalam waktu yang tidak lama. Lantas apa sih tujuan mobil dipanasakan? Setidaknya ada beberapa tujuan utama memanaskan mobil.

1. Memanaskan oli mesin

Tujuan utama memanaskan mesin di pagi hari adalah membuat oli yang semalaman tidak bekerja dan kena suhu dingin menjadi hangat. Hal ini agar oli mencapai suhu ideal untuk melumasi mesin.

2. Menghindari "brebet"

Tentu tujuan satu ini berlaku untuk sejumlah mobil lawas dengan sistem pengabutan karburator. Karena teknologinya masih sederhana, sistem pengabutan bahan bakarnya biasanya kerap bermasalah dengan suhu dingin di pagi hari. Mau tak mau ritual memanaskan jadi menu wajib karena jika langsung jalan tarikan bisa mengalami "brebet". 

3. Membuat logam-logam mencapai suhu ideal

Bagi sebagian orang, memanaskan mobil diyakini bertujuan untuk membuat logam-logam mesin mobil mencapai suhu ideal. 

Memanaskan mobil jadi ritual kuno

Keharusan memanaskan mobil zaman dahulu memang seolah jadi hal wajib setiap pagi sebelum memulai aktivitas. Hal ini wajar saja, sebab teknologi mesin dan elektrikal mobil lawas belum secanggih sekarang.

Apakah memanaskan mobil setiap hari masih perlu dilakukan? Tentu jawabannya adalah; tidak. Hal ini diamini oleh bengkel resmi Toyota Auto2000. “Jadi mobil sekarang itu sudah tidak lagi menggunakan karburator, tidak perlu ada pemanasan lagi sebelum mulai beraktivitas,” tutur Sapta di Jakarta," ujar Sapta Agung Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Barat yang dikutip dari situs resmi Auto2000.

Bukan mobil merek Toyota saja, mobil keluaran sekarang ini memiliki teknologi mesin yang sudah sangat maju dan pintar dalam menyesuaikan suhu. Isu suhu oli ideal pun sebenarnya sudah tak ada berkat valve adjuster yang secara fungsi untuk menahan oli tidak langsung turun ke carter atau bak penampungan.

Sehingga ketika mesin bekerja, oli bisa langsung melumasi bagian mesin. Beda dengan mobil keluaran lama yang memang harus dilakukan pemanasan mesin agar sistem pelumasan tersebar ke seluruh komponen.

Selain itu, oli dari carter bisa lebih cepat naik ke mesin karena telah didukung teknologi oil pump dan kualitas pelumas dengan visikositas jauh lebih baik.

Untuk menghidupkan mesin, sekarang sudah didukung oleh sensor, seperti temperatur lingkungan dan temperatur oli. “Sehingga komputer bisa langsung menghitung campuran bahan bakar yang tepat untuk bisa menghidupkan mesin. Itulah kenapa mobil zaman now tidak perlu dipanaskan dulu mesinnya sebelum mulai jalan,” ujar Sapta.

Jadi, jangan takut atau khawatir jika tak memanaskan mobil setiap pagi. Begitu masuk mobil, nyalakan mesinnya, Anda boleh langsung jalan tanpa menunggu 30 menit.

Hubungan memanaskan mesin dan virus Corona

Jika dipikir-pikir kembali, memanaskan mobil memang bukan sesuatu yang salah. Terlebih pada mobil-mobil keluaran terbaru yang sudah berteknologi injeksi, memanaskan mobil setiap hari malah lebih banyak ruginya.

Kerugian pertama adalah terbuangnya bahan bakar secara percuma. Padahal mobil tersebut tak dipanaskan pun tidak masalah, namun bahan bakar sudah ada yang terbuang demi ritual memanaskan mesin.

Kedua adalah pencemaran udara sekitar. Mobil yang dipanaskan mesinnya tentu mengeluarkan gas buang CO. Katakanlah 15 menit saja memanaskan mobil, selam itulah garasi atau tempat tersebut udaranya tercemar dari mobil Anda secara terkonsentrasi.

Namun memanaskan mobil tak selamanya buruk jika dilakukan tak berlebihan. Bahkan sadarkah Anda ada hubungannya antara ritual kuno ini dengan pandemi virus corona?

Di masa pandemi ini mobilitas atau kegiatan kita di luar rumah wajib dibatasi, artinya mobil lebih banyak di rumah dan tak terpakai. Nah, dalam kondisi inilah memanaskan mobil perlu dilakukan.

Namun tidak setiap hari. Dalam masa pembatasan sosial ini, mobil yang jarang digunakan bisa Anda panaskan minimal 3 hari sekali. Hal ini untuk menjaga aki, mesin, bahan bakar dan komponen internal lainnya tetap terjaga kondisinya.
 

    Channel:
Ikuti media sosial kita:

Seorang mantan product planner and researcher, sangat menyukai data dan semua yang berbau kutu buku. Mobil-mobil favoritnya a...

Beli mobil lebih mudah dan tak perlu nunggu lama

pengguna tukar tambah mobil impiannya
Tambahkan
mobil Anda

Upgrade

Honda City Hatchback

Mobil Bekas Terkait

Jaminan Kualitas Mobil

Garansi Satu Tahun

Jaminan 5 Hari Uang Kembali

Harga Pasti, Tidak Ada Biaya Tersembunyi

2021 Suzuki ERTIGA GL 1.5

Rp 192,00 Juta
Rp 3,91 Juta/bln

5.727 km

1,5 tahun

Jakarta

Cek Tawaran Juli

2019 Toyota CALYA G 1.2

Rp 130,00 Juta
Rp 2,65 Juta/bln

16.171 km

4 tahun

Jawa Barat

Cek Tawaran Juli

2020 Honda BRIO RS 1.2

Rp 189,00 Juta
Rp 3,85 Juta/bln

18.587 km

3 tahun

Jakarta

Cek Tawaran Juli

2018 Suzuki ERTIGA GX 1.4

Rp 164,00 Juta
Rp 3,34 Juta/bln

17.724 km

5,5 tahun

Jakarta

Cek Tawaran Juli

2019 Toyota CALYA G 1.2

Rp 130,00 Juta
Rp 2,65 Juta/bln

12.488 km

3,5 tahun

Jakarta

Cek Tawaran Juli
Lihat Lebih

Berita Terbaru

Terungkap, MG Cyberster 2023 Bisa Sprint Lebih Cepat dari Ferrari dan Lamborghini

Mobil listrik pertama MG berjeniskan roadster soft top, MG Cyberster 2023 diperkenalkan pertama kali pada April lalu. Pabrikan China berdarah Inggris, MG, hadirkan Cyberster 2023 bukan cuma membawa desain yang agresif sekaligus atraktif, namun juga dengan performa tinggi. Baru-baru ini diungkapkan bahwa mobil listrik ini bahkan lebih cepat dan lebih bertenaga daripada banyak supercar terkemuka dunia. Wang Jian, director of electric propulsion development SAIC Motor, mengatakan Cyberster merupaka

6 Catatan Penting Wuling Air ev Selama di Indonesia

Tepat 11 Agustus 2022, mobil listrik Wuling Air ev memasuki satu tahun kehadirannya di pasar otomotif Indonesia. Nah, bersamaan dengan kehadiran Wuling Motors di Indonesia sejak Juli 2017, merek mobil asal China ini menggelar acara Green Drive Festival dengan mengundang konsumen Air ev serta komunitas Wuling Electric Vehicle Indonesia (WEVI). Dalam acara tersebut, Wuling Motors menghadirkan berbagai aktivitas seru serta penampilan dari stand up comedian, Mongol, dan hingga mendatangkan penyanyi

Review Pemilik: Honda City Hatchback RS 2021, Cocok Buat Dimodif

**Artikel ini adalah pengalaman pribadi dari pemilik Honda City Hatchback RS 2021 Honda City Hatchback RS dihadirkan sebagai penerus Jazz GK5 di Tanah Air. Mewarisi berbagai keunggulan yang menjadi ikonik hatchback Honda, City Hatchback RS terlihat stylish, sporty, canggih, serta memiliki performa besar, yang mempunyai karakter 11-12 dengan Jazz. Pada review pemilik kali ini, kami akan mengulas City Hatchback RS manual lansiran April 2021. Menurut cerita dari pemilik, ia membeli mobil ini dalam

Top 5 Artikel Pekan Ini, Harga Bekas Innova Reborn Diesel yang Stabil Sampai Carry Bagong Pakai Turbo

Kepopuleran Toyota Innova Reborn diesel rupanya belum luntur oleh waktu. Bahkan kemunculan Innova Zenix dengan teknologi hybrid tidak menghapus kecintaan masyarakat Indonesia akan MPV bermesin diesel tersebut. Tak heran harga jual Toyota Innova Reborn diesel saat ini masih sangat bertahan dan masih banyak peminatnya. Hal itu pula yang menjadikan artikel Autofun khususnya mengenai Toyota Innova Reborn Diesel masih tinggi pembacanya. Berikut 5 artikel paling populer di Autofun periode 10 - 15 Apri

Asyik, Jalan Tol Puncak - Cianjur Segera Dibangun

Pemerintah terus menggeber akses jalan tol di Indonesia, termasuk mempersiapkan pembangunan jalan tol Puncak - Cianjur dengan rute Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung (Bosuciba). Langkah ini direncanakan langsung oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota atau Kabupaten, untuk mengurai kemacetan belasan tahun dan meningkatkan ekonomi di wilayah yang menjadi favorit pariwisata. Baca juga: Begini Caranya Biar Lewati Gerbang Tol Tanpa Berhenti Menurut Gubernur Jawa Barat, jalan tol P

Mobil Rekomendasi

PopulerTerbaru
Hot
Toyota

Toyota Raize

Rp 229,80 - 299,20 Juta

Lihat Mobil
Hot
Daihatsu

Daihatsu Rocky

Rp 214,20 - 265,00 Juta

Lihat Mobil
Hot
Honda

Honda Civic

Rp 533,00 - 586,90 Juta

Lihat Mobil
Hot
Honda

Honda Brio

Rp 156,90 - 227,10 Juta

Lihat Mobil
Tidak Dijual
Honda

Honda Jazz

Belum Tersedia

Lihat Mobil
Hot
Hyundai

Hyundai Palisade

Rp 842,00 - 1,11 Milyar

Lihat Mobil
Hot
Wuling

Wuling Almaz

Rp 279,50 - 470,00 Juta

Lihat Mobil
Hot
Honda

Honda City Hatchback

Rp 333,60 - 362,60 Juta

Lihat Mobil
Hot
Kia

Kia Sonet

Rp 193,00 - 296,00 Juta

Lihat Mobil
Subaru

Subaru Crosstrek

Rp 549,50 Juta

Lihat Mobil
Suzuki

Suzuki Grand Vitara

Rp 359,40 - 384,40 Juta

Lihat Mobil
Chery

Chery Omoda 5

Rp 329,80 - 399,80 Juta

Lihat Mobil
Subaru

Subaru WRX

Rp 849,50 - 949,50 Juta

Lihat Mobil
Subaru

Subaru WRX Wagon

Rp 975,50 - 1,03 Milyar

Lihat Mobil
Wuling

Wuling Alvez

Rp 209,00 - 295,00 Juta

Lihat Mobil
Daihatsu

Daihatsu Ayla

Rp 103,30 - 161,05 Juta

Lihat Mobil
Varian Baru
Toyota

Toyota Agya

Rp 175,40 - 253,50 Milyar

Lihat Mobil
Land Rover

Land Rover Range Rover Sport

Rp 4,52 Milyar

Lihat Mobil