Mitsubishi Xforce Dipasang Sunroof? Bisa, Tapi Siap-siap Kecewa dengan 3 Hal Ini

Pembahasan mengenai Mitsubishi Xforce sunroof atau panoramic roof memang masih saja banyak di kalangan warganet.

Banyak yang membanding-bandingkan Xforce dengan kompetitornya seperti Honda HR-V, Hyundai Creta, Wuling Alvez, hingga Chery Omoda 5.

Hal itu akibat keempat rivalnya tersebut sudah menggunakan fitur electric sunroof atau panoramic glass roof, sementara Xforce absen perangkat tersebut.

Banyak yang menyayangkan mengingat Mitsubishi selama ini terkenal tidak pelit dalam urusan menjejalkan fitur-fitur kekinian pada setiap produk terbarunya.

Veris XFC Concept pakai atap kaca

Lantas apa alasan Mitsubishi Xforce sunroof tidak ada? Atau bisakah konsumen nantinya memasang komponen tersebut secara optional dengan produk aftermarket?

Pembahasan kali ini akan kita kupas mengenai alasan Mitsubishi Xforce tanpa sunroof maupun panoramic roof.

Harga Mitsubishi Xforce per Januari 2024:

  • Exceed CVT: Rp379.900.000
  • Ultimate CVT: Rp412.900.000

Baca juga: Cara Jitu Supaya Mitsubishi Xforce Makin Ngacir Libas Segala Medan

Beda Sunroof, Moon Roof dan Panoramic Roof

Mitsubishi Pajero Sport Dakar sudah disediakan sunroof

Sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai fitur sunroof dan panoramic roof, biar tidak salah kaprah kita bahas dulu apa itu perbedaan kedua istilah ini.

Sebab ternyata ada banyak orang di luar sana yang meskipun mengaku penggemar otomotif, namun tetap saja tidak bisa membedakan antara mana yang sunroof serta panoramic roof.

Pada dasarnya, kedua istilah itu menunjukkan bagian atap mobil yang sebagian terbuat dari kaca.

Tujuannya pun sama, yakni agar penumpang atau pengemudi dapat menikmati pemandangan di luar mobil tanpa harus keluar dari mobil. 

Namun bila dilihat dari segi cara kerja, masing-masing memiliki perbedaan yang sangat jelas.

Sunroof

Sunroof ukuran kacanya kecil tapi bisa di buka tutup elektrik

Model kaca atap ini ukurannya lebih kecil dibanding panoramic roof, serta bila kaca dibuka mampu membentuk sudut tertentu untuk kemudian naik menuju ke atas atap. 

Kaca atap dapat keluar sehingga udara bisa masuk melalui sunroof. 

Sistem ini dahulu digunakan sebagai teknologi ventilasi bus kota, dimana udara dapat mengalir bebas melalui ventilasi tersebut.

Panel yang terangkat nantinya akan membawa kesejukan udara segar dari luar mobil terutama ketika Anda berkendara di daerah pegunungan. 

Anda dapat menikmati cantiknya bintang-bintang di langit saat melakukan perjalanan malam dengan sunroof terbuka.

Saat ini ada beberapa mobil yang tidak hanya memiliki satu sunroof tapi juga dua.

Untuk yang satu sunroof biasanya dipakai pada mobil berdimensi compact seperti hatchback, sedan, atau compact SUV.

Sementara mobil yang pakai dua sunroof biasanya adalah jenis Big MPV seperti Toyota Alphard atau Nissan Elgrand.

Panoramic Roof

 

Kacanya tida bisa dibuka

Sering disebut panoramic glass roof, model ini menggunakan ukuran kaca yang cukup besar, bahkan hampir sebesar atap mobil itu sendiri. 

Tetapi kaca tersebut tidak bisa bergerak seperti sunroof, meski begitu penumpang tetap dapat melihat suasana pemandangan langit saat mereka berkendara.

Kaca yang dipasang mampu menahan sinar ultraviolet sehingga kabin tidak akan terasa panas. 

Selain itu, panoramic roof dilengkapi juga dengan tirai yang bisa dibuka tutup sehingga Anda dapat bebas menentukan kapan Anda ingin menggunakan tirai dan kapan tidak.

Moonroof

Kaca besar tapi sebagian bisa dibuka tutup secara elektrik

Selain sunroof dan panoramic roof, ada juga istilah moonroof yang orang lain juga sering sebut panoramic sunroof.

Sebenarnya moonroof tidak jauh beda dengan sunroof karena kacanya sama-sama bisa bergerak buka tutup secara elektrik. 

Perbedaannya hanya rel yang mengarahkan atap bergerak ke arah mana. 

Bila sunroof mengangkat kaca, sebaliknya, moonroof justru memasukkan kaca ke dalam atap sehingga tidak mengganggu aliran udara. 

Komponen kaca yang bisa fleksibel bergerak ini juga tidak seluruhnya melainkan sebagian atau separun dari atap kaca yang terpasang di kendaraan tersebut.

Kaca seperti ini terkadang rawan macet. Dan ketika macet, sulit untuk diperbaiki. 

Oleh karena itu, kaca ini biasa digerakkan secara otomatis dengan tombol tertentu sehingga tidak membuat rel mudah macet.

Baca juga: Punya Tampang Macho, Mitsubishi XForce Bikin Kaum Hawa Jatuh Cinta

Bisa Saja Mitsubishi Xforce Dipasang Sunroof atau Panoramic Roof

Mitsubishi Xforce punya dua varian tipe

Atsushi Kurita, President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menjelaskan, kalau Xforce dipasang fitur electric sunroof, panoramic sunroof, atau mungkin hanya sekedar panoramic glass roof sebenarnya bisa saja.

"Di Jepang kami punya Outlander Sport yang punya fitur panoramic roof, jadi secara teknikal kami tidak punya kesulitan untuk memasang panoramic roof," katanya melalui keterangan tertulis.

Namun begitu, sebelum memutuskan apakah Xforce akan dipasang sunroof atau tidak, pihak Mitsubishi sudah melakukan studi untuk menguji mobil yang sudah dilengkapi fitur tersebut dengan yang tidak dilengkapi.

Kemudian selama proses pengembangan mobil ini, Mitsubishi dan Yamaha juga turut mempertimbangkan tata letak ruang kabin Xforce.

Alhasil diputuskan jika mobil terbaru Mitsubishi itu tidak pakai fitur panoramic roof.

Baca juga: Kompetitor Xforce Ada yang Hybrid, Mitsubishi: Tenang, Kita Juga Bisa Buat!

Bisa Kurangi Kenyamanan Kabin

Xforce tawarkan kenikmatan berkendara

Keberadaan sunroof atau panoramic roof memang menjadi nilai tambah tersendiri bagi sebuah kendaraan.

Selain dapat menikmati pemandangan alam selama berkendara, keberadaan fitur ini juga turut meningkatkan gengsi dari si pemilik mobil karena kendaraannya terpancar aura kemewahan.

Walau begitu ketika Mitsubishi Xforce sunroof di realisasikan, menurut Atsushi Kurita, ada setidaknya tiga hal yang bisa berpengaruh dari langkah memasukkan sunroof ke kendaraan tersebut.

1. Berat Kaca Pengaruhi Efisiensi BBM

Konsumsi BBM bisa berubah

Menurut Kurita, Mitsubishi Motors ingin menciptakan Xforce sebagai kendaraan yang menyenangkan untuk dikendarai sekaligus juga efisien dalam pemakaian bahan bakar.

Dan pihak mereka sudah melakukan penelitian, ketika dilakukan uji antara mobil yang dilengkapi panoramic roof dan yang tidak, konsumsi bahan bakarnya ternyata mencatatkan hasil berbeda.

"Kami punya mobil yang sudah dilengkapi dengan panoramic roof dan konsumsi bahan bakarnya sedikit terpengaruh karena penggunaan panoramic roof," kata dia.

"Kami juga ingin mobil ini punya efisiensi bahan bakar yang baik, itulah alasan kami akhirnya tidak menggunakan panoramic roof," ujarnya.

Bobot kaca pada sebuah kendaraan yang tidak ringan juga diakui oleh Rifat Sungkar yang merupakan pereli Nasional sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia.

"Di balap, satu dari beberapa teknik mengurangi bobot mobil adalah dengan mengganti seluruh kaca jendela dengan bahan yang lebih ringan seperti akrilik. Jadi kalau sebuah mobil atapnya dipasang kaca, rasanya memang tidak mustahil bobotnya bisa bertambah dan hal ini mempengaruhi konsumsi BBM," jelas Rifat.

Dirinya pribadi mengakui, dengan kesuksesan Pajero Sport dan Xpander, ia yakni Mitsubishi juga akan sukses dengan Xforce.

"Kita sudah buktikan Mitsubishi mempunyai kendaraan yang build quality bagus, kenyamanan terbaik, dan paket pembelian dan perawatan yang terjamin. Untuk Xforce dengan mesin sama seperti Xpander tapi gearbox beda artinya sudah terbukti, mobil ini bisa irit, perawatan mudah, sehingga saat membeli mobil ini bisa dengan perasaan yang nyaman," ucap dia.

Baca juga: Test Drive Mitsubishi Xforce, Ada 4 Hal yang Bikin Penasaran dan Wajib Diketahui

2. Kelegaan Kabin Berkurang

Headroom bakal lebih sempit

Meski ada kesan pemasangan sunroof atau panoramic roof membuat interior terlihat lebih lapang, ternyata hasil studi yang dilakukan tim Mitsubishi Motors menunjukkan hal yang berbeda.

Keberadaan atap kaca tersebut ternyata malah bisa sedikit memangkas ruang kepala (head room) dari penumpang mobil.

"Kami pikirkan juga dengan head clearance yang ada di mobil. Jika ada panoramic roof maka ruangan kepala di mobil akan jadi berkurang. Jadi lebih pendek. Kami juga mendapatkan pengakuan dari customer soal ini," sebut Kurita.

3. Kualitas Audio Yamaha Mitsubishi Xforce Terganggu

Yamaha Dynamic Sound di Xforce

Terakhir alasan yang disebutkan Kurita Mitsubishi Xforce absen panoramic roof adalah terkait audio system di mobil tersebut yang menggandeng pihak Yamaha.

Perlu diketahui, Xforce dibekali satu set Dynamic Sound Yamaha Premium yang didukung 8 speaker yang terintegrasi dengan 4 Preset Equalizer, Anda bisa atur pada mode Signature, Lively, Powerful, atau Relaxing.

"Kami memiliki sistem audio premium dari Yamaha. Untuk mendapatkan performa yang baik dan ruangan yang nyaman akan sangat mungkin tanpa panoramic roof," katanya.

"Ini bukan semata-mana kita pasang speaker Yamaha, tapi tim engineer Yamaha kerjasama dengan tim engineer Mitsubishi untuk mengembangkan sistem tata suara khusus untuk interior Xforce. Jadi karakter suaranya dan equalizer ditunning sesuai kabin Xforce," timpal Guntur Harling, General Manager Product Strategy Division MMKSI.

Sementara itu Intan Vidiasari selaku General Manager Marketing and PR Communication MMKSI menyebutkan, jika Yamaha mendesain sistem audio di mobil ini bersamaan dengan pengembangan Xforce itu sendiri.

Jadi bukan sekedan mereka menyumbang perangkat berupa speaker atau amplifier.

Kemudian sistem audio ini juga memiliki fitur Speed Compensated Volume (SCV) yang mampu kualitas audio tetap dipertahankan sesuai setting penggunaannya, menyesuaikan dengan kecepatan kendaraan.

"Saat mobilnya berakselerasi dan kena hujan, dia punya teknologi sensor yang bisa menyesuaikan kualitas suaranya. Jadi kalau musiknya terasa lebih kencang itu karena mobil melewati kondisi jalan yang kurang ideal," sebut Intan.

Semua kondisi tersebut akan mencapai titik paling ideal, sebut Intan, jika tanpa keberadaan sunroof atau panoramic roof.

"Kami akan melakukan studi lagi, jika memang diperlukan, kedepannya kami bisa saja memasang panoramic roof. Hanya saja itu akan sangat berpengaruh ke konsumsi bahan bakar. Selain itu kami juga perlu mempelajari apakah Yamaha audio akan terpengaruh oleh kondisi pemasangan panoramic roof," tukas Kurita.

Oops... Something broke.
    Channel:
Ikuti media sosial kita:
Prasetyo

Editor

Menggeluti bidang jurnalistik otomotif sejak 2009 selaras dengan hobinya dalam memodifikasi mobil. Apalagi karakteristik yang...

Beli mobil lebih mudah dan tak perlu nunggu lama

pengguna tukar tambah mobil impiannya
Tambahkan
mobil Anda

Upgrade

Mitsubishi Xforce

Mobil Bekas Terkait

Jaminan Kualitas Mobil

Garansi Satu Tahun

Jaminan 5 Hari Uang Kembali

Harga Pasti, Tidak Ada Biaya Tersembunyi

Lihat Lebih

Video Pendek Terkait

Related Videos

Yang Bikin Beda XForce dari Yaris Cross, Creta dan HR V!

First Drive Mitsubishi XForce | Enak Di Mata, Enak Juga Dibawa?

Pilih Xforce, Grand Vitara, atau Yaris Cross? | Komparasi

Pendatang Baru, Siap Jadi Pengganggu! | First Look Mitsubishi Xforce

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia secara resmi melakukan pergantian direksi pada bagian atas. Ya, rombakan di bagian atas manajemen ini menjadi hal biasa, termasuk posisi Direktur Sales & Marketing Division PT MMKSI yang dijabat Tetsuhiro Tsuchida sejak Juni 2021, akan segera digantikan oleh Yoshio Igarashi. Sebelumnya, Yoshio Igarashi pernah menjabat sebagai merupakan Deputy General Manager, Indonesia Automotive D
Kali ini Autofun akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan Nissan Serena C24 bekas, sebagai alternatif mobil MPV harga terjangkau. Siapa yang belum tahu Nissan Serena C24? Ini adalah generasi kedua dari Nissan Serena yang hadir di Tanah Air pada 2004 sebagai MPV berpenampilan boxy dengan membawa nuansa mewah serta modern yang kental. Di Jepang sebagai negara asalnya, Serena begitu diminati dan sempat menempati posisi pertama penjualan mobil MPV. Karenanya Nissan Indonesia pun merasa percay
Ada risiko mobil terendam banjir yang bisa sangat membahayakan kondisi kendaraan Anda jika tidak langusng ditangani. Karena itulah sejak dini pahami betul akan risiko mobil terendam banjir tersebut, supaya kendaraan kesayangan bisa terselamatkan dari kerusakan fatal. Apalagi curah hujan yang cukup besar mengguyur di beberapa wilayah di Indonesia kerap berpotensi munculnya genangan air hingga banjir. Hal ini pula yang membuat para pemilik mobil merasa khawatir jika banjir masuk ke basement kantor
Perbedaan Isuzu Panther Touring dan Grand Touring seringkali menjadi pembahasan yang menarik meski kondisi barunya sudah tak lagi dijual. Panther Touring diluncurkan di Indonesia pertama kali pada tahun 2000 berbarengan dengan hadirnya Panther kapsul. Panther Touring sejatinya merupakan Panther kapsul yang mendapat sedikit tambahan fitur dan aksesoris guna memberikan tampilan ala SUV tangguh. Dengan varian Grand Touring, tipe Touring memiliki perbedaan cukup banyak meski keduanya sekilas terliha
Cara derek mobil listrik harus diperhatikan supaya tidak merusak motor listrik atau peranti lainnya. Karena sistem penggerak yang berbeda antara kendaraan listrik dengan mobil Internal Combustion Engine (ICE) membuat penggunaan, perawatan, hingga penangannya di kondisi darurat pun ikut berbeda. Salah satu yang perlu diantisipasi yakni ketika mobil listrik mogok saat perjalanan. Hal yang wajib diperhatikan ketika mobil listrik mogok dan ingin mendereknya yakni memastikan cara menderek yang dilaku

Mobil Rekomendasi

PopulerTerbaruPembaruan
Hot
Honda

Honda Civic

Rp 533,00 - 586,90 Juta

Lihat Mobil
Subaru

Subaru Crosstrek

Rp 549,50 Juta

Lihat Mobil
Suzuki

Suzuki Grand Vitara

Rp 359,40 - 384,40 Juta

Lihat Mobil
Chery

Chery Omoda 5

Rp 329,80 - 399,80 Juta

Lihat Mobil

Perbandingan Mobil Terkait

Mitsubishi Xforce
Lihat