Dikembangkan Ala Pesawat, Universitas Diponegoro Bikin Bus Yang Sanggup Tangkal Virus Corona

Ilham · 10 Nov, 2021 17:00

Pandemi corona membuat banyak inovasi dikembangkan untuk beradaptasi di situasi tersebut. Tak terkecuali dari sektor transportasi massal seperti bus ini yang turut dikembangkan agar makin aman dipakai saat pandemi.

Dikembangkan Ala Pesawat, Universitas Diponegoro Bikin Bus Yang Sanggup Tangkal Virus Corona 01

Eksterior bus memakai bodi Legacy SR2 Single Glass dari Laksana

Yup, kendaraan berjuluk Bio Smart and Safe Bus ini resmi diluncurkan oleh Universitas Diponegoro (Undip) pada Selasa (9/11/2021) di halaman gedung Rektorat kampus Undip Tembalang. Kendaraan bersasis Mercedes-Benz OH 1526 tersebut diklaim sebagai bus anticovid pertama di Indonesia.

Baca Juga: Ada Bus Listrik Gratis Untuk Dicoba Masyarakat Jakarta

Dikembangkan Bersama PO Sumber Alam Dan Karoseri Laksana

Undip tidak sendirian dalam mengembangkan Bio Smart and Safe Bus. Pasalnya Bio Smart and Safe Bus merupakan hasil penelitian bersama antara Universitas Diponegoro dengan Karoseri Laksana dan PO Sumber Alam. Kerjasama ini merupakan implementasi dari program matching fund Kedaireka.

Program matching fund merupakan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi antara Insan Dikti (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak industri. Program ini diketuai oleh Awal Prasetyo dari Fakultas Kedokteran Undip.

Baca Juga: Cuma Nambah Airsus, Bus Hino RK 260 Naik Rp150 Jutaan

Pengembangan Bus Dilakukan Sejak Tahun 2020

Ketua Tim, Awal Prasetyo menjelaskan jika butuh waktu yang cukup panjang dalam pengembangan riset bus anticovid ini. Pihaknya menyebut jika proyek ini dijalankan pada awal pandemi tahun 2020 yang didanai program matching fund Kedaireka.

Dikembangkan Ala Pesawat, Universitas Diponegoro Bikin Bus Yang Sanggup Tangkal Virus Corona 01

Pandemi membuka jalan untuk mengembangkan teknologi kabin bus baru yang aman dari virus

Dalam pengembangannya, disimpulkan ada tiga komponen penting untuk mencegah penularan virus corona pada penumpang bus. Secara detail, komponen tersebut didapat dari konsep ‘segitiga sehat’. Ketiganya terdiri dari lingkungan (environment), ada agen penyebab sakit (pathogen) dan inang (host).

Seperti penerapan physical distancing dengan tata letak kursi penumpang berjarak. Lalu aplikasi partikel nanosilver supaya bebas mikroba dan bakteri, serta penggunaan masker herbal bagi penumpang.

Baca Juga: Bismania Wajib Tahu, Alasan Bus Mercedes Benz OH 1626 Cocok Digunakan AKAP dan Pariwisata

Penerapan Sirkulasi Udara Kabin Bus Ala Pesawat

Meski tidak bersifat menular lewat udara, tapi virus corona bisa tersebar lewat droplet. Untuk itu, sistem sirkulasi udara di Bio Smart Bus ini juga diperhatikan. Salah satunya lewat penerapan sirkulasi ala pesawat terbang yang dilengkapi HEPA filter untuk menyaring virus.

Cara kerjanya, setelah AC dinyalakan dan mendinginkan kabin, udara akan dihisap oleh inlet AC yg terdapat pada bagian bawah bus. Udara yang terhisap itu lalu disalurkan ke HEPA filter dan UV- C lamp. Fitur tersebut berfungsi untuk menyaring partikel-partikel yang sangat kecil seperti virus dan mengurainya. Sehingga udara di kabin bus akan bersih dan segar.

Dikembangkan Ala Pesawat, Universitas Diponegoro Bikin Bus Yang Sanggup Tangkal Virus Corona 02

Posisi bangku berjarak dengan sirkulasi udara dilengkapi HEPA Filter

Selain itu, dari aspek pathogen, seluruh permukaan interior kabin sudah dilapisi partikel nanosilver. Seperti diketahui, partike nanosilver berfungsi menguraikan virus-virus yg menempel pada permukaan interior bus.

Sehingga lewat deretan fitur seperti Hepa Filter, UV-C lamp, dan Nanosilver, maka jumlah virus atau peredaraan virus pada kabin bus akan diminimalisir secara signifikan. Hal itu yang membuat Bio Smart and Safe Bus aman digunakan saat pandemi corona.

“Untuk menambah proteksi penumpang bus, secara cuma-cuma setiap penumpang akan mendapat masker herbal yang terbukti secara klinis dapat meningkatkan imun bagi penggunanya. Masker herbal yang dibagikan kepada penumpang juga merupakan inovasi dari peneliti Undip”, jelasnya.

Baca Juga: Tak Kalah dengan Mercy, Bus Hino RN 285 Buktikan Ketangguhan di Tol Trans Jawa Hingga 143 km/jam!

Harapannya Teknologi Ini Dapat Diaplikasikan Pada Mobil Penumpang

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama menyatakan apresiasi pada inovasi yang bermanfaat ini. Terlebih inovasi ini mendukung upaya pemerintah dalam menangani Covid di Indonesia.

”Inovasi yang sudah dirancang ini jangan berhenti sampai disini saja. Harus terus berkembang, seperti pesan Ki Hajar Dewantara bahwa kita harus nontoni, niteni, nambahi. Artinya buat inovasi ini menjadi murah, simple dan smart. Dari model bus, diharapkan dapat didesain menjadi mobil yang desainnya lebih sederhana, biaya lebih murah tetapi lebih canggih,” urainya.

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Mercedes-Benz Sprinter 315 CDI A2

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru