window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_breadcrumb_above_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685614302872-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685614302872-0'); });

Bukan Sekadar Ada, Ini Pentingnya Kontrol Traksi di Honda PCX 160 dan Yamaha NMax

Ary · 26 Feb, 2021 18:00

Tak hanya matik bongsor bermesin besar, fitur kontrol traksi kini mulai jamak ditemui pada skutik kelas menengah. Utamanya oleh produsen di sepeda motor Indonesia. Perangkat tersebut pertama kali hadir pada Yamaha NMax 2020. Setahun berselang, baru lah Honda PCX menyusul seiring peningkatan kapasitas mesinnya. 

Secara logika, penyajian demikian rasanya agak berlebihan. Toh, baik tenaga maupun daya, skutik-skutik tersebut tak kepalang buas daripada Yamaha XMax atau Honda Forza. Lantas kenapa masih juga dipasang? 

Bukan Sekadar Ada, Ini Pentingnya Kontrol Traksi di Honda PCX 160 dan Yamaha NMax 01

Yamaha NMax versi tertinggi memiliki fitur tambahan Traction Control System (TCS).

Yamaha NMax dan Honda PCX 160 Menggunakan Rancangan Mesin Baru

"Sebenarnya, itu adalah fitur tambahan untuk keselamatan berkendara. Bukan berarti di cc lebih kecil itu tidak butuh dibandingkan yang lebih besar. Kerena posibility ban belakang terjadi spin atau kehilangan traksi di setiap motor itu pasti ada," kata Antonius Widiantoro, Manager of Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) saat kami hubungi Jum'at (26/2).

Faktanya pula All New Yamaha NMax memang mengalami perubahan dari sektor mesin. Jeroan jantung mekanisnya kini dipasangi piston kepunyaan Yamaha R15. Walau bore x stroke dipatok serupa NMax lama (58 x 58,7 mm), rasio kompresinya ditingkatkan dari sebelumnya 10,5:1 menjadi 11,6:1. 

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_fourthp_under_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685613563107-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685613563107-0'); });

Alhasil tertulis lah catatan tenaga 15,3 PS @8.000 rpm dan torsi 13,9 Nm @6.500 rpm. Dibanding versi lawas, kenaikan terutama pada tenaga tidak signifikan. Namun, peningkatan yang minim ini menjadi nilai tambah berkat adanya kontrol traksi tadi. 

Baca juga: Simak Perbedaan Yamaha NMax Baru dan Lama

Bukan Sekadar Ada, Ini Pentingnya Kontrol Traksi di Honda PCX 160 dan Yamaha NMax 01

Selain peningkatan kapasitas, erdongkraknya output Honda PCX 160 juga berkat mesin empat katup.

Manfaat lebih besar justru terlihat pada Honda PCX. Kita tahu bahwa PT Astra Honda Motor (AHM) menggunakan rancangan baru ihwal pemasok daya. Bukan lagi mesin dua katup (seperti PCX 150). PCX generasi terbaru bahkan sudah mengusung mesin SOHC eSP+ empat katup. 

Lantaran juga kubikasinya membangkak (menjadi 160 cc), maka meningkat pula torehan performanya. Daya serta torsi puncak PCX 160 2021 mencapai 16,2 PS @8.500 rpm dan 15 Nm @6.500 rpm. Bandingkan dengan PCX 150 dengan pencapaian 14,7 PS @8.500 rpm dan 13,2 Nm @6.500 rpm. Terdapat gap pada kedua output yang artinya mendukung disediakannya HSTC pada skutik satu ini.    

Baca juga: Alasan Mesin Honda PCX 160 lebih Powerfull Ketimbang Yamaha NMax

Cara Kerja Kontrol Traksi

Pihak Yamaha sendiri menyebutnya dengan Traction Control System (TCS). Nah, pengontrol traksi otomatis ini sejatinya bertugas menjaga agar roda belakang NMax tidak slip ketika berakselerasi. Sebagaimana kita ketahui, output dari mesin disalurkan oleh CVT (Countinuously Variable Transmission) ke ban belakang. 

Namun, menjadi berbahaya jika permukaan jalan yang dilalui itu licin akibat basah atau berpasir. Apalagi, di waktu bersamaan Anda juga membuka gas kepalang besar. Jika sudah demikian, besar sekali risiko roda belakang kehilangan traksi. Pada situasi tersebut lah TCS mengirimkan sinyal ke ECU untuk kemudian mengurangi output di roda belakang. Jadi, tidak usah khawatir jika tarikannya terasa 'brebet' karena artinya TCS pada Yamaha NMax Anda sedang bekerja. 

Bukan Sekadar Ada, Ini Pentingnya Kontrol Traksi di Honda PCX 160 dan Yamaha NMax 02

Skema kerja Honda Selectable Torque Control (HSTC) pada Honda PCX 160.

