Apakah Teknologi "Ribet" jadi Alasan Nissan Kicks e-POWER Kalah Laris?

Alex · 14 Mar, 2021 12:00

Apakah Teknologi

Mobil berteknologi ramah lingkungan makin banyak saja belakangan ini di Indonesia. Salah satu yang kemunculannya cukup menghebohkan adalah Nissan Kicks e-POWER.

Resmi meluncur pada September 2020 lalu, sebenarnya mobil ini mendapat sambutan yang cukup hangat oleh konsumen Tanah Air. Apalagi sekitar sebulan sebelumnya Toyota juga merilis crossover ramah lingkungan yang mampu head to head dengan Kicks e-POWER yakni Corolla Cross Hybrid.

Namun sampai sudah hampir tiga bulan kita masuk di 2021, Kicks e-POWER seolah meredup gaungnya. Walau laporan terakhir yang terdengar dari pihak Nissan Indonesia menyebut bahwa Kicks E-Power sempat ludes stoknya karena laris terjual di 2020.

"Konsumen rela ikut masuk dalam waiting list untuk membeli mobil elektrik bergenre compact SUV ini. Bagaimana tidak, Nissan Kicks e-POWER terjual habis hanya dalam waktu 5 hari sejak diperkenalkan di Indonesia," tulis PT Nissan Motor Distributor Indonesia pada keterangan persnya yang diterbitkan di November 2020.

Masih Kalah dari Corolla Cross

Sah-sah saja jika Nissan puas dan senang jika mobil ramah lingkungan terbarunya itu ludes. Namun data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut Kicks e-POWER bukanlah yang terlaris. 

Berdasarkan data wholesales Gaikindo di 2020, Toyota Corolla Cross Hybrid menjadi mobil hybrid terlaris sepanjang tahun lalu dengan penjualan 654 unit. Baru di urutan kedua diduduki Kicks e-POWER yang meraih penjualan 153 unit.

Apakah Teknologi

Mungkinkah keunikan sistem mesin e-POWER yang justru dianggap ribet oleh masyarakat Indonesia? Semoga saja tidak. Sebab teknologi kebanggaan Nissan ini  sebenarnya penggerak rodanya adalah motor listrik murni.

Memang, saat mengoperasikan crossover Nissan ini Anda tetap perlu mengisi bensin. Namun perlu Anda sadari bahwa bensin tersebut adalah untuk modal kerja "generator".

Tak Seribet yang Dibayangkan

Masih bingung dengan sistem kerja dan teknologi penggerak Kicks e-POWER? Tenang, kita bahas lagi secara simpel. Jadi memang mobil ini tak seperti mobil hybrid semisal Corolla Cross.

Saat Anda mengisi bensin, mesin berkode HR12DE 1.200 cc 3 silinder siap mengonsumsinya. Nah, tenaga yang dihasilkan mesin tersebut tidak untuk disalurkan ke sistem transmisi. Energi yang dihasilkan mesin tadi menjadi pengumpan daya ke baterai. Baterai tersebutlah yang jadi penggerak motor listrik dan disalurkan menjadi tenaga yang menggerakkan roda. 

Apakah Teknologi

Jadi apakah mobil ini menghasilkan emisi? Ya. Apakah penggeraknya 100 persen murni motor listrik? Ya. Apakah perlu dicas? Tidak. Di sinilah keunikannya. Tidak seribet yang dibayangkan.

Apakah Teknologi

"Baterai lithium-ion mengoptimalkan tenaga untuk pengalaman berkendara yang lebih hemat energi dibandingkan dengan kompetitor lainnya," tulis Nissan Indonesia 2020 lalu.

Namun fakta menyebut bahwa Corolla Cross yang merupakan hybrid sejati masih lebih laris. Anda perlu menyoapkan uang Rp513.480.000 untuk menebus Corolla Cross Hybrid, sementara Rp451.000.000 untuk memiliki Kicks e-POWER, harusnya jadi modal bagus buat Nissan untuk merebut konsumen Corolla Cross.

Apakah di tahun 2021 ini Nissan akan membalikkan keadaan? Kita tunggu saja..

Komentar