window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_breadcrumb_above_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685614302872-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685614302872-0'); });

Pakai Busi Racing Buat Motor Harian, Tambah Tenaga atau Mubazir?

Harry · 7 Mar, 2024 12:00

busi racing motor

Busi racing dari NGK.
  • Mubazir untuk motor harian bermesin standar.
  • Kinerja busi jadi tak optimal.
  • Pakai busi upgrade lebih disarankan.

Meningkatkan performa mesin motor kesayangan, bisa dilakukan dengan beragam cara.

Dari yang paling rumit seperti bore-up, sampai yang praktis dengan menggunakan part performa bersifat plug and play.

Salah satu yang sering dilakukan adalah mengganti busi bawaan motor, dengan busi racing.

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_fourthp_under_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685613563107-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685613563107-0'); });

Harapannya tentu performa mesin meningkat, yang berimbas pada akselerasi sang kuda besi.

Sayangnya hal ini justru salah kaprah, karena busi racing itu akan mubazir, terlebih jika dipakai untuk mesin motor yang masih standar.

Baca juga : Hati-Hati, Pakai Busi Palsu Bisa Bikin Mesin Motor Jebol!

Menurut Diko Oktaviano, Technical Support dari PT Niterra Mobility Indonesia, produsen busi NGK, masih banyak yang salah terkait hal ini.

"Kalau untuk NGK, kategori busi racing itu khusus kompetisi yang warna merah, nah itu busi racing," bukanya.

Menurutnya penggunaan busi racing pada motor harian dengan mesin standar justru akan mubazir.

busi racing motor

Mesin motor standar pakai busi racing akan mubazir.

"Busi itu akan menunggu suhu mesin sampai titik tertentu baru bisa optimal kinerjanya. Tapi saat mesin standar mencapai titik tersebut, sudah keburu overheat," bebernya. 

Alhasil performa yang harusnya bisa diberikan busi racing jadi tak keluar seluruhnya, karena mesinnya belum ada ubahan sama sekali.

"Kalau buat harian busi racing enggak disarankan, harganya juga mahal sampai Rp 600 ribu satunya," sambung Diko saat dihubungi Autofun.co.id (7/3/2024).

Baca juga : Simpel, Jajan Busi NGK Sekarang Bisa Lewat Aplikasi!

Disarankan Pilih Busi Upgrade

Pakai Busi Racing Buat Motor Harian, Tambah Tenaga atau Mubazir? 02

Busi NGK G-Power.

Beda cerita jika busi yang dipakai adalah busi untuk upgrade, semisal NGK G-Power, NGK Iridium IX atau NGK Moto DX.

Diko menyebut ketiga produk itu bukan busi racing, namun dikategorikan busi untuk upgrade.

"Untuk motor standar malah compatible pakai busi-busi ini, enggak ada upgrade mesin enggak masalah," ucap Diko lagi.

Misalnya busi standar Yamaha NMax dari CPR8EA-9 bisa upgrade ke G-Power CPR8EAGP-9, bisa juga ke Iridium IX CPR8EAIX-9 atau Moto DX CPR9EDX-9S.

Hanya saja karena busi-busi tersebut kerap dipakai untuk mesin motor yang sudah upgrade, ketiganya kerap disebut busi racing.

Baca juga : Pembuktian Ketangguhan Busi NGK dan Rantai DID Dimotor Trail Kawasaki

Pakai Busi Racing Buat Motor Harian, Tambah Tenaga atau Mubazir? 03

Busi NGK Moto DX.

"Di lapangan memang kerap dipakai untuk kegiatan balap, namun tujuan sebenarnya untuk upgrade, kalau racing ya yang merah itu," pungkas Diko.

Ketiga busi upgrade itu pun punya keunggulannya masing-masing, dengan material elektroda yang berbeda-beda.

Misal NGK G-power terbuat dari platinum, sedangkan NGK Iridium IX dari material iridium dan untuk Moto DX adalah iridium yang diberi lapisan ruthenium.

Harry

Senior Reporter

Mulai menyukai dunia otomotif sejak masih duduk di bangku SMA. Kecintaannya dimulai dengan mengoprek sepeda motor yang diberikan orangtuanya, dan terus mencintai dunia otomotif khususnya roda dua. Kecintaannya membuat dirinya berkecimpung dalam industri media otomotif sampai saat ini. Facebook : Ainto Harry Budiawan Instagram : harrykriwil

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_relatedmodel_above_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685613589386-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685613589386-0'); });
window._taboola = window._taboola || []; _taboola.push({ mode: 'thumbnails-stream-2x2-desk', container: 'taboola-stream-widget-thumbnails-desktop', placement: 'Stream Widget Thumbnails Desktop', target_type: 'mix' });