Pengamat Nilai Razia Uji Emisi Kendaraan Tidak Efektif, Polusi Udara Bukan Hanya dari Mobil atau Motor

Razia uji emisi kendaraan bermotor kini tengah digalakkan kepolisian lalu lintas untuk kendaraan apapun yang masuk Jakarta per 1 September 2023.

Hal ini dilakukan guna meminimalisir efek gas rumah kaca di Ibu kota Jakarta dan kualitas udara yang semakin buruk, khususnya dihasilkan dari mesin kendaraan bermotor.

Hanya saja, menurut Pemerhati Transportasi dan Hukum, Budiyanto, pemeriksaan dan pemberian sanksi kepada kendaraan bermotor emisi gas buang melebihi batas toleransi, tidak akan efektif untuk menekan polusi atau menurunkan kualitas udara di Jakarta.

Baca juga: Biar Gak Kena Tilang Rp500 Ribu, Cek Lokasi Razia dan Batas Uji Emisi Kendaraan di Jakarta

Mulai 1 September 2023, kepolisian menggelar razia emisi gas buang kendaraan bermotor

"Padahal kita tahu bahwa sumber polutan atau zat yang dapat menimbulkan pencemaran udara bukan hanya dari emisi gas buang kendaraan bermotor semata, masih ada sumber lain yang dapat menimbulkan pencemaran udara atau menurunnya kualitas udara," ungkap Budiyanto dalam pesan tertulis kepada Autofun, Senin (4/9/2023).

Pria yang berpangkat terakhir ajun komisaris besar polisi (AKBP) itu juga mengatakan, perlu adanya pemeriksaan dan pemberian sanksi secara simultan terhadap sumber-sumber kegiatan yang dapat menimbulkan pencemaran udara.

Baca juga: Mobil Hybrid Dianggap Juga Layak Dapat Insentif karena Bisa Tekan Emisi Karbon

Sejumlah kendaraan melakukan pengujian emisi

"Seperti pabrik-pabrik, konsumsi rumah tangga, PLTU Batubara dan lain lain. Kalau hanya terfokus pada pemeriksaan emisi gas buang kendaraan bermotor tidak akan berdampak signifikan terhadap pemulihan kualitas udara atau dengan kata lain langkah tersebut masih bersifat parsial," jelas Budi. 

Budi sendiri tak menampik emisi gas buang yang saat ini menyebar di Ibu Kota sangat mencemari udara.

Hanya saja dia berpendapat, sumber-sumber polutan yang saat saat ini tidak hanya berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor, namun terdeteksi ada unsur gas buang seperti Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Hidrokarbon (HC), Oksigen (O2), hingga Nitrogen Oksida (NO).

Razia Uji Emisi Kendaraan Tidak Efektif

Sejumlah kendaraan melakukan pengujian emisi

Budiyanto yang biasanya mendukung berbagai kegiatan kepolisian, kali rupanya mengkritisi proses kegiatan razia emisi.

Ya, hal ini dikarenakan saat pelaksanaan razia dilakukan pemasangan alat pendeteksi knalpot kendaraan memerlukan waktu lama.

Sebaliknya, lanjut Budi, langkah tersebut justru akan berdampak kepada masalah baru, yaitu munculnya kemacetan lalu lintas, karena kendaraan harus antri saat pengecekan dan proses tilang.  

Kendaraan bermotor bukan satu-satunya penyebab polusi udara saat ini

"Seharusnya pemerintah mendorong masyarakat pemilik kendaraan bermotor untuk memeriksakan kendaraanya uji emisi pada bengkel-bengkel yang disiapkan oleh pemerintah secara gratis," tuturnya. 

Setelah itu, Kata Budi, kendaraan yang lulus emisi diberikan sertifikat, sedangkan yang tidak lulus diberikan catatan tidak memenuhi syarat ketentuan emisi gas buang dan perlu service atau penggantian komponen-komponen yang lain. 

"Dengan bekal sertifikat kelulusan atau catatan tadi, petugas tadi lebih gampang melakukan tilang tidak membutuhkan waktu yang lama, yang akan berdampak kepada masalah-masalah kemacetan," tutupnya.

