Mengetahui Kehebatan Mesin Diesel Honda WR-V 

Alex · 26 Sep 2020 06:00

Honda WR-V sudah sukses eksis di India dan Brazil. Compact crossover ini cukup menyta perhatian dunia saat debutnya pada beberapa tahun lalu. Kini publik Indonesia penggemar Honda tengah dilanda rasa penasaran karena mobil ini tak kunjung meluncur.

Mulai dari jenisnya sebagai compact crossover, berbagai fiturnya yang menarik, mesin WR-V juga cukup menyita perhatian. Khususnya WR-V versi India yang tersedia dalam mesin diesel.

Pasalnya WR-V merupakan sebuah mobil baru yang berbasis dari Honda Jazz. Sepertinya cukup sulit mencari negara yang menjual Jazz dengan opsi mesin diesel.

Nah, bagaimana mesin berbahan bakar solar ini memberikan performa terbaiknya pada body WR-V versi India? Untuk menjawabnya kita perlu mlihat data spesifikasi WR-V diesel di situs resmi Honda India.

Tertulis pada situs resmi Honda India, terdapat dua varian WR-V bermesin diesel. Jika kita familiar dengan mesin i-VTEC di Indonesia, dapur pacu tersebut berteknologi i-DTEC, kepanjangan dari Intelligent Diesel Technology Electronic Control.

Walau sama-sama berkapasitas 1.500 cc, ternyata mesin i-DTEC Honda WR-V India ini tergolong rendah. Mesin ini hanya mampu merilis tenaga tak sampai 100 PS. Kendati demikian, torsinya cukup tinggi khas mesin diesel pada umumnya. Tercatat torsinya bisa menyentuh 200 Nm.

Dibanding Honda Jazz yang dijual di Indonesia bermesin 1.500 cc i-VTEC, kurang seimbang. Tenaga Jazz di angka 120 PS, sedangkan torsinya hanya 145 Nm.

Namun ada satu hal yang cukup krusial dan jadi kelemahan WR-V diesel di India ini. Yakni tiadanya pilihan transmisi otomatis. Padahal Jazz terkenal akan transmisi berteknologi CVT yang cukup presisi dan halus.

Klaim Keunggulan Mesin Diesel

Mesin 1.498 cc i-DTEC milik WR-V tersebut dipasangkan dengan transmisi manual 6 percepatan. Dalam klaim yang tertulis di situs resmi Honda India, padu padan mesin diesel dengan transmisi manual ini dapat menghasilkan konsumsi BBM 23,7 km/liter.

Selain kehematan BBM yang cukup baik, Honda juga mengklaim bahwa mesin diesel ini cukup ramah lingkungan. Mesin i-DTEC disebut memenuhi standar emisi EURO 5 berkat catalytic converter yang tidak dimiliki oleh varian mesin lainnya. 

Catalyc converter ini kemudian membantu mereduksi Nitrogen oksida (NOx) pada sistem saluran pembuangan (exhaust) pada temperature 200 hingga 300 derajat Celcius, yaitu suhu rata-rata pembakaran sebuah mesin diesel pada umumnya.

Kesimpulan

WR-V bermesin diesel i-DTEC memang cukup menarik. Tipikal mesin diesel yang unggul dalam sisi torsi tentu harusnya memperkuat karakter crossover yang siap melibas berbagai medan jalan.

Sayangnya mesin penenggak solar ini peminatnya tak seheboh tipe bensin. Jika Honda Indonesia hendak memasukkan WR-V varian diesel tentu tak bisa ikut-ikutan India yang tak menyediakan transmisi matic. Siapa yang rela membeli WR-V bermesin diesel dengan transmisi manual?

Komentar

Mobil Terbaru