Paling Mahal Cuma Rp80 Jutaan, Ini Alasan Kenapa Proton Exora Kurang Layak Dibeli

Yongki Sanjaya · 13 Okt, 2021 15:30

Paling Mahal Cuma Rp80 Jutaan, Ini Alasan Kenapa Proton Exora Kurang Layak Dibeli 01

Nama Proton sempat naik daun pada dekade awal 2000-an sebagai pabrikan mobil alternatif Jepang, di bawah naungan PT Proton Edar Indonesia. Salah satu produk Proton yang cukup menyita perhatian ialah Proton Exora. MPV medium ini diklaim memiliki kenyamanan tak kalah dengan Toyota Kijang Innova.

Ukurannya lumayan besar sehingga membuat kabinnya juga cukup lega. Kabinnya juga cukup kedap untuk ukuran mobil Asia. Desainnya lebih kalem dan cenderung main aman supaya sesuai selera kebanyakan konsumen MPV di Indonesia dan Malaysia. 

Kini harga bekas Proton Exora cukup terjangkau, paling mahal di kisaran Rp80 jutaan. Cukup disayangkan karena Proton telah hengkang dari Indonesia sehingga ketersediaan sparepart dan layanan purna jual sedikit sulit.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Meskipun punya built quality yang baik dan harga yang murah, Proton Exora ini kurang layak dimiliki. Berikut ini alasannya!P

Proton Exora Mereknya Kurang Familiar di Masyarakat Kota Kecil

Paling Mahal Cuma Rp80 Jutaan, Ini Alasan Kenapa Proton Exora Kurang Layak Dibeli 01

Brand Proton sebenarnya termasuk pabrikan otomotif yang besar di Malaysia. Namun, kiprahnya tak terlalu sukses di Indonesia. Bila dibandingkan dengan Wuling, Proton tak terlalu familiar bagi masyarakat Indonesia terutama di kota kecil.

Sepeninggal merek Proton di tahun 2014, satu persatu jaringan bengkel resmi tutup hingga akhirnya makin sulit mencari bengkel spesialis. Mau tak mau, kita jadi harus beli sparepart secara online atau gabung ke komunitas yang biasanya memiliki bengkel rekomendasi untuk menangani Proton.

Bicara soal aftersales ini umum terjadi dan dialami pemilik mobil Proton dari berbagai model yang dijual di Indonesia. Kondisi ini sudah terjadi sejak 2009, ketika Proton Edar Indonesia masih ada dan tidak terlayani dengan baik oleh customer service Proton.

Paling Mahal Cuma Rp80 Jutaan, Ini Alasan Kenapa Proton Exora Kurang Layak Dibeli 02

"Sparepart lumayan susah didapat. Pada 2009 (kalau tidak salah) saya pernah kesulitan mencari kampas rem; karena barang kosong dan harus menunggu sekitar 2 s/d 3 minggu. Karena item tersebut benar-benar harus diganti - terpaksa dibikin workaround, bengkel menggunakan ulang kampas rem bekas (yang masih belum habis) yang kebetulan ada di sana," tulis Andre Yoke, pengguna Proton Gen2 sebagaimana dikutip dari Quora.

Performa Mesin Proton Exora Sedikit Underpowered

Paling Mahal Cuma Rp80 Jutaan, Ini Alasan Kenapa Proton Exora Kurang Layak Dibeli 03

Kelemahan lain yang bisa kamu pertimbangkan sebelum membeli Proton Exora ialah soal performa mesin yang tidak istimewa, bahkan biasa saja. Kondisinya sedikit kontras dengan handling sporty dan presisi dari setirnya. Sebenarnya, kasus mesin yang dibilang underpowered alias kurang nendang tenaganya juga dialami oleh Kijang Innova bensin pada generasi pertama. 

"Kasusnya sama dengan Innova 2.0 bensin, dimana mesinnya keberatan menarik bodi mobilnya. Tarikan terasa berat di putaran bawah dengan isi mobil penuh (yang saya coba versi M/T) dengan konsumsi BBM sama seperti Innova 2.0G 2013 yaitu 1:7–8 dalam kota on Pertamax 92," beber Pinesthi Mukti Rizky Wibowo, selaku pengguna Proton Exora pada forum Quora. 

Sebagai informasi, Proton Exora menggunakan mesin 1.6L CamPro CPS 4 silinder segaris 16 katup DOHC berkapasitas 1.600 cc. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 127 Ps pada putaran mesin 6.500 rpm dan torsi maksimum sebesar 150 Nm pada putaran mesin 4.500 rpm. 

Mesin Exora konon memakai teknologi yang diadopsi dari brand Mitsubishi. Dengan tenaga segitu, mesinnya harus menggerakkan mobil dengan berat kosong 1.400 kg. Ini membuat output tenaganya terasa kurang responsif meskipun sebenarnya angka di atas 120 ps sudah proporsional. 

Material Interior Proton Exora Didominasi Plastik, Terlalu Sederhana

Paling Mahal Cuma Rp80 Jutaan, Ini Alasan Kenapa Proton Exora Kurang Layak Dibeli 04

Proton Exora hadir untuk melawan dominasi Kijang Innova, hanya saja modal yang dimiliki kurang istimewa kalau melihat material yang digunakan. Interiornya tak memiliki panel soft touch, dan nyaris seluruhnya berbahan plastik. 

Generasi awal Exora menggunakan dashboard dan door trim dengan warna abu-abu dan bahan plastik keras. Bahan doortrim seperti door handle dan grip dari hard plastic. Material seperti ini membuat interiornya jadi terkesan murahan. 

Paling Mahal Cuma Rp80 Jutaan, Ini Alasan Kenapa Proton Exora Kurang Layak Dibeli 05

Setelah pemakaian sekian tahun lamanya, klipnya bisa getas, dan kalau sudah begini maka getarannya akan sedikit mengganggu. Menurut Pinesthi, kualitas material dashboard Exora mungkin bisa dibandingkan atau sama dengan Calya/Sigra dari kualitas dan bahan material.

Beberapa Penyakit Khas Proton Exora, Harus Diwaspadai

Paling Mahal Cuma Rp80 Jutaan, Ini Alasan Kenapa Proton Exora Kurang Layak Dibeli 06

Namanya mobil bekas, apalagi sudah berumur di atas 10 tahun maka akan muncul beberapa kerusakan atau permasalahan teknis. Berikut ini beberapa penyakit khas yang sering muncul di Proton Exora.

Dinamo wiper kerap mati kena hujan

Penyakit yang satu ini disebabkan karena air hujan yang melewati kaca depan akan turun ke bagian bawah kaca yang disana terdapat dinamo penggerak wiper. Akibat kesalahan desain pembuangan air hujan membuat dinamo tersebut kerap bermasalah karena terkena air. Untungnya, hal itu dapat diatasi dengan mengganti dinamo wiper milik Suzuki Carry, Toyota Kijang atau Isuzu Panther.

Motor fan radiator kerap bermasalah

Penyakit lainnya yang sering muncul pada Proton Exora yaitu pada motor fan untuk kipas radiator. Kipas tetap berputar saat mesin sudah mati yang menandakan suhu mesin terlalu tinggi. 

Padahal kondisi mesin tidak mengalami overheat. Penyebabnya bisa karena relay-nya yang lengket, motor fan sudah lemah atau kabelnya yang sedikit bermasalah. 

Oil Cooler Bocor

Mobil ini telah dilengkapi oil cooler seperti pada mobil-mobil eropa. Fungsi komponen ini untuk menjaga agar temperatur oli tidak terlalu tinggi, namun terkadang oil cooler bocor sehingga ada tetesan oli.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Yongki Sanjaya

Editor

Berpengalaman di beberapa media online. Bermula menjadi reporter otomotif di situs yang lain hingga kini menjadi Editor di Autofun Indonesia. Penghobi mobil lawas dan anak 90-an banget. FB:Yongki Sanjaya Putra

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Wuling Baojun 310 1.2L MT

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru