Perbedaan Sasis Monocoque di Honda CR-V dan Ladder Frame di Toyota Fortuner, Andalan SUV di Indonesia

Yongki Sanjaya · 3 Mar, 2021 07:00

Mobil-mobil bergenre sport utility vehicle (SUV) dirancang sebagai kendaraan yang tangguh pada segala varian jalan, mulai aspal mulus hingga jalan berlumpur. Bahkan beberapa SUV juga bisa diajak melahap medan offroad yang sulit. Untuk rancang bangunnya, SUV terbagi dalam sasis ladder frame atau rangka monocoque.

Dari penjelasan ini sudah terdapat bayangan kalau ladder frame ini berwujud sasis utuh yang menopang body. Sementara untuk monokok ialah rancangan berbentuk rangka kesatuan yang juga menjadi struktur body kendaraan. Masing-masing jenis rangka ini menawarkan kelebihan yang berbeda. 

Sasis Monocoque, Digunakan Pada SUV Premium

Monocoque berasal dari bahasa Prancis yang berarti rangka tunggal. Maksudnya bodi dan sasis menjadi satu kesatuan. Mobil-mobil SUV dengan sistem monocoque biasanya memiliki bobot yang lebih ringan karena rangka yang menyatu dengan body.

Baca juga:

Berburu SUV Harga Rp500 Jutaan, Pilih Honda CR-V atau Mitsubishi Pajero Sport 2021?

Daftar Mobil Baru yang Meluncur Pada Januari-Februari 2021, Mitsubishi Pajero Sport Paling Dinanti

Simak Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi Pajero Sport 2021 yang Baru Dirilis

Fungsi rangka monocoque dirancang seperti layaknya tulang menopang tubuh. Sasisnya terbuat dari material besi, baja atau bahan lain seperti serat karbon yang memiliki kekuatan untuk menopang kendaraan. Karena struktur menyatu maka membuat kabin bisa lebih lega, tidak terpangkas ruang untuk sasis di kolong mobil. 

Sistem monocoque juga membuat handling mengemudi jadi lebih baik. Bobot yang ringan akan membuat bahan bakar menjadi lebih efisien. Bisa dibilang, mobil SUV dengan sasis monocoque diciptakan untuk mereka yang menginginkan kenikmatan lebih saat berkendara.

Selain ringan, sasis monocoque kerap digunakan pada mobil penumpang yang pemakaiannya di perkotaan lantaran pengendalian mobil bisa lebih baik. Bobot yang ringan membuat konsumsi bahan bakar juga semakin efisien alias irit dan tentunya menyenangkan untuk dikendarai.

Sayangnya, kebanyakan mobil SUV dengan sasis mocoque memiliki ground clearance yang tak terlalu tinggi sehingga kesulitan untuk melibas medan off-road. Sederhananya, SUV monocoque adalah SUV perkotaan yang memberikan kenyamanan lebih baik. 

Namun perlu di ingat, ada satu merek pengecualian yang punya performa offroad tangguh dengan sasis monocoque yaitu Range Rover. 

Contoh mobil-mobil SUV lain dengan jenis rangka monocoque adalah Audi Q Series, Honda CR-V, Hyundai Santa Fe, Porsche Cayenne, dan masih banyak lagi. 

Karena berbentuk unibody maka sasis monocoque relatif  ringkih. Apabila saat mengalami kecelakaan berat, maka struktur rangka ikut hancur bersama body. Saat bodi rusak karena kecelakaan, maka agak sulit memperbaiki karena harus 'urut tulang' sekalian. 

Rangka Ladder Frame, Spesialis Pekerja Keras

Selain jenis rangka monocoque, ada jenis rangka lain dalam dunia SUV atau mobil penumpang, yakni ladder frame. Disebut ladder frame karena bentuk sasisnya memang seperti anak tangga yang melintang.

Jika jenis monocoque menyatukan rangka dan bodi, maka pada ladder frame sasis dan body dibuat terpisah. Pada ladder frame, bodi mobil diletakkan di atas rangka atau sasis kemudian disambungkan.

Jenis rangka yang satu ini bisa dibilang merupakan chassis yang tertua. Biasanya sasis ladder frame banyak digunakan khususnya untuk kendaraan berbeban berat (heavy duty). 

Rancangan kaki-kaki pada mobil SUV dengan rangka ladder frame ini biasanya lebih kuat. Karena sasis menopang body maka mobil dengan struktur ladder frame memiliki ground clearance tinggi. Hal ini membuatnya lebih bisa diandalkan untuk melibas medan off-road.

Kelebihan mobil dengan sasis ladder frame ada pada kekuatannya. Bahkan SUV dengan ladder frame lebih tangguh dibandingkan SUV monocoque. Namun kelemahannya pada sisi kenyamanan yang kalah dari monokok. 

Sebab, guncangan dari jalanan sebagian besar diredam pada sasis yang berada di bagian bawah. Sementara untuk monokok, efek guncangan bisa disebarluaskan ke seluruh rangka sehingga terasa lebih nyaman. 

Kelemahan lainnya yaitu pengendalian atau handling mobil SUV ladder frame kurang presisi lantaran sasis dan bodi yang terpisah, dan radius putarnya jadi lebar. Karena itu, jenis ini dianggap kurang cocok di perkotaan.

Mobil-mobil yang memakai sasis ladder frame antara lain Jeep Wrangler, Ford All New Everest, Toyota Fortuner, Mitsubishi All New Pajero Sport, Toyota Kijang Innova, dan Land Rover Defender.

Pilih monocoque atau ladder Frame, Sesuaikan Kebutuhan Utama

Kalian mungkin agak bingung saat perlu memilih SUV, apakah dengan sasis monocoque atau ladder frame? Memang itu pilihan yang sedikit sulit, tapi jawabannya tinggal melihat kebutuhan mobil dan kondisi medan yang akan sering dilalui. 

Kalau kamu hanya menggunakan SUV untuk daerah perkotaan yang sebagian jalanan telah beraspal, meski tidak selalu mulus, ada baiknya memilih SUV monocoque. Sebab rancangan monocoque bakal lebih nyaman bantingannya.

Namun kalau medan yang akan kamu hadapi lebih banyak tanah basah, kadang berlumpur, dan butuh ketangguhan sebuah mobil, maka SUV dengan ladder frame adalah pilihan yang cocok. Memang tidak senyaman SUV monocoque, namun sasis ladder frame jelas lebih kokoh bila menghadapi medan yang sedikit terjal. 

Komentar

Mobil Terbaru