Premium Makin Langka, Honda Beat 2021 Sebaiknya Pakai Pertamax Sekalian, Nih Alasannya

Yongki Sanjaya · 11 Des, 2020 19:00

Premium Makin Langka, Honda Beat 2021 Sebaiknya Pakai Pertamax Sekalian, Nih Alasannya 01

Honda Beat 2021 punya kompresi mesin tinggi yang membutuhkan bensin beroktan 92.

Pemerintah mulai mendorong pemakaian bahan bakar beroktan tinggi untuk masyarakat kalangan bawah. Hal ini seiring pemberlakuan harga Pertalite setara Premium di berbagai SPBU. Namun demikian tidak semua motor bisa memakai Pertalite termasuk Honda Beat 2021, apa alasannya?

Untuk Honda Beat 2021 mesinnya memiliki kompresi 10:1, artinya sudah tidak cocok memakai bensin oktan 90 seperti Pertalite. Bahan bakar yang ideal dari angka kompresi tersebut yaitu dengan oktan 92 sejenis Pertamax dan kawan-kawan.

Untuk itu kita harus tahu pengertian dari Nilai Oktan pada bahan bakar. Nilai Oktan merupakan nilai yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Inilah kaitannya antara nilai oktan dan kompresi, karena semakin tinggi kompresi maka butuh bahan bakar beroktan tinggi juga supaya pembakarannya pas. 

Sayangnya, banyak pengendara Honda Beat baru lebih memilih menggunakan bensin jenis Premium atau Pertalite ketimbang Pertamax bila mengacu angka kompresi mesin motornya. Mereka berpikir, motor murah kenapa bensinnya harus yang mahal. 

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Motor_Article_Middle_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649915521138-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649915521138-0'); });

Alasan mereka pun sederhana, karena Premium lebih murah. Padahal bensin murah, terutama Premium, itu kurang bagus buat mesin kompresi tinggi untuk jangka panjang. Sebagai informasi, bila kompresi motormu sudah mencapai 10:1 maka usahakan memakai bensin jenis Pertamax dan sejenisnya. 

Memang harganya lebih mahal, tapi kualitas bensinnya lebih terjamin. Jangan sampai, karena cuma ngejar bensin murah jadinya malah biaya perawatan motor semakin membengkak. 

Honda Beat 2021 Pakai Pertamax, Jaga Performa Tetap Optimal

Premium Makin Langka, Honda Beat 2021 Sebaiknya Pakai Pertamax Sekalian, Nih Alasannya 01

Kalau motormu sudah dibekali teknologi canggih seperti injeksi, sebaiknya gunakan selalu bensin Pertamax. Memang harganya lebih mahal dari Pertalite apalagi premium, tapi pembakaran mesin bakal lebih sempurna. Efeknya tenaga mesin bakal terasa lebih nendang dan optimal. 

Selain itu Pertamax juga mengandung detergen lebih tinggi dari Pertalite sehingga berfungsi membersihkan ruang mesin kian optimal. Karena nilai oktan yang lebih tinggi dari Pertalite, menjadikan Pertamax lebih bersahabat bagi komponen injector. Bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertamax, bisa meminimalkan efek buruk kondensasi.

Bensin Oktan Tinggi Membersihkan Ruang Bakar Dari Kerak Sisa Timbal

Pertamax juga memiliki kandungan aditif demusifier. Zat ini berfungsi menyempurnakan proses kimia dalam pembakaran, membersihkan mesin dari semua timbunan kotoran. Bensin beroktan tinggi terbukti mencegah korosi pada saluran dan tangki bensin, serta meningkatkan kinerja mesin. 

Bila kita memakai premium, maka kandungan timbal yang cukup tinggi akan menyisakan kerak di ruang bakar. Ini membuat pembakaran tidak maksimal. 

Bisa dibilang, menggunakan bensin beroktan tinggi akan memperkecil munculnya kerak pada mesin. Dengan begitu, performa mesin akan selalu terjaga.

Pakai Pertamax di Motor Sejuta Umat Seperti Honda Beat 2021 Bikin Tekor?

Premium Makin Langka, Honda Beat 2021 Sebaiknya Pakai Pertamax Sekalian, Nih Alasannya 02

Agar mesin tetap awet, pemilik kendaraan harus menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai dengan rasio kompresi mesin sepeda motornya. Kerak di ruang bakar ini biasanya cuma bisa dibersihkan saat servis besar. Dengan bahan bakar yang tepat, maka periode servis besar bisa semakin lama. 

Kalau kamu menganggap memakai bensin seperti Pertamax itu bikin tekor, mungkin kamu perlu berpikir ulang. Memang harga Pertamax lebih mahal dari Pertalite, tapi pertamax membuat mesin lebih sehat.

Artinya risiko mesin rusak karena bahan bakar tidak secepat jika menggunakan Pertalite atau Premium. Perlu kalian tahu, biaya perbaikan servis besar akibat buruknya kualitas bensin itu lebih mahal dibandingkan selisih harga antara Pertamax dengan Pertalite. 

Kerusakan Mesin Akibat Pakai Premium 

Karena pakai bensin yang tidak sesuai oktannya, hasilnya kerak cepat menumpuk dan menyumbat celah klep. Dengan begitu bahan bakar yang masuk ke ruang bakar jadi terhalang yang membuat mesin terlalu panas.

Bila sedang bokek, maka opsi paling aman yaitu memakai Pertalite. Namun, cara ini sebaiknya hanya dilakukan sesekali saja. Setidaknya, Pertalite masih memiliki kandungan detergent sekalipun tidak sebaik Pertamax.

Namun, hindari juga menggunakan BBM dengan oktan jauh lebih tinggi secara terus menerus, karena justru menimbulkan efek samping yaitu pembakaran yang kering. Akibatnya, motor juga jadi cepat panas dan terjadi overheat. 

Premium Makin Langka, Honda Beat 2021 Sebaiknya Pakai Pertamax Sekalian, Nih Alasannya 03

Kesimpulan

Mesin motor keluaran terbaru umumnya sudah dirancang dengan kompresi cukup tinggi, minimal, angka kompresinya 9,0:1. Artinya, bahan bakar minimal yang digunakan adalah RON 90 setara Pertalite. Namun, kalian juga harus tahu angka kompresi di tunggangan masing-masing.

Bisa saja, angka kompresinya sudah mencapai 10,0:1 sehingga bensin yang dibutuhkan yaitu RON 92 setara Pertamax. Bahkan untuk motor jenis sport, kompresi mesin biasanya sudah mencapai 11,0:1 sehingga butuh bensin dengan oktan 95 ke atas seperti Pertamax Turbo.

Jadi, kabar perihal pemerintah yang akan menghapus bensin Premium ini sudah cukup tepat. Masyarakat pun diminta beralih memakai Pertalite atau Pertamax yang kualitasnya lebih baik. Dengan demikian, kita terdorong untuk menjaga kualitas bensin untuk tunggangan kesayangan.

 

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/ID_Motor_Article_Bottom_leaderboard', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1649915591388-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1649915591388-0'); });

Yongki Sanjaya

Editor

Berpengalaman di beberapa media online. Bermula menjadi reporter otomotif di situs yang lain hingga kini menjadi Editor di Autofun Indonesia. Penghobi mobil lawas dan anak 90-an banget. FB:Yongki Sanjaya Putra

window._taboola = window._taboola || []; _taboola.push({ mode: 'thumbnails-stream-2x2-desk', container: 'taboola-stream-widget-thumbnails-desktop', placement: 'Stream Widget Thumbnails Desktop', target_type: 'mix' });

Komentar