Kelebihan dan Kelemahan Mercedes-Benz E-Class W124 Aka Boxer, Sedan Jadul yang Lagi 'Digoreng'

Yongki Sanjaya · 23 Sep, 2021 15:00

Kelebihan dan Kelemahan Mercedes-Benz E-Class W124 Aka Boxer, Sedan Jadul yang Lagi 'Digoreng' 01

Era 90-an menjadi masa-masa dimana banyak pabrikan otomotif sangat totalitas dalam menciptakan produk mereka. Mercedes-Benz contohnya, merek asal Jerman ini bahkan menciptakan E-Class W124 sebagai sedan paling canggih. Orang bahkan menyebut teknologinya over engineering.

Bagaimana tidak, untuk ukuran mobil 90-an awal, fiturnya setara dengan mobil mewah yang muncul satu dekade setelahnya. W124 sudah memiliki fitur ABS hingga electric seat sebagai fitur standar pada varian teratas. Sempat tak dilirik sekian waktu karena image borosnya, kini W124 kembali naik daun bahkan harganya 'digoreng'.

Kelebihan dan Kelemahan Mercedes-Benz E-Class W124 Aka Boxer, Sedan Jadul yang Lagi 'Digoreng' 02

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sekitar medio 2018 ke bawah, kita masih bisa membeli W124 dengan transmisi matic di angka Rp50 jutaan dalam kondisi lumayan oke. Kini harganya semakin melambung, dimana W124 matic asli (bukan convert) harganya paling murah di kisaran Rp70 jutaan.

Kenaikannya lumayan tinggi, mulai dari Rp20 jutaan sehingga membuat E-Class W124 matic lebih prestisius. Kondisi yang cukup kontras malah terjadi pada W124 dengan transmisi manual, yang harganya tetap adem ayem tak sampai naik drastis.

Sederhana saja, W124 matic ini jadi sedan yang nyaman dan praktis untuk berkendara sehari-hari. Orang enggan memilih manual karena dirasa repot saat butuh mengoperasikan parking brake. Pasalnya, Mercedes-Benz memasang parking brake di kaki, sebelah kiri berdampingan dengan pedal kopling.

Itu tadi sekilas soal Mercedes-Benz W124 ini, sekarang mari kita bahas lebih mendalam sosok sedan yang dijual sebagai Mercy Boxer tersebut.

Mercedes-Benz E-Class W124, Sedan Medium yang Over Engineering

Kelebihan dan Kelemahan Mercedes-Benz E-Class W124 Aka Boxer, Sedan Jadul yang Lagi 'Digoreng' 01

Mercedes Benz dengan kode bodi W124 merupakan mid-size luxury yang didesain oleh Bruno Sacco yang juga mendesain W123 atau Mercy Tiger. Julukan Mercy Boxer di Indonesia bukan karena memakai mesin horizontal cylinder atau mesin boxer melainkan karena bentuknya yang kotak (boxy), besar dan lebar di zamannya.

Mercedes Benz telah meluncurkan W124 antara tahun 1984 sampai 1996. Namun, Mercy Boxer baru masuk ke Indonesia pada tahun 1986. Sedan ini sanggup bertahan hingga 30 tahun tanpa banyak masalah. 

Sedan fullsize buatan merek Eropa yang satu ini memang jarang mengecewakan, bahkan beberapa diantaranya tetap bertahan hingga puluhan tahun. W124 menawarkan kemewahan, kenyamanan, serta performa mesin yang andal.

Spesifikasi Mercy Boxer juga dikenal mumpuni lantaran durabilitasnya yang sangat baik dan fiturnya yang canggih jarang bermasalah sampai sekarang. Bahkan pihak Mercedes-Benz sendiri mengakui mobil ini overengineered.

Kelebihan dan Kelemahan Mercedes-Benz E-Class W124 Aka Boxer, Sedan Jadul yang Lagi 'Digoreng' 02

Perawatan Mercedes-Benz W124 ini tergolong mudah karena teknologi yang diusung mesin Mercy Boxer tidak terlalu canggih. Contohnya penggunaan rantai kamprat untuk menggerakkan noken as serta injeksi bahan bakar model mekanis.

Bicara soal fitur, E-Class ini banyak mewarisi teknologi yang diturunkan langsung dari S-Class. Sebut saja, fitur ABS, safety child lock merupakan fitur standar pada semua tipe, sedangkan kantung udara (airbag) ada pada varian Masterpiece.

Soal performa pun cukup memuaskan, berbekal mesin berkapasitas besar secara otomatis membuat tenaganya melimpah. Kamu yang doyan memacu mobil dalam kecepatan tinggi bisa lupa daratan saat duduk mengemudikan Mercy Boxer.

Berdasarkan penuturan pemilik Boxer di berbagai forum otomotif seperti seraya motor atau modifikasi.com mengakui bila sedan ini stabil saat dipacu 160 km/jam di jalan tol. 

Performa jempolan tentu tidak ada artinya bila tidak didukung fitur keselamatan mumpuni. W124 didukung fitur keselamatan modern yang pada zamannya masih tergolong canggih dan mewah. 

Sebut saja ABS dan airbag yang jadi standar di seluruh tipe W124 facelift. Belum lagi pengereman yang didukung rem cakram di keempat roda. 

Kelemahan dan Penyakit Khas Mercedes-Benz E-Class W124

Kelebihan dan Kelemahan Mercedes-Benz E-Class W124 Aka Boxer, Sedan Jadul yang Lagi 'Digoreng' 03

W124 ini sudah cukup berumur, biasanya mulai muncul kerusakan atau masalah pada komponen slow moving karena usia pakai. Misalnya paking mulai getas sehingga oli merembes. Selain itu komponen transmisi otomatis juga perlu overhaul untuk mengembalikan performanya sebagaimana semula.

Kelemahan mendasar yang terakhir yaitu biaya perawatan rutin yang lebih mahal. Mahal disini bukan melulu dari harga suku cadang, melainkan dari jumlah oli yang dibutuhkan juga lebih banyak.

Misalnya saja mobil Jepang hanya butuh oli mesin sekitar 4-5 liter, nah untuk Mercedes-Benz W124 butuh setidaknya 6 liter oli. Kemudian butuh busi enam buah untuk mesin 6-silinder.

Apakah cuma itu? Masih ada beberapa masalah yang jamak terjadi pada W124 akobat usia pakai. Mari kita bahas dari tiap bagian. 

Permasalahan di Kaki-kaki W124, Muncul Karena Usia dan Kondisi Jalanan

Kelebihan dan Kelemahan Mercedes-Benz E-Class W124 Aka Boxer, Sedan Jadul yang Lagi 'Digoreng' 04

Karena pemakaian dan usia maka jangan lupakan bagian kaki-kaki yang mulai lemah. Kaki-kaki perlu mendapat perhatian lebih mengingat kondisi jalan di Indonesia banyak yang keriting.

Pada W124 kasusnya adalah rebound suspensi yang sudah mati atau bagian bushing arm yang bunyi akibat sudah berkarat. Untuk suspensi bisa diperbaiki ke bengkel spesialis shockbreaker atau bisa juga ganti baru.

Masalah lainnya muncul dari bagian bushing suspensi, tie rod dan balljoint. Ini disebabkan karena pemakaian velg berukuran besar yang membuat komponen kaki-kaki tersebut berumur pendek.

Periksa juga sistem ABS apakah masih bekerja dengan baik atau bermasalah. Bila terasa ndut-ndutan saat kita injak habis pedal remnya artinya fungsi ABS normal. Kadang, ABS mengalami malfungsi karena kotor atau kabel yang terlepas. 

Masalah Khas Mercedes-Benz, Vakum Jendela dan Central Lock Rusak

Kelebihan dan Kelemahan Mercedes-Benz E-Class W124 Aka Boxer, Sedan Jadul yang Lagi 'Digoreng' 05

Tidak seperti merek lain, Mercedes-Benz memakai sistem vakum untuk membuka jendela dan sistem kunci elektrik mereka. Sebenarnya vakum ini cukup bandel dan tangguh, tapi bisa saja mengalami kerusakan akibat usia kendaraan. 

Mekanisme vakum ini memakai pompa, yang bisa diperbaiki kalau masalahnya belum parah atau bisa diganti kalau misalnya masalah sudah cukup serius. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Yongki Sanjaya

Editor

Berpengalaman di beberapa media online. Bermula menjadi reporter otomotif di situs yang lain hingga kini menjadi Editor di Autofun Indonesia. Penghobi mobil lawas dan anak 90-an banget. FB:Yongki Sanjaya Putra

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Mercedes-Benz E-Class E 200 Avantgarde Line

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru