First Impression Mini Trail Listrik, Masih Responsif Buat Pengendara Berbobot 100 Kg!

Ilham · 16 Des, 2021 14:30

Jujur saja, saat sepintas melihat sosok motor trail berkelir putih dengan aksen oranye ini memang tidak terlalu menarik. Tapi begitu diperhatikan, motor trail mungil ini ternyata sudah mengalami rombakan di sektor sumber penggeraknya.

  • Motor Listrik Lebih Responsif
  • Masih Pakai Rantai

First Impression Mini Trail Listrik, Masih Responsif Buat Pengendara Berbobot 100 Kg! 01

Nggak loyo dipakai pengendara berbadan besar

Pasalnya, motor trail berbasis GazGas Minimoto Raptor ini aslinya bermesin 4-tak seperti motor bebek. Oleh Wahyu Ardianto dari workshop Waay e-Custom, motor tersebut dikonversi dengan penggerak listrik.

Menariknya, meski sudah mengalami konversi menjadi motor listrik, akan tetapi performanya tidak bisa dianggap remeh. Bahkan terasa lebih responsif dibanding mesin bensin bawaannya yang berkapasitas 125 cc dengan pendingin udara, seperti Honda Karisma 125D.

Baca Juga: Bangga! Dua Tahun Jualan, Motor Listrik Nasional Gesits Sudah Terjual Ribuan Unit

Tarikan Motor Listrik Responsif

Hal ini langsung kami rasakan saat menjajalnya di ajang Slide On Sunday akhir pekan lalu (12/12/2021). Saat itu, tester Autofun.co.id yang berbobot 106 kg diajak langsung oleh Wahyu untuk menjajal motor tersebut.

First Impression Mini Trail Listrik, Masih Responsif Buat Pengendara Berbobot 100 Kg! 02

Disesuaikan untuk keperluan offroad ringan

"Tenang, motornya kuat kok. Tapi awas jangan langsung bejek gasnya. Adaptasi dulu dengan tarikannya, baru bisa buka gas lebih besar," paparnya.

Duduk di joknya suspensi langsung amblas, bukan cuma karena keberatan bobot, tapi kondisi itu memang jadi ciri khas motocross. Kami merasa seperti memakai motor mungil seperti Kawasaki KSR, tapi dengan bodi yang lebih ramping dan posisi setang yang lebih tinggi.

Baca Juga: Ganti Baterai Cuma Sembilan Detik, Smoot Tempur Jadi Motor Listrik Andalan Kurir Pos Wanita

Tak ada saklar lampu, karena GazGas Minimoto Raptor listrik ini memang tak dibekali lampu sebagai bawaannya. Hanya ada tombol starter dan engine cut off di sisi kanan setang.

First Impression Mini Trail Listrik, Masih Responsif Buat Pengendara Berbobot 100 Kg! 03

Saklarnya sederhana

Oiya, karena memakai motor listrik, tak ada lagi bunyi mesin meski motor sudah menyala. Buka gas sedikit, jika motor sudah jalan maka artinya sudah menyala. Ini yang perlu diwaspadai pengendara.

Peringatan Wahyu sebelumnya terbukti, saat kami coba bawa di lapangan rumput, tarikan motor ini sangat responsif. Hal ini mengingatkan kami akan 'jambakan' motor-motor bermesin 2-tak seperti Yamaha RX-King atau Suzuki Satria 120R.

First Impression Mini Trail Listrik, Masih Responsif Buat Pengendara Berbobot 100 Kg! 04

Ruang mesin kini disesaki peranti motor listrik

Bedanya, sekali sentak torsi motor langsung terasa dan nafasnya lebih panjang karena tidak perlu mengoper gigi. Yup, sama seperti motor listrik kebanyakan, GazGas Minimoto Raptor listrik ini juga bertransmisi otomatik. Sayangnya, tak disebutkan output tenaga dari motor ini.

Masih Pakai Rantai

Fokus pada ubahan di sektor sumber penggerak membuat beberapa bagian tidak diubah secara konstruksi, meski ada sedikit modifikasi. Seperti suspensi yang masih mengandalkan tipe up side down di depan dan monosok di belakang. Serta rem cakram di kedua roda.

Selain itu, rantai tipe 420 masih dipergunakan untuk menyalurkan tenaga dari dinamo listrik di tengah ke roda belakang. "Posisi motor listrik bukan di tromol seperti biasanya. Karena mengejar fungsinya yang tetap bisa dipakai layaknya motor trail," imbuh Wahyu.

Baca Juga: Sudah Dibuktikan Ojol, Motor Listrik Rakata S9 Bisa Disewa Ratusan Ribu Saja

Praktis Pakai Baterai Portabel

Urusan baterai, Wahyu mengaku jika motor ini dibekali tipe portabel yang praktis dibawa-bawa. Sehingga saat mengecas dirumah tak perlu menyolok listrik dengan motornya. Jadi cukup cabut baterainya dan cas di dalam rumah.

First Impression Mini Trail Listrik, Masih Responsif Buat Pengendara Berbobot 100 Kg! 05

Baterainya bisa dicopot

Baterai tersebut bertipe lithium ion dengan daya 72 volt 12 Ah. Sekali pengecasan dari kosong ke penuh butuh waktu tiga jam dan mampu berjalan sejauh 30 km.

Mau Konversi Motor Listrik? Ini Biayanya

Wahyu mengaku jika biaya konversi motor listrik ini mencapai Rp 25 juta belum termasuk baterainya. Jika berminat bisa sambangi Waay E-Custom di Ciangsana, Jawa Barat atau hubungi nomor 0815-1909-8846 lebih dulu. Mau coba?

Komentar