Kelebihan dan Kekurangan Toyota Starlet Kapsul, Hatchback Setengah Tua yang Lagi Naik Daun

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan Toyota Starlet Kapsul yang perlu kalian ketahui, tertutama jika ingin bernostalgia dengan mobil era 90-an ini.

Sebelum kehadiran Toyota Yaris, PT Toyota Astra Motor (TAM) diketahui lebih dulu memperkenalkan Toyota Starlet pada tahun 1985.

Ini sebenarnya generasi ketiga dari Toyota Starlet yang punya nama populer Starlet 70 Series atau Starlet Kotak (Starko) di Indonesia dan mobil ini merupakan salah satu cikal bakal city car hatchback di Tanah Air.

Julukan tersebut melekat karena desain hatchback compact Toyota itu punya pahatan bodi yang cenderung mengkotak.

Pakai kode EP70, model ini juga sekaligus menjadi Starlet pertama yang diproduksi di luar Jepang, selanjutnya diikuti Starlet EP71.

Lantas mulai tahun 1990 hingga 1998 muncul generasi berikutnya dari Starlet yang kerap disebut Starkap alias Starlet Kapsul akibat bentuk bodinya yang membulat mirip kapsul.

Baca juga: Jadi Kembaran Suzuki Baleno, Toyota Starlet Glanza Malah Lebih Laris

Desain membulat membuatnya dijuluki Starlet Kapsul

Perlu kalian ketahui, Starlet Kapsul untuk pasar lokal sendiri ditawarkan dengan dua kode body, yaitu EP80 dan EP81.

Dimana EP80 menunjukan untuk varian 1.0L dan EP81 untuk pilihan 1.3L. Mengenai pilihannya, Starkap sendiri hadir dengan beberapa tipe, diantaranya; 1.0 XL, 1.3 SE, 1.3 SE Limited dan 1.3 SE-G.

Meski sudah cukup berumur, sebagai hatchback kompak eksistensi Starlet Kapsul hingga kini masih bisa dirasakan.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kalangan muda hingga orang tua yang mempunyai keinginan meminang mobil tersebut baik sekedar ingin bernostalgia maupun sebagai kendaraan hobi.

Disisi lain, Starlet Kapsul sendiri diketahui memiliki tampilan unik untuk sebuah kendaraan mungil dekade 90-an dengan desain yang timeless.

Tapi karena sudah tidak lagi diproduksi lebih dari 25 tahun, Anda yang menginginkan Starkap hanya bisa mencari unit bekasnya.

Sebagai informasi, untuk harga bekas Toyota Starlet Kapsul saat ini ditawarkan dengan harga yang beragam. Mulai dari Rp30 jutaan untuk kondisi bahan, serta Rp70 jutaan dengan keadaan yang ‘segar’.

Tertarik meminang Starlet Kapsul sebagai mobil nostalgia ataupun hobi? Sebelum berniat untuk membelinya, ketahui lebih dulu kelebihan dan kekurangan Toyota Starlet Kapsul di bawah ini.

Spesifikasi Toyota Starlet Kapsul
  EP80 EP81 EP82
Dimensi
Panjang 3.720 mm
Lebar 1.754 mm
Tinggi 1.380 mm
Jarak sumbu roda 2.300 mm
Jarak ke tanah 150 mm
Ukuran roda  175/70 R13
Kapasitas tangki BBM 40 liter
Mesin
Tipe mesin 1E SOHC 2E SOHC 4E-FTE DOHC Turbo
Isi silinder 999 cc 1.295 cc 1 331 cc
Jumlah silinder 4
Daya makismum 57 PS @6.000 rpm 84 PS @6.000 rpm 137 PS @6.400 rpm
Torsi maksimum 102 Nm @3.500 rpm 98 Nm @3.600 rpm 157 Nm @4.800 rpm
Transmisi Manual 5 percepatan
Sasis
Sistem kemudi Rack and pinion
Suspensi depan Double wishbone
Suspensi belakang Helical spring
Rem depan Ventilated disc
Rem belakang Drum

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Honda Jazz GD3, Pionir Hatchback CVT di Indonesia

Kelebihan Toyota Starlet Kapsul

Kecil, ringkas, tapi punya desain yang timeless adalah beberapa kelebihan yang bisa kita lihat dari fisik Starlet Kapsul, tapi bukan cuma itu saja kok.

1. Tampilan yang Tak Lekang Oleh Zaman

Tampilan Toyota Starlet Kapsul tak lekang oleh zaman

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, Starlet Kapsul memiliki bentuk unik serta desain yang timeless.

Pada bagian fascianya sendiri diketahui menggunakan grill berbentuk horizontal yang dinamis serta reflektor kaca di lampu utama dengan bentuk membulat yang membuatnya terlihat bersih dan tidak mudah menguning.

Bumper depannya sendiri selain terlihat dinamis juga terkesan atraktif.

Untuk varian ‘Turbo look’, pada bagian bonnetnya terdapat lekukan ditengahnya yang menyuguhkan nuansa sporty.

Menengok sisi samping mobil ini, kalian bisa menemukan tampilan yang stylish dan proper dengan tambahan side moulding serta spion yang membulat.

Tampilan belakang Toyota Starlet Kapsul

Seperti beberapa mobil keluaran 2000-an ke atas, pada bagian buritannya disematkan stop lamp yang dinamis dan seolah tehubung di kedua sisinya berkat adanya garnish model memanjang ditengahnya.

Bagian bumper belakang mobil ini juga dibuat stylish dan sporty menyesuaikan bentuk keseluruhan yang dimiliki.

Begitupun tampilan dalamnya, mobil ini terlihat modern dengan disematkannya jam digital di tengah, dashboard membulat, tombol pengaturan pada center cluster yang ergonomis, serta adanya power window dan electric mirror untuk varian SE Limited dan SE-G.

Baca juga: 5 Mobil Toyota 1990-an di Bawah Rp65 Juta Incaran Anak Muda, Mulai Dari Starlet Sampai Crown

2. Gesit dan Lincah Berkat Mesin yang Bertenaga

Varian GT sudah dilengkapi mesin turbo

Beberapa pemilik meyakini bahwa Toyota Starlet Kapsul terasa gesit dan lincah ketika dikendarai di kota-kota besar.

Secara data, Starkap sendiri memiliki panjang 3.720 mm, lebar 1.754 mm dan tinggi 1.380 mm. Untuk wheelbasenya tercatat 2.300 mm.

Faktor lain yang membuatnya lincah adalah jantung pacu yang digunakan. Seperti yang kami sampaikan, Starkap hadir dengan mesin 1.0L dan 1.3L.

Menurut data di atas kertas, mesin berkodekan 1E 1.0L 4-silinder segaris 12 valve SOHC karburator tersebut dapat meraih tenaga 57 PS pada 6.000 rpm dengan torsi 102 Nm di 3.500 rpm.

Sedangkan varian 1.3L dengan kode mesin 2E juga diketahui menggunakan 4-silinder segaris 12 valve SOHC karburator yang mampu melecutkan tenaga 84 PS di 6.000 rpm serta torsi maksimal 98 Nm pada 3.600 rpm.

3. Kondisi Sehat, Konsumsi BBM-nya Terbilang Cukup Efisien

Konsumsi BBM Toyota Starlet Kapsul cukup efisien

Dalam kondisi mesin yang sehat, konsumsi BBM Toyota Starlet Kapsul terbilang cukup efisien.

Untuk penggunaan dalam kota diketahui mobil ini mampu menempuh jarak hingga 11 km/liter.

Sedangkan ketika digunakan berpergian keluar kota, konsumsi BBM-nya dapat mencatatkan angka 15 km/liter.

Baca juga: Bintangnya Hatchback di Era 90-an, Simak Sejarah Toyota Starlet di Indonesia

4. Perawatan yang Mudah Serta Ketersediaan Spare Part yang Masih Melimpah

Spare part Toyota Starlet Kapsul cukup melimpah

Kalian tak perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan suku cadang mobil ini.

Pasalnya, untuk ketersediaan spare part Starlet Kapsul hingga saat ini masih mudah ditemukan di seluruh penjuru nusantara.

Karenanya Starlet Kapsul memiliki beberapa persamaan dengan Soluna untuk bagian kaki-kaki dan sistem pengereman.

Bicara jantung pacu, spare part yang digunakan mempunyai substitusi dengan Corolla EX Saloon maupun Corolla SE Limited varian 1.3L.

Bukan cuma itu saja, harga spare part yang dijajakan juga terbilang cukup terjangkau, sehingga kalian tidak perlu khawatir akan menguras isi dompet terlalu dalam.

5. Harga Bekas Stabil

Harga bekas Toyota Starlet Kapsul terbilang stabil

Seperti yang diketahui, Toyota Starlet Kapsul dari tahun ke tahun memiliki harga bekas yang stabil.

Terlebih statusnya yang kini sedang naik daun, membuat harga bekasnya semakin melambung tinggi.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Karimun Kotak, City Car Boxy Incaran Kawula Muda Saat Ini

Kekurangan Toyota Starlet Kapsul

Oke, makin kepincut dengan Starkap? Tunggu dulu, kalian harus pahami juga apa saja penyakit dan kendala di mobil ini.

1. Tidak Tersedia Transmisi Otomatis

Toyota Starlet Kapsul hadir dengan pilihan transmisi manual 5-percepatan saja

Toyota Starlet yang ada di Indonesia hanya ditawarkan pilihan transmisi manual 5-percepatan saja.

Padahal untuk city car sendiri pada umumnya lebih cocok menggunakan transmisi otomatis.

2. Air Hujan Sering Masuk ke Pintu Bagian Pengemudi

Harus waspada ketika ada air masuk ke kabin

Sebagian besar pemilik Toyota Starlet Kapsul memiliki masalah di bagian pintu pengemudinya.

Hal tersebut dikarenakan air hujan atau air yang digunakan untuk mencuci mobil kerap kali masuk ke bagian dalam pintu melalui celah lis kaca atau lubang kunci.

Secara terus menerus hal ini tentunya dapat mengakibatkan korosi pada plat besi bagian dalam, kerusakan dinamo power window serta lapuknya papan door trim.

3. Masih Memakai Platina

Toyota Starlet Kapsul lansiran 1991-1992 masih menggunakan platina

Toyota Starlet Kapsul lansiran 1991-1992 diketahui masih menggunakan platina untuk memperoleh percikan api pada ruang bakar.

Sebelum memutuskan melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil ini, sebaiknya kalian mengecek kondisi platina terlebih dahulu.

Apabila ditemukan kondisi platina yang kurang baik, tentunya pengapian yang dihasilkan menuju ruang bakar menjadi tidak maksimal.

Jika sudah begitu, mobil akan terasa seperti tersendat-sendat.

Baca juga: Intip Sejarah Honda City, Berawal dari Hatchback 3 Pintu Bermesin Turbo

4. Toyota Starlet Kapsul Lemah di Bagian Kaki-kaki

Kaki-kaki yang bermasalah akan mengganggu kenyamanan kabin

Menggunakan penggerak Front-wheel Drive, Toyota Starlet Kapsul memiliki kelemahan di sektor kaki-kaki bagian depan.

Beberapa pemilik mobil ini kerap kali mendengar dan merasakan suara ‘gluduk’ pada bagian roda depannya.

Hal ini dikarenakan karet bushing di swing arm sudah mulai mulai getas, karet ball joint pecah, serta karet tie rod yang jebol yang sudah termakan usia.

5. Volume Bagasi yang Kecil

Bagasi Toyota Starlet Kapsul terbilang kecil

Sebagai hatchback kompak, Starlet Kapsul pada awalnya secara khusus diciptakan untuk menemani seluruh kegiatan sehari-hari di kota besar.

Maka dari itu, kapasitas bagasi yang dimilikinya tidak terlalu besar.

Dengan tas ataupun koper berukuran cukup besar, bagasinya tersebut hanya bisa dimuati 2 buah saja, terlebih adanya tonneau yang membuat ruang kabinnya menjadi sangat terbatas.

Baca juga: Toyota Starlet Lahir Kembali, Sama Nama Beda Rupa Harga Lebih Murah dari Yaris

6. Menggunakan Timming Belt

Perhatikan jadwal servis berkala dari pemilik sebelumnya

Toyota Starlet diketahui masih menggunakan timming belt untuk dapat menggerakan Crankshaft dengan Camshaft secara selaras.

Penggunaan timming belt pada Starlet harus melakukan pergantian setiap 40.000 km - 100.000 km.

Jika lupa melakukan pergantian, gejala yang umumnya terjadi adalah timming belt putus ketika mobil sedang digunakan.

Bila itu terjadi, mesin mobil biasanya akan mati seketika akibat piston yang bertabrakan dengan klep.

Selain itu, timming belt akan mudah rusak bila terkena oli, bensin, dan semacam cairan lainnya karena berbahan dasar karet.

Untuk setiap penggantian timming belt, kalian harus menyiapkan biaya bekisar Rp300.000 – Rp500.000.

7. Harus Sering Melakukan Tune-Up

Toyota Starlet Kapsul harus sering melakukan tune-up

Menggunakan teknologi karburator, pengguna Toyota Starlet Kapsul tentunya harus sering kali melakukan tune-up paling tidak 4 bulan sekali.

Hal ini wajib dilakukan untuk mendapatkan performa yang maksimal serta irit dalam penggunaan bahan bakar.

Selain itu, kalian juga diharuskan mengecek filter bensinnya.

Jika ditemukan adanya kotoran, tentunya akan mempengaruhi suplai bensin ke karburator.

Baca juga: Dianggap Sudah Jadul dan Boros, Sebenarnya Mobil Bermesin Karburator Masih Sangat Layak Dibeli

Kesimpulan

Setelah membahas mengenai beberapa kelebihan dan kekurangan Toyota Starlet Kapsul tadi, maka bisa ditarik kesimpulan jika hatchback compact ini masih layak untuk dimiliki buat kebutuhan harian.

Kelebihan dan kekurangan Toyota Starlet Kapsul

Kelebihan:

  • Desain timeless
  • Mesin bertenaga dan pengendalian lincah
  • Konsumsi BBM
  • Perawatan mudah suku cadang berlimpah
  • Harga bekas stabil

Kekurangan:

  • Tidak ada transmisi otomatis
  • Kabin rembes air hujan
  • Mesin pakai platina
  • Kaki-kaki lemah
  • Bagasi kecil
  • Waspada timming belt
  • Wajib rutin tune up
    Channel:
Ikuti media sosial kita:
Enda

Reporter

Seorang pengagum otomotif sejak kecil, yang suka mengoprek kendaraan di akhir pekan, membuat penulis semakin cinta pada dunia...

Beli mobil lebih mudah dan tak perlu nunggu lama

pengguna tukar tambah mobil impiannya
Tambahkan
mobil Anda

Upgrade

Toyota Yaris

Mobil Bekas Terkait

Jaminan Kualitas Mobil

Garansi Satu Tahun

Jaminan 5 Hari Uang Kembali

Harga Pasti, Tidak Ada Biaya Tersembunyi

Lihat Lebih

Video Pendek Terkait

Related Videos

2021 Toyota Yaris Hybrid Review: Perfect City Car Desagned for Urban Life

SOSOK TOYOTA GR YARIS 2021 ! DI THAILAND HARGANYA 1M LEBIH , MASUK KE INDONESIA JADI BERAPA NIH ??

Ini adalah kelebihan dan kekurangan Honda CR-V Gen-1 RD1 yang harus dipahami setiap orang jika mau membeli mobil tersebut. Disaat tren mobil jenis SUV (Sport Utility Vehicle) terus mengalami peningkatan, ternyata bukan cuma pada penjualan mobil baru saja, namun unit second mobil SUV juga permintaannya naik. Kondisi ini mungkin dipicu faktor fleksibilitas mobil SUV yang bisa dipakai untuk aktifitas harian, tapi juga sesekali berpetualang di luar kota saat akhir pekan. Namun karena sebagian lapsia
Membahas mobil bekas diesel murah di bawah Rp200 juta jenis kendaraan keluarga, saat ini pilihannya bukan cuma Toyota Kijang Innova diesel. Mobil keluarga bermesin diesel masih ramai diminati lantaran irit bahan bakar, tangguh dan cukup mudah dari segi perawatan. Bahkan mobil diesel keluaran 10-15 tahun yang lalu masih sangat aman mengkonsumsi solar dengan kandungan sulfur tinggi seperti biosolar, yang saat ini dibandrol Rp6.800 per liter sehingga dapat menghemat pengeluaran. Ingin tahu apa saja
Isuzu D-Max Hybrid ternyata diam-diam sudah dipersiapkan oleh Isuzu, bahkan unitnya ketahuan telah lakukan uji jalan. Langkah ini seperti ingin menyaingi pengumuman Toyota di penghujung tahun 2023 yang telah meluncurkan Hilux Hybrid 48V untuk pasar Australia dan rencananya menyusul akan dipasarkan di Eropa. Kalau Toyota Hilux hybrid baru menyasar Benua Biru, D-Max Hybrid rupanya telah menjalani uji jalan di Thailand. Fakta tersebut terungkap dari beberapa unggahan spyshoot yang dipublikasikan me
Morris Garage atau MG Motor Indonesia secara resmi mengumumkan harga dua mobil listriknya untuk pasar otomotif nasional yaitu, MG 4 EV dan MG ZS EV. Kedua harga mobil listrik yang sempat dipamerkan di beberapa sesi acara MG Motor Indonesia kini dibanderol sebagai berikut: MG 4 EV: Rp433.000.000 MG ZS EV: Rp453.000.000 Baca juga: MG Siap Produksi Mobil Listrik di Cikarang Tahun 2024, Biar Harganya Makin Murah Menurut Marketing dan PR Director MG Motor Indonesia, Arief Syarifudin, MG 4 EV dan ZS E
Perbedaan VVT-i dan Non VVT-i pada mesin Toyota Avanza gen 1 perlu dipahami bahwa ini bukan sekedar penamaan belakang. Sebagai informasi, Toyota Avanza generasi pertama diluncurkan pada Desember 2003, yang kemudian baru dijual resmi Januari 2004. Mobil jenis MPV segmen Low ini awalnya diproduksi di pabrik PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang ada di Sunter, Jakarta Utara. Pada saat diluncurkan, diketahui masih Avanza generasi pertama hadir dalam dua varian yaitu 1.3E dan 1.3G. Kedua model tersebut

Mobil Rekomendasi

PopulerTerbaruPembaruan
Hot
Honda

Honda Civic

Rp 533,00 - 586,90 Juta

Lihat Mobil
Subaru

Subaru Crosstrek

Rp 549,50 Juta

Lihat Mobil
Suzuki

Suzuki Grand Vitara

Rp 359,40 - 384,40 Juta

Lihat Mobil
Chery

Chery Omoda 5

Rp 329,80 - 399,80 Juta

Lihat Mobil

Perbandingan Mobil Terkait

Toyota Yaris
Lihat