window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_breadcrumb_above_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685614302872-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685614302872-0'); });

Jangan Asal, Ada Ritual Khusus Menggunakan Ban Motor Baru

Ary · 17 Mei, 2021 19:00

Ban motor sangat berpengaruh terhadap keselamatan berkendara. Jika pun sudah aus, tak ada alasan selain mengganti karet bundar tersebut dengan yang baru. Namun, beberapa ritual khusus juga mesti diperhatikan pemilik sepeda motor. Utamanya saat melakukan pengereman dengan ban baru ini.

Bak sepatu pantofel di pusat perbelanjaan, ban motor yang Anda temui di toko umumnya terlihat mengkilap. Hal ini wajar guna mengguggah sekaligus meyakinkan Anda bahwa ban tersebut benar-benar baru. Layaknya semir sepatu, ban tersebut memang sudah ketambahan bahan kimia tertentu agar terlihat klimis. 

Tips Ban Motor Baru

Jangan tertipu dengan penampilan klimis ban motor baru.

Baca juga: Kenali 4 Ciri-Ciri Komstir Yamaha Nmax 155 2021 Bermasalah, Bisa Bikin Handling Motor Tak Nyaman!

Kenyataannya, hal tersebut justru dapat membuat Anda mengalami kecelakaan. Untuk itu, ada baiknya lakukan langkah-langkah berikut setelah ban baru terpasang pada motor Anda. 

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_fourthp_under_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685613563107-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685613563107-0'); });

1. Bersihkan permukaan ban baru

Lantaran masih memiliki lapisan dari bahan kimia tadi, permukaan ban baru tersebut mesti dibersihkan terlebih dulu. Beberapa cara bisa Anda lakukan. Jika tak ingin repot, cobalah untuk menghilangkannya dengan kain yang bersih dan kering. Atau bisa pula mencucinya dengan air tanpa menggunakan deterjen.  

2. Memanaskan ban setidaknya 10-20 menit

Hal pertama yang harus dihilangkan dari pikiran Anda adalah mengeksploitasi langsung performa ban baru motor Anda. Mulailah dengan berkendara pada kecepatan rendah. Lantas diikuti juga dengan jarak dan waktu cukup panjang. Selain menghilangkan lapisan tadi, cara ini juga bertujuan untuk memanaskan ban motor Anda. Beberapa sumber menyebut, waktu ideal untuk memanaskan ban ini dapat Anda lakukan selama 10-20 menit berkendara.  

Tips Mengendarai dengan Ban Motor Baru

Jangan menikung secara ekstrem setelah mengganti ban motor Anda dengan yang baru.

Baca juga: Pajak Motor Habis Saat Libur Lebaran? Mari Simak Solusinya Agar Tak Kena Denda

3. Jangan menikung secara ekstrem

Jangan sekalipun berpikir Anda adalah pembalap profesional. Harus diingat bahwa ban semisal pada motor MotoGP atau balapan lain sudah menggunakan pemanas ban (tire warmer). Artinya, proses pemanasan ban dalam suhu tertentu sudah dilakukan sebelum digunakan. Andaikata Anda langsung menikung secara ekstrem sementara permukaan ban masih licin, risiko tergelincir jelas sangat besar. 

4. Berkendara di siang hari

Proses memanaskan ban secara bertahap memang harus dilakukan. Namun, akan sangat ideal jika Anda membawanya berkendara pada siang hari dan cuaca yang cerah. Selain lapisan permukaan menghilang, optimasi daya cengkeram ban Anda bakal terjadi lebih cepat. Sebaliknya, proses tersebut menjadi lebih lama apabila Anda berkendara dalam kondisi hujan atau malam hari. 

Tips Ban Motor

Ban balap meski baru sudah ideal untuk digunakan karena dipanaskan menggunakan tire warmer.

5. Hindari pengereman mendadak       

Lantaran permukaan yang masih licin, grip ban motor Anda otomatis belum optimal. Bukan cuma harus menahan diri untuk melajukannya secara kencang. Anda juga mesti memerhatikan betul teknik pengereman dengan ban baru ini. Hindari mengerem secara mendadak atau menekan tuas rem dengan keras. Pasalnya, traksi ban belum maksimal karena adanya bahan kimia tadi. 

Perhatikan Angin Tekanan Ideal Ban Motor

Anda juga dituntut fokus untuk memberikan pendinginan ban baru secara simultan. Selain itu, perhatikan pula tekanan ideal ban yang mengacu kepada rekomendasi pabrikan. Hal ini penting agar usia pakai ban bisa lebih panjang alias awet. Lakukan pengecekan keduanya secara rutin. 

Baca juga: Rekam Perjalanan Singkat Yamaha R7 hingga Menuju Reinkarnasi

Periksa Tekanan Ideal Angin Ban Motor

Selalu rutin memeriksan tekanan ideal ban motor Anda agar usia pakainya panjang.

Jika tidak, maka jangan mengeluh apabila umur pakai ban baru motor Anda menjadi pendek. Kurangnya tekanan angin juga nyatanya bisa menjadi penyebab kecelakaan karena membuat motor tidak stabil. Kerusakan juga dapat terjadi apabila tekanan ban terlampau keras.     

Ary

Reporter

Mengulas apapun tentang sepeda motor lalu menerjemahkannya ke dalam tulisan, mungkin hanya secuil sarana untuk berbagi informasi - tanpa maksud menggurui. Karena sejatinya Anda dan Saya punya kesenangan yang sama yaitu mengendarai sepeda motor!

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_relatedmodel_above_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685613589386-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685613589386-0'); });
window._taboola = window._taboola || []; _taboola.push({ mode: 'thumbnails-stream-2x2-desk', container: 'taboola-stream-widget-thumbnails-desktop', placement: 'Stream Widget Thumbnails Desktop', target_type: 'mix' });