Oops... Something broke.
    Channel:
Ikuti media sosial kita:

Beli mobil lebih mudah dan tak perlu nunggu lama

pengguna tukar tambah mobil impiannya
Tambahkan
mobil Anda

Upgrade

Mitsubishi Xpander

Mobil Bekas Terkait

Jaminan Kualitas Mobil

Garansi Satu Tahun

Jaminan 5 Hari Uang Kembali

Harga Pasti, Tidak Ada Biaya Tersembunyi

Lihat Lebih

Video Pendek Terkait

Berita Terbaru

APV Versi Pick Up, Simak 5 Kekurangan Suzuki Mega Carry

Kehadiran Suzuki Mega Carry di Indonesia pada tahun 2011 merupakan alternatif bagi pengusaha yang menginginkan Carry dengan kapasitas daya angkut lebih besar. Memiliki dua model, yakni pick up dan cab sasis, Mega Carry sendiri berbasis dari APV. Bersamaan dengan Carry Futura, mobil ini berhenti diproduksi pada 2019 sebelum digantikan oleh New Carry. Sekedar informasi, Mega Carry memiliki ukuran bak cukup besar. Di atas kertas, baknya memiliki panjang 2.200 mm (2.450 mm Xtra), lebar 1.585 mm (1.6

Lebih Melesat dari Supercar, Pembuatan MG Cyberster Melibatkan Insinyur Mobil Formula 1

Informasi mengenai MG Cyberster kembali terungkap ke hadapan publik. Mobil listrik pertama MG berjeniskan roadster soft top ini menghiasi pameran Chengdu Motor Show ke-26 di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok, sampai dengan 3 September 2023. Selain memiliki bentuk yang agresif dan juga atraktif, mobil listrik sport ini memiliki performa tinggi. Informasi yang kami terima, mobil China berdarah Inggris tersebut baru akan diluncurkan secara resmi di Negeri Tirai Bambu pada akhir tahun, kemudian ba

Top 5 Autofun: Pick Up Listrik Dari China Hingga Daihatsu Xenia 1.300 CC yang Laris di Kota Kecil

Kendaraan niaga ringan menjadi salah satu segmen yang cukup laris di kalangan masyarakat. Bisa kita lihat penjualan Daihtasu Gran Max dan Suzuki Carry menjadi produk terlaris di brand masing-masing. Hadirnya inovasi mobil listrik dari China mampu menciptakan pick up elektrik dengan harga ekonomis. Kabar perihal pick up listrik Xiangling Q besutan dari Foton begitu menyita perhatian pembaca Autofun selama sepekan terakhir. Tak cuma itu, netizen juga penasaran soal kehebatan Daihatsu Xenia 1.300 g

5 Mobil Termahal Sejagat, Kalau Dibelikan Toyota Fortuner Bisa Dapat 700 Unit!

Jika Anda hanya tahu harga mobil termahal di dunia cuma Ferrari atau Lamborghini memang tidaklah salah. Tapi sejatinya masih ada yang lebih mahal dari kedua mobil tersebut. Ya, sejumlah pabrikan otomotif terus mengupdate produk mobil terbaru dengan menyematkan berbagai teknologi dan fitur paling anyar. Hal ini pula yang membuat setiap tahun muncul mobil-mobil terbaru dengan harga yang sangat mahal. Baca juga: Daftar Mobil Termahal yang Ada di IIMS 2023 Tapi Tetap Laris Manis Nah, kali ini Autofu

Isuzu Mau Jual Mobil Listrik Berbasis D-Max, Pabriknya di Thailand

Pick up listrik Isuzu sepertinya akan mulai dijual dan merambah ke wilayah Asia Tenggara, Thailand diprediksi akan jadi negara pertama pada kawasan ini yang mulai menikmati pikap tanpa BBM tersebut. Laporan terbaru dari Nikkei Asia menuliskan jika pangsa pasar pick up termasuk double cabin yang besar di Thailand adalah alasan mengapa Isuzu akan mulai penjual kendaraan komersial elektrik itu di Negeri Gajah Putih. Baca juga: Isuzu Hadirkan Truk Lawas Pakai Bak Kayu dan Mobil Patroli Polisi di GII

Mobil Rekomendasi

PopulerTerbaruPembaruan
Hot
Honda

Honda Civic

Rp 533,00 - 586,90 Juta

Lihat Mobil
Subaru

Subaru Crosstrek

Rp 549,50 Juta

Lihat Mobil
Suzuki

Suzuki Grand Vitara

Rp 359,40 - 384,40 Juta

Lihat Mobil
Chery

Chery Omoda 5

Rp 329,80 - 399,80 Juta

Lihat Mobil