window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_breadcrumb_above_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685614302872-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685614302872-0'); });

Sadis, Replikasi Vespa 946 cuma Dijual Rp6 Jutaan!

Ary · 17 Mar, 2021 14:00

Sudah sejak lama, Vespa dikenal dengan produk-produk nan ikonik. Termasuk halnya Vespa 946. Dari sisi desain, skuter berbendera Italia ini memiliki tampilan paling beda. Terutama dengan penyajian jok belakang menggantungnya. Kendati begitu, ada saja yang bisa membuat replikasi dari mahakarya satu itu.

Vespa 946 Replika

Replika Vespa 946 pertama kali ditemui di Vietnam.

Tengok saja sosok replika Vespa 946 yang muncul di Vietnam ini. Dari penampakan yang diperlihatkan media setempat (Motosaigon.vn), tampangnya benar-benar mirip hingga 90 persen. Bagaimana tidak, pahatan desain Vespa 946 versi Cina ini bahkan dibuat sama. Tilik saja bentuk cover lampu bulatnya, model jok menggantung, lampu belakang bahkan tepong berpelengkap kisi-kisi plus sein - tak ubahnya rancangan Vespa 946 asli.

Meski serupa, banyak jua perbedaan yang dapat kita lihat dari skuter ini. Sebagai contoh bentuk tebeng atau bodi depan. Kepunyaan Vespa 946 jiplakan tampak kaku, ditambah lagi dengan tarikan 'dasi' demikian. Sementara di baliknya, justru dilapis bodi plastik hitam. Bahkan, tersedia pula sebuah kantung untuk menaruh barang berukuran kecil. 

Vespa 946 Palsu 2021

Berbeda dengan Vespa 946 asli, kloning Vespa 946 memiliki dek rata.

Baca juga: Vespa 946 Dior, Apa Bedanya dengan Vespa 946 Lainnya?

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_fourthp_under_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685613563107-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685613563107-0'); });

Pewarnaan serta material serupa pun terlihat pada pijakan kaki. Tidak seperti Vespa dengan dek terpisahnya, kepunyaan motor Cina justru dibuat datar. Lalu, terdapat pula sebuah wadah yang sepertinya digunakan untuk tempat menaruh aki motor. 

Suguhan mencolok pun tampak pada bagian kaki-kaki. Vespa 946 Cina memakai pelek palang berukuran 10 inci. Berbeda dengan milik Vespa 946 asli dengan diameter 12 inci. Estetika bentuk serta rancang tubuh edisi replikasi bahkan menjadi minus kala melihat saluran buang. Posisi knalpot Vespa 946 'kw' tampak kedodoran. Tak lain dan bukan, pastilah karena suspensi belakang ganda yang diaplikasikan pihak produsen. Suguhan ini berbeda jauh dari Vespa 946 yang menggunakan shock absorber tunggal. 

Spesifikasi Vespa 946 Palsu

Vespa 946 versi Cina memakai suspensi belakang ganda.

Sumber serupa juga menerangkan, Vespa 946 kloning menggendong mesin satu silinder berkapasitas 149,6 cc. Sayang, tak ada penjelasan detail terkait muntahan daya maupun torsi. Meski demikian, kubikasi ini setara 946 asli. Uniknya lagi, ada opsi jantung mekanis 125 cc untuk konsumen Vespa 946 tiruan ini. 

Dengan kata lain, mereka punya peluang untuk mendulang penjualan lebih banyak dari Vespa 946. Apalagi, pemasarannya dilakukan di Vietnam yang notabene salah satu basis produksi Vespa. Jangankan untuk tipe 125 cc, varian bermesin 150 cc-nya saja disebut berbanderol 10.000 Dong atau setara Rp6,2 jutaan. 

Baca juga: Vespa Primavera (RED) Mengaspal, Dijual Terbatas dengan Banderol Rp53,6 Juta

Bukan Penjiplakan Pertama

Untuk diketahui, giat ini bukanlah yang pertama kali dialami oleh Piaggio Group. 2014 silam, pabrikan resmi menemukan adanya pengopian terhadap Vespa LX oleh Zhejiang Zhongneng. 

Piaggio lantas memperkarakannya ke European Union Intellectual Property Office (EUIPO) - badan kekayaan intelektual Uni Eropa. Tapi, EUIPO menyatakan kesamaan desain skuter Zhejiang tak mendekati 90 persen. Artinya, pabrikan Cina ini tidak melanggar kekayaan intelektual dari Piaggio maupun Vespa.  

Plagiat Vespa Primavera

Piaggio berhasil memenangkan kasus plagiat Vespa Primavera yang dilakukan produsen Cina.

Tak hanya itu. Kasus serupa pun kembali dialami Piaggio, 2019 lalu. Kali ini, plagiat desain ditujukan terhadap Vespa Primavera. Parahnya lagi, kopian yang dilakoni Motolux dan Dayi Motor itu dimunculkan pada gelaran otomotif EICMA.   

Baca juga: Penjualan Vespa Sprint dan Vespa Primavera Laris

Sontak, Piaggio mengadukannya ke badan serupa. Pasca proses rumit dan putusan 25 Mei 2020, Piaggio berhasil memenangkan kasus penjiplakan desain kedua ini. baik Motolux maupun Dayi Motor divonis tidak boleh meniagakan Vespa Primavera palsu itu di luar Cina. 

Vespa 946 2021

Vespa 946 juga tersedia di Indonesia.

Tanggapan Piaggio Indonesia

Terkait perkopian desain Vespa 946 ini tampaknya belum ditanggapi lebih lanjut oleh Piaggio Group. Hal itupun selaras dengan pernyataan pemegang mereknya di Indonesia. "Sebelumnya juga memang ada kasus. Tapi, untuk yang terbaru (kloning Vespa 946) saya tidak bisa berkomentar banyak. Memang lumayan mirip sih. Tapi setiap kemiripan produk itu ada minimal berapa persennya. Kalau menyerupai sampai sekian persen, bisa diusut," kata Robby Gozal, PR and Communication Manager PT Piaggio Indonesia.   
 

Ary

Reporter

Mengulas apapun tentang sepeda motor lalu menerjemahkannya ke dalam tulisan, mungkin hanya secuil sarana untuk berbagi informasi - tanpa maksud menggurui. Karena sejatinya Anda dan Saya punya kesenangan yang sama yaitu mengendarai sepeda motor!

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_relatedmodel_above_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685613589386-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685613589386-0'); });
window._taboola = window._taboola || []; _taboola.push({ mode: 'thumbnails-stream-2x2-desk', container: 'taboola-stream-widget-thumbnails-desktop', placement: 'Stream Widget Thumbnails Desktop', target_type: 'mix' });