Kelemahannya Lebih Banyak, Alasan Datsun Go Plus Tergusur Daihatsu Sigra

Yongki Sanjaya · 4 Jun, 2021 14:00

Kelemahannya Lebih Banyak, Alasan Datsun Go Plus Tergusur Daihatsu Sigra 01

Di awal kemunculan mobil LCGC, kebanyakan merek hanya menyediakan kendaraan berjenis city car. Hanya Datsun Indonesia saja saat itu yang mempelopori hadirnya LCGC dengan konfigurasi 7-seater melalui Datsun Go+ Panca di tahun 2014. Merek naungan grup Nissan ini sempat merasakan manisnya penjualan mobil keluarga murah, sampai akhirnya Astra International merilis Daihatsu Sigra dan Toyota Calya.

Di awal kemunculannya, Datsun Go+ Panca ini cukup diterima masyarakat karena harganya yang murah meriah. Penjualan Datsun secara wholesale (pabrik ke dealer) menurut data Gaikindo di tahun pertamanya mencapai 20.520 unit, dan menyentuh angka 29.358 unit sepanjang 2015.

Walaupun tak setenar Calya, namun Daihatsu Sigra juga penjualannya cukup laris. Penjualan retailnya di angka 10.525 unit dari Januari sampai April. Patut diakui kalau LCGC garapan Astra ini lebih baik daripada Datsun Go+ Panca yang cukup sederhana. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Penjualan Datsun mulai menurun memasuki tahun ketiga di Indonesia. Terbukti, angka penjualan sepanjang tahun 2016 hanya berada di angka 25.483 unit. Disinyalir turunnya penjualan ini salah satu penyebabnya ialah karena kemunculan Calya dan Sigra. 

Apakah Datsun Go+ ini begitu buruk sampai kurang laku? Tidak juga kalau melihat harganya yang lebih murah dibandingkan Daihatsu Sigra kala itu. Mungkin supaya adil, kita perlu mengulas kelemahan masing-masing model supaya bisa terlihat mana yang kualitasnya paling baik. 

Mari disimak.. 

Beragam Kelemahan Datsun Go Plus

Kelemahannya Lebih Banyak, Alasan Datsun Go Plus Tergusur Daihatsu Sigra 01

Built Quality Datsun Go Plus Dianggap Ringkih, Bikin Berkendara Kurang Nyaman

Kalian yang pernah naik Datsun Go Plus keluaran awal baik itu mengemudi atau jadi penumpang mungkin merasa kurang nyaman terutama saat mobil dipacu kecepatan tinggi. Ada rasa gemblodakan dan bising dari luar terdengar sampai kabin walaupun kaca tertutup rapat. 

Belum lagi mesin Datsun bergetar karena konfigurasi tiga silinder yang cukup terasa dalam keadaan idle. Getarannya memang tidak terlalu kuat, namun cukup mengurangi kenyamanan. Bandingkan dengan Daihatsu Sigra yang memakai mesin 4-silinder, lebih halus putarannya. 

Fitur Keselamatan Minim

Kelemahannya Lebih Banyak, Alasan Datsun Go Plus Tergusur Daihatsu Sigra 02

Kita boleh menyebut kalau Datsun Go Plus  ini adalah mobil basic karena minim fitur, bahkan hingga fitur keselamatannya. Datsun Go Plus tidak memiliki fitur ABS dan airbag pun cuma ada satu di sisi pengemudi saja. 

Fitur keselamatan tadi bahkan tidak dipunya Datsun GO+ CVT sebagai varian tertinggi. Padahal Daihatsu Sigra sudah ada ABS dan dual SRS airbag dari varian X AT. Patut disayangkan memang karena membuat Go Plus ini jadi dianggap mobil murahan.

Kursi Baris Ketiga Tanpa Headrest, Tidak Punya Air Circulator

Kelemahannya Lebih Banyak, Alasan Datsun Go Plus Tergusur Daihatsu Sigra 03

Datsun Go+ CVT sanggup menampung kapasitas 7-penumpang serupa Daihatsu Sigra. Hanya saja untuk penumpang paling belakang atau baris ketiga, tidak memiliki head rest. Sementara itu, head rest di baris kedua sudah fixed, sama sekali tidak bisa diatur.

Padahal fungsi head rest sangat penting dalam menunjang kenyamanan saat berkendara sekaligus bisa menahan beban leher pada saat terjadi benturan. Dengan demikian cedera parah terhindarkan.

Tentu ini merupakan kekurangan yang membuat penggunanya jadi tidak percaya diri. Terlebih, kompetitornya yaitu Daihatsu Sigra menghadirkan head rest dengan pengaturan ketinggian di bangku baris ketiga dan kedua. 

Kekurangan lain, Datsun Go Plus tidak menyediakan ventilasi AC untuk penumpang baris kedua sampai belakang. Hanya mengandalkan louvers AC di konsol tengah, kesejukan kabin agak lebih lama menyebar ke seluruh baris bangku.

Mesin Kurang Bertenaga, Terasa Lemot di Varian CVT 

Kelemahannya Lebih Banyak, Alasan Datsun Go Plus Tergusur Daihatsu Sigra 04

Bila membandingkan soal jenis transmisi yang digunakan, maka Datsun Go Plus ini cukup maju karena telah memakai CVT. Namun disayangkan karena tenaga mesinnya malah kalah dari Daihatsu Sigra yang pakai transmisi matic konvensional. 

Datsun GO+ CVT dibekali mesin berkapasitas 1.2L DOHC, tapi cuma mampu melontarkan torsi 104 Nm pada 4.400 rpm dan tenaga 78 PS pada 6.000 rpm ke roda depan. 

Performanya masih kalah dibanding mesin milik Daihatsu Sigra yang juga bermesin 1,2 liter DOHC, tapi 4-silinder. Tenaga yang dihasilkan 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi hingga 108 Nm pada 4.200 rpm.

Kalah tenaga dan transmisi CVT yang kurang responsif bakal membuat tarikan awal Datsun Go Plus terasa lemot, apalagi kalau penuh penumpang dan barang bawaan. Andaikan sejak awal pakai mesin 4-silinder mungkin sensasi berkendaranya lebih nyaman.

Kelemahan Daihatsu Sigra yang Terungkap, Lebih Mending Dari Datsun Go Plus? 

Kelemahannya Lebih Banyak, Alasan Datsun Go Plus Tergusur Daihatsu Sigra 05

Daihatsu Sigra yang muncul dua tahun setelah Datsun Go Plus seolah menjadi penyempurnaan segala kelemahan. Namun jangan salah, MPV LCGC besutan Daihatsu ini juga bukan tanpa kelemahan. 

Namun berdasarkan yang telah terungkap, kelemahan Daihatsu Sigra ini seolah tak separah Datsun Go Plus. Apa iya? 

Suspensi Amblas di Daihatsu Sigra, Juga Terjadi di Datsun Go Plus 

Kelemahannya Lebih Banyak, Alasan Datsun Go Plus Tergusur Daihatsu Sigra 06

Kelemahan yang satu ini sudah seperti hal lumrah terjadi pada LCGC 7-seater. Sebab, pada dasarnya komponen yang digunakan ini awalnya untuk mobil lima penumpang. Alhasil, dengan bobot yang bertambah signifikan di bagian belakang maka membuat ambles. 

Daihatsu mengklaim sudah merevisi masalah ini, namun tetap saja ada keluhan serupa. Solusi yang dilakukan oleh kalangan komunitas yaitu mengganti suspensi belakang dengan produk aftermarket. 

Material 'Ringkih' di Daihatsu Sigra 

Kelemahannya Lebih Banyak, Alasan Datsun Go Plus Tergusur Daihatsu Sigra 07

Dengan harga yang terjangkau, jangan terlalu berharap banyak untuk sistem peredaman mobil satu ini. Ketika mengemudi, suara bising dari luar kabin masih sangat terdengar. Rupanya masalah klasik ini juga muncul di Daihatsu Sigra. 

Penyebabnya karena material peredaman yang digunakan kurang memadai. Bagian bodi mobil terasa cukup ringkih dengan plat yang cenderung tipis, dan terasa lebih berisiko penyok atau sobek ketika bergesekan dengan mobil lain.

Dampak material seperti ini pun bisa dirasakan ketika berada di dalam kabin. Bahan plastik bila sudah cukup berumur kadang kendur dan menimbulkan suara bila lewat jalan yang kasar. Kita jadi kurang nyaman akibat suara sambungan body yang kerap menimbulkan bebunyian yang mengganggu. 

Air Circulator Tak Begitu Optimal Mensirkulasikan Hawa Dingin

Kelemahannya Lebih Banyak, Alasan Datsun Go Plus Tergusur Daihatsu Sigra 08

Daihatsu sebagai produsen tak kehilangan akal untuk membuat air circulator, alih-alih AC double blower untuk penumpang baris kedua dan ketiga. Alat ini sebenarnya adalah kipas exhaust yang menghisap hawa dingin di baris pertama yang kemudian mensirkulasikan ke kursi dibelakangnya.

Sayangnya, air circulator bertugas untuk mengalirkan angin saja. Dampaknya membuat penumpang di baris kedua dan ketiga tidak kebagian suplai udara dingin.

Ketika kondisi di siang hari saat cuaca sedang panas-panasnya  kerap menimbulkan kegerahan bagi penumpang dibaris kedua, terlebih di baris ketiga. Hawa dingin tidak terasa sama sekali dan pengemudi terpaksa harus menyetel kipas AC di posisi 2 atau 3 supaya tidak terlalu gerah.

Kesimpulan

Membandingkan beberapa kesimpulan yang dimiliki oleh Daihatsu Sigra dan Datsun Go Plus, bisa kita ambil kesimpulan kalau ternyata Sigra masih lebih baik. Harga Sigra yang lebih tinggi bisa mengkompensasi fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh Datsun Go Plus.

Dalam facelift-nya di tahun 2019 pun, Datsun pun masih setengah hati dalam melengkapi fitur di LCGC 7-seater andalan mereka. Hadirnya transmisi otomatis CVT dinilai tidak banyak memikat apabila besaran tenaganya tidak ikut bertambah.

Fitur keselamatan yang dimilikinya juga kurang mumpuni, dan fitur kenyamanan seperti head unit juga sederhana. Konsumen pun dengan berat hati berpaling ke produk Astra yang lebih lengkap walaupun harganya lebih mahal.  

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Yongki Sanjaya

Editor

Berpengalaman di beberapa media online. Bermula menjadi reporter otomotif di situs yang lain hingga kini menjadi Editor di Autofun Indonesia. Penghobi mobil lawas dan anak 90-an banget. FB:Yongki Sanjaya Putra

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Datsun GO Plus D MT

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru