Teknologi e-Power di Nissan Kicks Jadi Solusi Hadapi Sulitnya Charging Station

Yongki Sanjaya · 6 Okt, 2021 12:40

Teknologi e-Power di Nissan Kicks Jadi Solusi Hadapi Sulitnya Charging Station 01

Indonesia mulai bersiap menuju era elektrifikasi kendaraan bermotor. Permasalahannya, untuk sekarang ini charging station untuk pengisi daya listrik masih terbatas di kota besar. Nissan Indonesia pun menjawab tantangan itu dengan memperkenalkan Nissan Kicks e-Power. 

Teknologi e-Power ini bekerja dengan mengandalkan energi listrik yang disimpan dalam baterai. Untuk mendapatkan energi listriknya, memanfaatkan konversi daya dari mesin bensin konvensional yang difungsikan sebagai genset. 

Jadi, kita bisa tetap mengisi bensin seperti biasa, namun kinerja combustion engine hanya digunakan saat baterai hampir kosong. Ini sesuai dengan arah industri dari Nissan yaitu Nissan Elektrifikasi dan Teknologi. Mobilnya sudah mendukung teknologi canggih dan elektrifikasi sekaligus. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Baca juga:

Nissan Kicks 2022 Muncul di China, Pakai Mesin Bensin 1.500 Cc dan Desain Fresh

Ingat! Pajak Mobil Hybrid Naik per 16 Oktober Nanti, Mobil Listrik Tetap 0 Persen

5 Mobil Hybrid Terlaris di Indonesia yang Pajaknya Bakal Tambah Mahal

"Bagaimana dengan Nissan global menyikapi elektrifikasi ini? Nissan global punya visi memperkaya kehidupan manusia dengan kendaraan yang bersih dan aman. Nissan ingin mencapai enriching people live, zero emision & zero fatality melalui elektrifikasi dan kendaraan pintar," jelas Tan Kim Piauw, Sales and Marketing Director PT Nissan Motor Distributor Indonesia. 

Nissan Kicks e-Power Jadi 'Jembatan' Menuju Era Elektrifikasi Kendaraan Bermotor di Indonesia

Teknologi e-Power di Nissan Kicks Jadi Solusi Hadapi Sulitnya Charging Station 01

Upaya menghadirkan Nissan Kicks e-Power ini dilakukan oleh PT Nissan Motor Distributor Indonesia sebagai dukungan terhadap upaya pemerintah untuk menekan tingkat polusi. Hal ini juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019, yang diundangkan pada 16 Oktober 2019, dan berlaku pada 16 Oktober 2021. Industri otomotif terus didorong untuk menghadirkan mobil dengan sumber tenaga listrik murni atau battery electric vehicle.

"Kita lihat kondisi di Indonesia, pemerintah mengarah ke elektrik. Dengan infrastruktur yang ada, paling besar tantangannya yaitu charging station. Untuk kota besar Jakarta/Surabaya kita jualan elektrik. Kalau tinggal di Gresik, mau charging dimana? Untuk itu ada e-Power," ucap Evensius Go, selaku Presiden Direktur PT Nissan Motor Distributor Indonesia.

Evensius menyebut kalau pemerintah Indonesia sudah menetapkan regulasi elektrifikasi. Dari regulasi tersebut menunjukkan komitmen sampai 2030 menurunkan emisi sampai 29%. Hal ini tentunya akan terus mendorong industri otomotif di Indonesia utk memperkenalkan atau menjual produk ramah lingkungan.

Teknologi e-Power bisa membuat pengisian baterai dilakukan secara otomatis di mobil ini. Di dalam mobil sdh ada mesin bensin yang otomatis hidup untuk melakukan pengisian daya listrik ke baterai. Tak perlu bingung cari charging station karena energi listriknya berasal dari combustion engine mesin bensin. 

"Dalam 5 tahun ke depan harusnya teknologi ini bisa membantu proses elektrifikasi. Dengan demikian, Indonesia pada 10 tahun ke depan bisa siap dengan mobil full elektrik," tambah Evensius.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Yongki Sanjaya

Editor

Berpengalaman di beberapa media online. Bermula menjadi reporter otomotif di situs yang lain hingga kini menjadi Editor di Autofun Indonesia. Penghobi mobil lawas dan anak 90-an banget. FB:Yongki Sanjaya Putra

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Nissan Kicks 2020 1.6L CVT

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru