Daihatsu Terios 2020 Lebih Berat 40 Kg tapi Lebih Irit 20%, Kok Bisa?

Samuel Tito · 17 Okt 2020 03:30

Dari luar, Daihatsu Terios 2020 telah mengalami perombakan total pada desain eksterior yang tidak berubah selama bertahun-tahun. Bentuknya berubah total menjadi lebih mewah dan futuristik. Tidak ada lagi ban serep yang menggantung di pintu belakang, sehingga tidak membebani pintu dan terlihat seperti SUV urban modern.

Pada bagian lampu utama (headlamp) yang kini miring, terlihat sepasang DRL yang serasi dan tampak menyatu dengan penggunaan gril lebar berbentuk strip chrome. Lampu kabut juga masih tersedia dengan aksesoris di sekelilingnya dengan aksen hitam dan krom.

Rear under garnish dan side skirt bergaya urban SUV minimalis juga menjadi aksesoris yang mempercantik dan melindungi body bagian bawah dari kerikil. Absennya ban serep yang digantung di pintu belakang, memberi ruang cluster stop lamp melebar sehingga lebih elegan dan minimalis.

Uji Keandalan dan Bahan Bakar Daihatsu Terios 2020

Daihatsu Terios 2020 kini menggunakan mesin 2NR berkapasitas 1.500 cc Dual VVTi, DOHC 16 katup. Mesin ini sama dengan yang digunakan pada Toyota Avanza 1.5 atau Veloz 1.5. Namun walaupun menggunakan mesin Avanza, jangan dibayangkan performa akselerasinya sama dengan low MPV milik Toyota.

Pasalnya, bobot keduanya jauh beda jauh sob, bahkan jika dibandingkan dengan Terios sebelumnya, Daihatsu Terios 2020 lebih berat 40 kg. Apalagi pada rasio gearbox. Jika Avanza menggunakan rasio rendah, maka Daihatsu Terios 2020 mengusung rasio tinggi.

Apalagi kini menggunakan velg berdiameter 17 inci untuk tipe R, sehingga membutuhkan rasio gearbox yang lebih ringan. Tidak hanya rasio gearbox, bahkan pengaturan ECU pun perlu penyesuaian ulang.

Dengan ubahan tersebut, Daihatsu Indonesia mengklaim bahwa dari segi efisiensi bahan bakar, Daihatsu Terios 2020 lebih irit dibandingkan generasi sebelumnya, bahkan jika dibandingkan dengan kompetitor dan mobil 7 seater lainnya.

Dari hasil pengukuran konsumsi bahan bakar rata-rata Daihatsu Terios R Deluxe A / T rata-rata 9,3 km / liter. Boros? Tentu tidak, yang jadi masalah selain sering kena gas dalam untuk coba akselerasi, kondisi jalan menanjak juga banyak dilewati.

Beda saat mencoba mengemudikan Daihatsu Terios R Deluxe dengan transmisi manual. Konsumsi bahan bakar berhasil dicapai rata-rata 14,5 km / liter, dengan jarak tempuh 65 km.

Konsumsi Bensin Daihatsu Terios R Deluxe Otomatis (AT) Daihatsu Terios R Deluxe Manual (MT)
Pemakaian BBM Dalam Kota 9,3 Km/Liter 14,5 Km/Liter

Performa Daihatsu Terios 2020

Perihal performa mesin baru Toyota Rush dan Terios, baik itu Toyota  Rush dan Daihatsu Terios menggunakan jantung penggerak yang sama, yakni mesin 1.5L berkode 2NR-VE Dual VVT-i. Ini memiliki 104 tenaga kuda dengan torsi 13,9 kilogram-force meter. Mesin tersebut,  sama seperti yang dipakai pada Avanza. Namun tenaganya lebih kecil dari Rush dan Terios lama, yaitu 109 tenaga kuda.

Kendati terjadi penurunan dalam kapasitas mesin, tapi di satu sisi menciptakan sensasi berbeda saat berakselerasi menyalip mobil yang ada di depan. Pada versi transmisi otomatis, pedal gas tidak bisa langsung diinjak, melainkan harus pelan hingga mencapai kecepatan ideal untuk menyalip. Ada pengalaman berbeda saat mencoba versi manual, yakni lebih nyaman saat digunakan berakselerasi.

Baik pabrikan Toyota serta Daihatsu, keduanya mengklaim telah meningkatkan kenyamanan pada Rush dan Daihatsu Terios 2020. Model ini mendapat banyak penyempurnaan di sektor kaki-kaki terutama di bagian suspensi. Setidaknya ada tujuh penyempurnaan pada suspensi yang meliputi front stabilizer, rear stabilizer, diameter lebih besar per shock breaker, konstanta diameter reset, perubahan sudut kastor, penguatan bodi, dan kekakuan.

Dimensi mobil yang lebih panjang dari versi sebelumnya juga membuat kecepatan mobil lebih stabil. Perubahan tersebut terbukti membuat Rush dan Daihatsu Terios terbaru sangat berbeda dengan model sebelumnya saat digunakan untuk berkendara di berbagai kondisi jalan raya. Di jalan berbukit dan di beberapa jalan rusak, mobil berjalan cukup stabil. Guncangan di kabin tidak terlalu terasa baik di baris pertama, kedua, atau ketiga.

Mesin Daihatsu Terios 2020
Tipe Mesin  2NR-VE, DOHC Dual VVTi
Kapasitas Silinder 1.496 cc
Tenaga Maksimal  103 HP @ 6.000 rpm
Torsi Maksimal   136 Nm @ 4.200 rpm
Akselerasi 0-100 km/jam  13,5 detik (estimasi)
Transmisi Manual 5-Percepatan, Otomatis 4-Percepatan
Sistem Penggerak Rear-Wheel Drive

Kabin Daihatsu Terios 2020

Di bagian kabin, kelebihan yang pantas disematkan pada Rush dan Terios terbaru. Kursi baris kedua bisa dipindahkan maju mundur, sehingga memberikan lebih banyak ruang untuk kursi baris ketiga. Secara umum, kabin Rush dan Terios terbaru lebih lega dibanding model sebelumnya. Hal ini disebabkan hilangnya "sanggul" atau ban serep yang semula menempel pada pintu belakang. Ban tersebut kini disimpan di bawah lantai bagasi belakang.

Rush dan Terios terbaru mampu menampung tujuh penumpang di tiga baris jok dengan jarak 2.525 mm dari dasbor hingga jok ketiga. Sedangkan jarak antara jok depan, dengan jok baris kedua lebih lebar 925 mm. Artinya lebih lebar 45 mm dari model Terios sebelumnya.

Fitur Kenyamanan dan Keselamatan

Daihatsu Terios 2020 dilengkapi dengan headlamp LED, lampu kombinasi belakang LED terintegrasi, fitur engine start-stop, AC double blower, head unit 7 inci, kamera parkir mundur, kontrol kemudi, enam kantung udara, tujuh indikator pengingat sabuk pengaman, ABS, dan rem elektronik. distribusi gaya (EBD).

Model ini juga dilengkapi dengan fitur keselamatan Vehicle Stability Control (VSC) yang memungkinkan mobil lebih aman dikendarai saat bermanuver di tikungan atau di jalan licin. Sistem pengereman mobil ini juga terbilang cukup baik karena didukung teknologi ABS dan EBD. Selain itu, terdapat teknologi hill-start assist (HSA). Fitur ini bisa buat mobil bertahan selama tiga detik saat mendaki, dan tiba-tiba berhenti.

Bagian depan, samping, dan belakang mobil ini memiliki sensor yang menyala saat ada kendaraan lain di dekatnya. Namun suara dari sensor depan terasa cukup mengganggu jika kendaraan berada di depan lampu merah atau dalam kemacetan lalu lintas. Hal ini dikarenakan sensor akan terus menyala karena banyak kendaraan disekitar mobil yang jaraknya berdekatan.

Komentar

Mobil Terbaru