Cegah Kasus DFSK Glory 580 Tidak Kuat Nanjak Terulang, Ketahui Cara Melewati Tanjakan Pakai Mobil FWD

Yongki Sanjaya · 7 Des, 2020 20:00

Cegah Kasus DFSK Glory 580 Tidak Kuat Nanjak Terulang, Ketahui Cara Melewati Tanjakan Pakai Mobil FWD 01

DFSK Glory 580 memang memiliki sedikit masalah lag ketika di tanjakan sehingga pengguna harus memahami karakternya.

Beberapa waktu lalu sejumlah pemilik DFSK Glory 580 mengajukan somasi terhadap agen pemegang merek, yaitu PT Sokonindo Automobile. Dalam somasi mereka disebutkan, kalau DFSK Glory 580 tidak kuat nanjak. Supaya kasus serupa tidak terulang, kalian wajib tahu cara supaya mobil kuat melewati tanjakan.

Menanggapi kasus tersebut, DFSK juga terbuka atas masukan-masukan yang diberikan oleh konsumen yang ada di seluruh Indonesia. Upaya ini dilakukan demi terus bisa berinovasi melayani lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Pihak agen pemegang merek pun sedang melakukan investigasi dan berusaha menyelesaikan keluhan yang dialami. 

“Terkait dengan ketidaknyamanan yang dialami oleh konsumen DFSK Glory 580, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan permasalahan hukum ini sebaik-baiknya, termasuk menyelesaikan keluhan yang dialami,” ujar PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi

Memang sih, sangat riskan kalau kita mengalami kejadian seperti pemilik DFSK Glory 580 yang mengajukan somasi itu. Mereka sedang melewati tanjakan dan mobilnya tidak kuat menanjak. 

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Article_Middle_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649907777923-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649907777923-0'); });

Kamu mungkin pernah mengalami mobil harus berhenti di tengah-tengah tanjakan. Kondisi ini memang sangat menantang, karena mobil memiliki potensi untuk melorot saat start atau mulai jalan lagi. Kasus melorot biasanya terjadi kalau ada jeda atau lag karena respons pengemudi atau di mobil yang terlambat memproduksi tenaga untuk nanjak. 

Kunci Utama Mobil Tidak Melorot Melewati Tanjakan 

Cegah Kasus DFSK Glory 580 Tidak Kuat Nanjak Terulang, Ketahui Cara Melewati Tanjakan Pakai Mobil FWD 01

Pengemudi pemula harus banyak berlatih keterampilan menghadapi jalan menanjak.

Saat melewati tanjakan dengan kondisi lalu lintas padat atau macet, selalu menggunakan gigi rendah, yaitu 1 (manual) atau L/1 (metik). Gigi 1 punya angkatan torsi paling besar untuk nanjak. Jangan lupa, pelajari dan kuasai teknik memainkan pedal gas supaya mesin dapat respons cepat. 

Dalam kasus DFSK Glory 580 ini, mobil kesulitan menanjak, bisa jadi salah satu faktornya karena penggerak roda depan. Memang sih, sekarang ini SUV nanggung kebanyakan pakai FWD, cuma Rush dan Terios saja yang setia pakai RWD. 

Cara Menghadapi Tanjakan Bagi Mobil Manual

Cegah Kasus DFSK Glory 580 Tidak Kuat Nanjak Terulang, Ketahui Cara Melewati Tanjakan Pakai Mobil FWD 02

Untuk mobil manual atau metik konvensional, kombinasi gigi 1 dan gigi 2 ketika bertemu jalanan menanjak menjadi solusi yang efektif. Saat start awal, memang harus gigi 1 dan bisa dipindah ke 2 bila tanjakannya landai. 

Bila harus menghadapi kemacetan di jalan menanjak dengan mobil manual, kita bisa mengganti rem kaki memakai hand brake. Ketika mobil berhenti, kamu bisa langsung menarik rem tangan agar mobil tidak turun sambil kaki kiri menginjak kopling. 

Ketika mobil mulai berjalan, lepaskan rem tangan secara perlahan-lahan dengan diikuti kaki kiri melepaskan kopling. Sedangkan kaki yang lain menekan pedal gas untuk bergerak maju. 

Cara ini memang akan sulit dilakukan untuk para pengemudi pemula. Untuk itu, perlu latihan terlebih dahulu di tanjakan yang tidak terlalu ramai supaya terbiasa. 

Trik Melewati Tanjakan Memakai SUV Metik FWD Seperti DFSK Glory 580

Cegah Kasus DFSK Glory 580 Tidak Kuat Nanjak Terulang, Ketahui Cara Melewati Tanjakan Pakai Mobil FWD 03

Karena DFSK Glory 580 memakai penggerak roda depan, jadi mobil menjadi lebih rawan selip. bannya hilang cengkraman ketika melewati jalan yang licin, seperti rumput basah ataupun lumpur. 

Memang perlu cara tersendiri ketika ingin membawa kendaraan melewati rintangan seperti itu. Terlebih, mobil seperti Glory 580 memakai teknologi drive by wire, kadang ada gejala lemot atau lag sehingga kesigapan pengemudi jadi faktor penting. 

Ketika ingin melewati rintangan yang licin, jangan menekan gas terlalu dalam karena penggerak roda depan itu lebih mudah kehilangan cengkraman. Kalau ban mobil sudah spin, kendaraan akan merosot ketika ditanjakan, atau diam ditempat

Untuk mobil penggerak roda depan, ketika mulai berjalan, pastikan berjalan secara perlahan. Gunakan juga rem tangan ketika mulai berjalan di tanjakkan

Ketika mobil mulai bergerak, turunkan rem tangan dan tekan gas secara halus dan bertahap. jangan buru-buru menekan gas, bila lemot sebaiknya gas diayun bertahap. Hindari memakai posisi D di transmisi karena akan menyulitkan saat menanjak, sekalipun cuma tanjakan pendek di mall atau parkiran. 

Ketika melewati permukaan yang licin, gunakan putaran mesin yang rendah. Bisa dilakukan dengan menempatkan gigi perseneling pada satu tingkat lebih tinggi dibanding berjalan di jalan biasa.

Posisikan gigi pada low (L), atau D1. Hal tersebut dikarenakan mobil penggerak roda depan respon terhadap gasnya lebih cepat. Asal kickdown bisa membuat cengkraman roda terlepas, jadi harus bertahap. 

Kesimpulan 

Tidak cuma memperhatikan karakter mobil, kita juga harus menguasai teknik berkendara saat melewati tanjakan. Kombinasi dua poin di atas ini setidaknya bisa menghindarkan situasi mobil tidak kuat menanjak.

Jadi, kasus yang terjadi pada DFSK Glory 580 ini bisa ditelusuri lebih jauh lagi, sehingga pokok permasalahan bisa segera terungkap. Jadi, somasi ini bisa membuktikan apakah benar ada cacat produksi atau tidak.  

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Article_Bottom_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649907953835-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649907953835-0'); });

Yongki Sanjaya

Editor

Berpengalaman di beberapa media online. Bermula menjadi reporter otomotif di situs yang lain hingga kini menjadi Editor di Autofun Indonesia. Penghobi mobil lawas dan anak 90-an banget. FB:Yongki Sanjaya Putra

Komentar

Mobil Terbaru