Ini Ciri Timing Belt Harus Diganti, Jangan Dibiarkan Putus

Yongki Sanjaya · 12 Okt, 2021 12:30

Ini Ciri Timing Belt Harus Diganti, Jangan Dibiarkan Putus 01

Untuk menggerakkan noken as dan klep, mesin butuh suatu komponen penghubung yaitu timing belt atau timing chain. Khusus untuk timing belt, karena bahannya mengandung karet maka memiliki masa waktu pemakaian. Untuk itu, kita perlu tahu kapan dan seperti apa timing belt harus diganti.

Fungsi timing belt memang mengacu pada asal penamaanya, yaitu pengaturan waktu. Jadi komponen ini berguna memanajemen waktu putaran camshaft sesuai dengan putaran kruk as. Jadi, ada kesesuaian waktu buka tutup klep sesuai dengan naik turunnya piston.

Timing belt memiliki kelebihan membuat suara mesin lebih halus. Namun memang, waktu pakainya lebih pendek. Komponen ini banyak digunakan oleh mobil-mobil keluaran lama seperti Toyota Kijang Innova generasi pertama hingga mobil Eropa seperti Mercedes-Benz W124 atau BMW E36. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ini Ciri Timing Belt Harus Diganti, Jangan Dibiarkan Putus 01

Timing belt mobil memerlukan penggantian secara berkala. Nah, kalau timing belt sudah getas dan melar, membuat timing kerja klep bisa berubah. Hasilnya, kinerja mesin jadi tidak optimal. Lebih bahaya lagi kalau timing belt sampai putus, karena tidak jarang terjadi tabrakan antara payung klep dengan piston.

Bila sudah begini, kita terpaksa harus turun mesin untuk mengganti piston dan klep yang pecah akibat berbenturan. Jika hal tersebut terjadi, tentu biaya perbaikannya bisa jadi sangat mahal.

Supaya terhindar dari kerusakan tersebut, timing belt harus diganti sebelum putus. Nah, karena cukup berbahaya maka kalian sebaiknya perlu tahu ciri bagaimana kondisi timing belt yang harus diganti. Simak penjelasannya berikut ini. 

Waktu Penggantian Timing Belt, Setiap 40.000 Kilometer

Ini Ciri Timing Belt Harus Diganti, Jangan Dibiarkan Putus 02

Pada umumnya, timing belt perlu diganti setiap 40.000 km. Tapi ada juga yang diganti pada jarak sekitar 80.000 km sampai 120.000 km tergantung dari jenis kendaraan yang digunakan. 

Untuk pemeriksaan timing belt mobil dilakukan setiap kendaraan telah menempuh jarak mendekati angka 40.000 km. Pemeriksaan timing belt dilakukan meliputi pemeriksaan kerusakan, kondisi gerigi, ketegangan, dan melihat langsung secara fisik adakah retak-retak getas. 

Bila dirasa komponen masih bagus, boleh dilanjutkan penggunaannya hingga batas waktu tertentu sesuai dengan rekomendasi mekanik terpercaya. Kalau kondisinya sudah banyak kerusakan, maka timing belt harus segera diganti. Karena dikategorikan sebagai part fast moving maka harganya relatif terjangkau, biasanya di bawah Rp500 ribuan. 

Timing Belt Mobil Getas dan Retak-retak, Sebaiknya Segera Ganti

Ini Ciri Timing Belt Harus Diganti, Jangan Dibiarkan Putus 03

Kondisi timing belt yang sudah getas dan terdapat banyak garis retakan jelas cukup berbahaya. Ini menandakan struktur karet sudah tak lagi kokoh dan rentan putus kalau digunakan berkendara terutama dalam putaran mesin lumayan tinggi. 

Getas maupun retak ini muncul karena usia pakai dan kondisi kerja mesin yang berada dalam suhu tinggi. Suhu pada mesin yang lumayan panas dengan putaran tinggi saat sedang bekerja membuat timing belt rentan menjadi getas atau keras. 

Timing Belt Kendur, Bisa Terlepas Dari Dudukannya

Ini Ciri Timing Belt Harus Diganti, Jangan Dibiarkan Putus 04

Timing belt ini dirancang supaya tetap tegang, sehingga putaran antara kruk as dan camshaft tetap presisi. Namun karena usia pakai, karet lama kelamaan akan mengendur. Meskipun ada tensioner untuk membuat belt ini tetap tegang, tapi seiring waktu membuat elastisitasnya menurun dan belt jadi terlalu melar. 

Ini merupakan salah satu sifat karet jika pemakaian dalam jangka waktu lama maka akan kendur. Timing belt mobil yang sudah kendur akan sangat beresiko, karena sewaktu-waktu timing belt dapat terlepas dari dudukannya. 

Ini Ciri Timing Belt Harus Diganti, Jangan Dibiarkan Putus 05

Cara mengetahui timing belt kendur juga sangat mudah, cukup sentuh dan tekan secara langsung dengan jari tangan. Kalau terasa lembek dan tidak elastis, maka wajib diganti. 

Timing belt yang kendur, biasanya juga bakal membuat suara mesin lebih keras. Jadi, kamu bisa mengecek tanda tersebut, seperti muncul suara berdecit sebagai efek gesekan dengan belt yang aus. 

Gerigi Timing Belt Sudah Aus dan Belt Tipis

Ini Ciri Timing Belt Harus Diganti, Jangan Dibiarkan Putus 06

Kondisi lain yang memaksa kita harus segera ganti timing belt yaitu ketika geriginya sudah aus. Ini mirip seperti kasus gear rantai sepeda motor, kalau aus membuat gripnya jadi kurang maksimal. Lebih riskan lagi kalau belt sudah terasa tipis.

Bila timing belt tipis, sangat mudah untuk putus. Kamu tentunya nggak mau kejadian putus timing belt di perjalanan kan?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Yongki Sanjaya

Editor

Berpengalaman di beberapa media online. Bermula menjadi reporter otomotif di situs yang lain hingga kini menjadi Editor di Autofun Indonesia. Penghobi mobil lawas dan anak 90-an banget. FB:Yongki Sanjaya Putra

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Daihatsu Terios X M/T

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru