Jangan Keliru, Ini Perbedaan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Murni

Yongki Sanjaya · 31 Mei, 2021 18:30

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Murni 01

Pemerintah telah memberikan lampu hijau untuk program elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia. Banyak pabrikan yang lantas berlomba merilis mobil ramah lingkungan yang bisa dikonversikan menjadi elektrik. Untuk itu jangan sampai salah paham, karena perbedaannya jelas antara mobil hybrid dan battery electric vehicle alias mobil listrik murni.

Hingga kini masih banyak kalangan yang belum paham sepenuhnya apa itu mobil hybrid dan menyamakannya dengan mobil listrik. Itu juga tidak sepenuhnya salah, karena mobil hybrid pun memanfaatkan motor listrik sebagai tenaga penggerak seperti mobil listrik.

Secara garis besar, mobil dengan teknologi Plug in Hybrid Electric Vehivcle (PHEV) alias mobil hybrid ialah kendaraan dengan dua sistem mesin, yaitu konvensional dan juga baterai listrik. Sementara teknologi battery electric vehicle alias mobil listrik murni bekerja hanya mengandalkan energi listrik yang disimpan pada baterai besar yang ada di mobil.

Apabila mobil listrik perlu diisi daya listrik menggunakan charger, maka mobil hybrid yang akan terisi daya baterai secara otomatis. Pengisian listriknya juga bisa dari konversi daya dari mesin konvensional atau kinetik saat deselerasi. 

Latar Belakang Elektrifikasi Kendaraan Bermotor

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Murni 02

Bila diurutkan perjalanannya, kendaraan elektrifikasi awalnya dimulai dari era hybrid, untuk menekan emisi udara. Pembuatan mobil hybrid oleh pabrikan kendaraan berawal karena munculnya isu akan pemanasan global, polusi udara dan borosnya pemakaian bahan bakar. 

Pengembangan mobil listrik dan hybrid merupakan aksi nyata industri otomotif menjaga kestabilan lingkungan yang semakin hari semakin buruk terdampak oleh polusi. Apalagi saat ini, harga bahan bakar minyak terus mengalami kenaikan dan fluktuasi.

Mobil Hybrid, Kombinasi Motor Listrik dan Mesin Konvensional

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Murni 03

Mobil Hybrid ialah sebuah kendaraan yang mengabungkan mesin konvensional berbahan bakar minyak dan motor listrik yang disokong baterai. Baik mesin konvensional dan motor listrik, saling berpadu dalam menggerakkan mobil. 

Pada saat mobil bergerak lambat, maka sumber tenaganya menggunakan motor listrik yang berasal dari baterai, dan mesin bensinnya non aktif. Jika mobil berjalan lebih cepat, kira-kira di atas 40 km/jam, mesin bensin yang mengambil alih menggerakkan mobil sambil melakukan pengisian ulang baterai. 

Dalam beberapa model, seperti Nissan Kicks, sistem hybrid-nya cukup unik karena mesin bensinnya difungsikan sebagai produksi daya listrik ke baterai. Sementara untuk penggeraknya memakai motor listrik. Jadi, mesin bensin baru hidup ketika daya listrik di baterai sudah tinggal sedikit untuk mengisi daya listriknya saja. 

Pengereman mobil pada mobil Hybrid disebut dengan nama pengereman regeneratif (Regenerative Braking). Putaran roda saat pengereman berfungsi sebagai generator dari energi gerak menjadi energi listrik, yang kemudian disimpan pada baterai mobil.

Mobil Hybrid Tidak Butuh Isi Ulang Baterai

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Murni 04

Ibarat ponsel, mobil listrik punya keterbatasan dalam hal pemakaian. Jarak tempuh mobil listrik terbatas sampai akhirnya Anda harus mengisi ulang baterai.

Bila terpaksa, mobil hybrid seperti Nissan Kicks dapat terus digunakan berkendara karena motor bakar juga berfungsi sebagai pengisi daya listrik baterai. Alhasil, baterai mobil hybrid tidak pernah kosong dan tidak perlu berhenti untuk isi ulang.

Di sisi lain, mobil listrik membutuhkan tempat spesifik untuk pengisian ulang baterai karena proses pengisian yang tidak sebentar. Anda harus merelakan mobil tidak bisa digunakan selama proses tersebut berlangsung. Bila memakai mobil hybrid, kita cukup meluangkan waktu sebentar untuk antre di SPBU. 

Pakai Dua Mesin, Perawatan Mobil Hybrid Semakin Mahal?

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Murni 05

Anda tidak perlu bingung mana di antara motor listrik dan motor bakar yang akan bekerja. Sistem yang diberi nama Hybrid Synergy Drive (HSD) akan mengatur mekanisme kerjanya sesuai kebutuhan mobil.

Tersedia mode berkendara yang bisa dipilih oleh pengemudi yang disesuaikan dengan karakter mesin yang diharapkan. Seperti ECO untuk berkendara irit, NORMAL untuk berkendara moderat, dan SPORT jika ingin memaksimalkan performanya.

Umur baterai untuk pemakaian normal sekitar 8 sampai 9 tahun. Bicara soal perawatan mobil Hybrid, untuk saat ini perbaikannya hanya dapat anda lakukan pada dealer resmi. Jika terjadi kerusakan pada sistem pengerak motor, sistem kelistrikan dan baterai, biaya perbaikannya sangat mahal saat masa garansi telah berakhir. 

Mobil Listrik Murni, Agak Mahal Tapi Minim Perawatan

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Murni 06

Membahas mobil berjenis battery electric vehicle alias mobil listrik, artinya hanya berjalan dengan daya listrik murni. Artinya, di dalam mobilnya tidak ada mesin bakar. Pengisian daya listrik disimpan dalam baterai kemudian disalurkan ke motor listrik untuk menggerakkan roda. 

Karena tidak ada mesin bakar, maka sumber energi murni hanya mengandalkan dari pengisian daya listrik saja melalui SPKLU. Kemampuannya masih agak terbatas, sehingga sulit untuk dibawa berjalan ke luar kota dimana fasilitas SPKLU masih jarang ditemui. 

Bila menghitung biaya pengisian listrik per KWh, mobil listrik memang menawarkan efisiensi energi yang sangat baik. Untuk rumah dengan daya listrik besar, misalnya 3.500 Watt, bisa melakukan pengisian daya sendiri walaupun prosesnya makan waktu lama. 

Implementasi Perpres No. 55 tahun 2019 membuat harga mobil listrik jadi kian terjangkau. Kedatangan Hyundai yang juga sedang membangun pabrik mobil di Indonesia membuat industri mobil listrik dalam negeri pun bangkit. 
Sebagai contoh yaitu IONIQ Electric yang hadir dalam 2 tipe, Prime dengan harga Rp637 juta dan Signature Rp677 juta (OTR Jakarta). 

Mudahnya Biaya Perawatan Mobil Listrik

 

Dari sisi perawatan, mobil listrik ini sangat mudah dan bisa dibilang tidak perlu sering-sering masuk bengkel. Perawatan rutin bisa dilakukan setiap setahun sekali. 

"Di mobil ini ada motor penggerak roda, butuh pelumas tapi hanya 1 liter, jadi tidak butuh penggantian berkala. Interval yg dibutuhkan itu hanya 15 ribu kilometer sekali atau setiap setahun tahun sekali," jelas Putra Samiaji selaku General Manager Service HMDI saat peluncuran Hyundai Kona EV beberapa waktu silam. 

Putra menjelaskan, elemen yang rutin diganti saat perawatan berkala hanya AC filter. Sementara untuk fluida seperti battery coolant perlu melakukan penggantian setiap 60 ribu kilometer. Artinya kita tidak banyak tanggungan saat service berkala. 

Jadi, memelihara mobil listrik kini semakin mudah kan? 

Komentar

20% lebih tinggi dari harga jual rata-rata

Nissan Kicks 2020 1.6L CVT

Upgrade

Tambahkan mobil Anda

Pemeriksaan mobil dan pelayanan transaksi hanya tersedia di Pulau Jawa

Mobil Terbaru