Toyota Avanza Lawan Arus Tewaskan Satu Orang, Korban "Budaya" Langgar Aturan Lalu-Lintas

Anissa · 15 Mar, 2021 08:00

Toyota Avanza Lawan Arus Tewaskan Satu Orang, Korban

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat pengendara yang tidak patuh terhadap peraturan lalu lintas memang bukan hal yang baru lagi di Indonesia. Salah satu pelanggaran lalu lintas yang cukup banyak terjadi di Tanah Air ini adalah kendaraan yang melawan arus.

Lawan arus ini tentu sangat berbahaya dan bukan hanya mengancam keselamatan para pengemudi kendaraan bermotor, tetapi juga para pengguna jalan lainnya. Salah satu contohnya adalah seperti kecelakaan yang terjadi di Karangasem, Bali, pada Selasa, 9 Maret 2021 lalu.

Kronologis Kecelakaan Toyota Avanza Tabrak 3 Pedagang di Karangasem, Bali

Menurut informasi yang kami lansir dari suarabali.id, sebuah kecelakaan maut telah terjadi di wilayah Banjar Dinas Eka Adnyana, Desa Tianyar Timur, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, pada Selasa (9/3) sekitar pukul 15.00 WITA. Sebuah mobil Toyota Avanza berwarna putih dengan nomor polisi DK 1660 US menabrak tiga orang pedagang, dan salah satu di antaranya meninggal dunia. Ketiga pedagang tersebut merupakan pejalan kaki yang berjualan di pinggir jalan.

Toyota Avanza Lawan Arus Tewaskan Satu Orang, Korban

Pengendara mobil Toyota Avanza berinisial JDMS (32) yang berasal dari Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. Menurut keterangan dari AKP I Nengah Sona selaku Kapolsek Kubu, mobil tersebut datang dari arah timur Amlapura menuju Singaraja. Sesampainya di simpang 4 Tianyar, kendaraan ini seharusnya belok ke arah kiri, namun justru tetap melaju lurus melawan arah ke jalur satu arah.

Saat masuk ke jalur satu arah tersebut, pengemudi mobil Toyota Avanza tersebut kehilangan kendali dan kendaraan pun oleng ke arah kanan jalan. Mobil tersebut kemudian menabrak tiga orang pedagang. Satu di antaranya meninggal dunia.

Toyota Avanza Lawan Arus Tewaskan Satu Orang, Korban

Sementara itu, dua korban lainnya mengalami patah tulang pada kaki kirinya dan luka lecet di ujung kaki kanan dan kiri, dan keduanya masih dalam kondisi sadarkan diri. Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kubu II, meskipun setelah sampai di Puskesmas salah satu korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Budaya Lawan Arah Di Indonesia

Lawan arah rasanya merupakan salah satu pelanggaran lalu lintas yang sudah menjadi budaya di Indonesia. Dilansir dari kompas.com, Jusri Pulubuhu selaku founder dari Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) menyampaikan bahwa perilaku melawan arah dari pengguna kendaraan ini bukan hanya kebiasaan, tetapi sudah terbentuk menjadi kultur budaya tersendiri, karena dilakukan setiap saat, bahkan hingga bergenerasi. Ia juga berpendapat bahwa hal ini bisa disebabkan karena adanya pembiaran.

Toyota Avanza Lawan Arus Tewaskan Satu Orang, Korban

Jusri mengatakan bahwa menangani masalah budaya lawan arus ini memang tidak mudah. Diperlukan adanya sinergi dari dinas terkait, serta adanya upaya kolaborasi dengan instansi lain yang bisa membentuk sosialisasi berkelanjutan mengenai perilaku lawan arah tersebut. Sosialisasi ini juga tidak terbatas hanya pada pelanggaran lalu lintas beserta sanksinya, melainkan perlu juga adanya penjelasan dan penjabaran secara mendalam mengenai dampak serta bahaya dari melawan arah, sehingga bisa ada pemahaman dan kesadaran yang lebih baik dari pengguna jalan.

Jusri juga berpendapat bahwa sebenarnya korban kecelakaan lalu lintas di Indonesia cukup banyak. Bahkan, dampak buruknya dari kecelakaan ini bukan hanya kematian, tetapi juga bisa menyerang sisi perekonomian korban yang bisa menimbulkan penurunan ekonomi, hingga kemiskinan. Ia juga menyayangkan bahwa berita soal kecelakaan lalu lintas di jalan raya kurang diekspos.

Toyota Avanza Lawan Arus Tewaskan Satu Orang, Korban

Lalu apa mungkin budaya lawan arus ini diubah? Mengubah suatu kebiasaan yang sudah menjadi "budaya" ini memang tidak mudah. Menurut Jusri, pemerintah harus dengan serius menertibkan budaya melawan arah tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa ada dua tindakan konkrit yang bisa dilakukan, yaitu menciptakan budaya baru, atau langsung menindak tegas agar dampaknya langsung terasa.

Jusri sendiri menjabarkan bahwa budaya baru yang dimaksud tersebut adalah budaya malu. Dengan adanya budaya malu ini, masyarakat akan dapat langsung merasakan sanksi sosial dan bertujuan agar pelaku sadar bahwa perilakunya bisa mengganggu orang lain di lingkungannya.

Toyota Avanza Lawan Arus Tewaskan Satu Orang, Korban

Budaya malu ini bisa diciptakan dengan memberikan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan memotret langsung tindakan pelanggaran lalu lintas di lingkungan sekitarnya untuk dipublikasikan melalui media sosial. Namun tentu saja, penciptaan budaya baru ini tidak mudah dan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, karena membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Menurut Jusri juga, jika kita ingin mengubah budaya dengan cara yang lebih cepat, salah satunya bisa dilakukan melalui tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Namun, cara ini baru bisa efektif jika dilakukan secara terus-menerus.

Toyota Avanza Lawan Arus Tewaskan Satu Orang, Korban

Selain itu, cara yang melibatkan tindakan tegas dari aparat penegak hukum ini juga baru bisa efektif apabila para aparat baik dari Dinas Perhubungan maupun pihak kepolisian tidak tebang pilih. Artinya, pihak-pihak tersebut tidak hanya tegas pada rakyat sipil saja, tetapi juga pada pejabat negara maupun pejabat instansi tertentu yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Komentar