Bagaimana kerja item serupa pada Honda PCX 160 2021? Pada prinsipnya, fitur yang dinamai Honda Selectable Torque Control (HSTC) itu sama yaitu mengurangi selip. Gejala itu diidentifikasinya melalui speed sensor yang membaca kecepatan atau putaran di kedua roda. Ketika ban belakang kehilangan grip, ECU milik PCX 160 akan memerintahkan pengurangan suplai bensin dalam rangka mengurangi putaran roda belakang. 

Baca juga: Ini Keunggulan dan Kekurangan Honda PCX 160 Dibanding Yamaha NMax

Baik pada NMax atau PCX 160, kontrol traksi ini disetel pabrikan dalam kondisi aktif. Ketika lampu indikatornya menyala, berarti TCS atau HSTC tersebut aktif. Namun, pemilik kedua skutik tetap bisa menonaktifkannya. Hal ini dapat dilakukan jika sedang menjalani aktivitas servis seperti menyetel komponen baru di mesin atau CVT. 

Varian Mana yang Menyediakan Fitur Ini?

"Kami membenamkan fitur TCS di NMax itu untuk membantu pengendara agar tidak terjadi selip. Untuk orang yang paham atau aware tentang safety, mereka pasti akan melihat fitur ini sangat berguna untuk dipakai di motornya. Semakin canggih fitur, konsumen juga semakin dimudahkan. Memang ada konsekuensi soal harga. Makanya fitur ini merupakan pilihan dan hanya ada di varian tertinggi saja," sambung Anton lagi kepada Autofun.co.id

Bukan Sekadar Ada, Ini Pentingnya Kontrol Traksi di Honda PCX 160 dan Yamaha NMax 03

Fitur traction control ada di Honda PCX 160 ABS dan Yamaha NMax Connected ABS.

Seperti pemaparannya, fitur TCS itu hanya dapat ditemukan pada Yamaha NMax Connected ABS. Dari sisi harga, tipe ini dijual paling mahal yakni Rp 33,750 juta (on the road Jakarta). Terpaut cukup jauh dengan All New NMax standar (Rp 29,750 juta) maupuan Yamaha NMax Connected (Rp 31 juta). Meski begitu, bukan hanya TCS saja yang didapat. Pasalnya, NMax teratas ini juga sudah dilengkapi sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) di kedua roda (depan-belakang). 

Baca juga: Semenggugah Apa Konektivitas Yamaha NMax?

Perlakuan serupa pun dilakoni PT AHM terhadap generasi terbaru Honda PCX. HSTC untuknya disediakan untuk pembeli Honda PCX ABS 2021 saja. Untuk banderolnya sendiri adalah Rp 33,950 juta. Ya, cuma berselisih Rp 200 ribu saja dengan NMax Connected ABS. Bedanya, penghenti laju dengan sensor kepunyaannya tersaji di roda depan saja. 

Bukan Sekadar Ada, Ini Pentingnya Kontrol Traksi di Honda PCX 160 dan Yamaha NMax 04

Traction control Yamaha NMax bersanding dengan sistem pengereman ABS.

Kesimpulan

Traction control dipasang untuk konsumen yang butuh fitur lebih soal keselamatan. Bukan sekadar ada. Toh, hal ini rasanya dilakukan jua atas pengembangan yang dilakukan pabrikan terhadap masing-masing produk. Paling signifikan tentu saja diperlihatkan oleh Honda PCX 160. Kemampuannya naik signifikan ketimbang PCX 150 yang notabene masih menggunakan mesin dua katup. 

Untuk menggunakannya pun tak ada perlakuan khusus. Perangkat itu sudah disetel aktif saat keluar dari fasilitas produksi. Selain itu, tak ada effort lebih dari pengguna karena pengontrol tersebut bekerja secara otomatis. Memang konsumen harus membayar lebih untuk menebus fitur yang cuma ada di Honda PCX 160 ABS maupun Yamaha NMax Connected ABS. Dengan kelebihan kontrol traksi dan ABS, keduanya tetap layak untuk ditebus bukan?   

Ary

Reporter

Mengulas apapun tentang sepeda motor lalu menerjemahkannya ke dalam tulisan, mungkin hanya secuil sarana untuk berbagi informasi - tanpa maksud menggurui. Karena sejatinya Anda dan Saya punya kesenangan yang sama yaitu mengendarai sepeda motor!

window.googletag = window.googletag || {cmd: []}; googletag.cmd = googletag.cmd || []; googletag.cmd.push(function() { googletag.defineSlot('/22557728108/id_motor_article_relatedmodel_above_pc', [ 728, 90 ], 'div-gpt-ad-1685613589386-0').addService(googletag.pubads()); googletag.pubads().enableSingleRequest(); googletag.pubads().collapseEmptyDivs(); googletag.enableServices(); });
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1685613589386-0'); });
window._taboola = window._taboola || []; _taboola.push({ mode: 'thumbnails-stream-2x2-desk', container: 'taboola-stream-widget-thumbnails-desktop', placement: 'Stream Widget Thumbnails Desktop', target_type: 'mix' });